Rabu, 08 Juli 2009

Relativisme Tafsir


Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya pada pembahasan sebelumnya di kolom kajian yang berjudul Hermeneutika. Kalau sebelumnya itu kita telah mengenal sedikit tentang apa itu Hermeneutika, maka sekarang kita berusaha mempelajari dampak-dampak yang timbul dari konsep atau metode Hermeneutika ini.
Salah satu dampak yang sangat berbahaya dari Hermeneutika ini adalah adanya pemikiran tentang relativisme tafsir. Hal ini memasuki bidang tafsir kerena Hermeneutika yang lebih kental dengan metodelogi Bible ini memang digunakan untuk menafsirkan al-Qur'an.
Istilah relatif dalam bahasa arab mungkin lebih kita kenal dengan kata dzonni. Sesuatu yang bersifat dzonni tentu saja membawa kepada pemahaman yang menafikan adanya kebenaran yang qoth'i. Pemahaman ini sangat jelas bertentangan dengan konsep yang ada dalam Islam, karena Islam mempunyai hokum-hukum yang qoth'i dan tidak bisa dirubah-rubah lagi kapanpun dan dimanapun. Seperti hukum shalat lima waktu adalah wajib, haramnya babi, haramnya pernikahan muslimah dengan lelaki non-muslim, dan lainnya. Ini adalah hukum yang qoth'i dan tidak bisa dirubah lagi.
Relativisme tafsir ini muncul karena dalam Hermeneutika, al-Qur'an itu diposisikan sebagai produk budaya atau karangan manusia yang bebas ditafsirkan sesuai dengan kondisi zaman. Al-Qur'an lewat Hermeneutika ditafsirkan secara kontekstual. Sehingga prosuk tafsir yang dihasilkan bersifat relatif, karena disesuaikan dengan kondisi dan zaman.
Ini tentu saja sangat berbahaya dan sangat menyesatkan. Maka tidak heran dari Hermeneutika ini akan muncul hokum-hukum baru yang lebih relative dan sesuai dengan zaman yang mengubah hukum-hukum yang telah qoth’i. Misalkan ayat al-Qur’an yang mengharamkan pernikahan muslimah dengan lelaki non-muslim yang ditafsirkan dengan kontekstual, maka produk yang dihasilkan adalah hilangnya larangan pernikahan tersebut alias diperbolehkannya pernikahan muslimah dengan non-muslim.
Banyak lagi dampak-dampak yang bahaya yang dihasilkan dari penerapan metode Hermeneutika ini. Tulisan hanya mewakili secuilnya saja. Insya Allah pada kesempatan lain akan kita bahas lagi. Wallahu’lam.[]

0 komentar:

 

Undiabolos Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template