Minggu, 26 Juli 2009

Materialisme




Paham yang pada abad sekarang ini sudah menjamur di segala penjuru dunia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisai seperti ini, jamur ini semakin tumbuh subur. Zaman sekarang layaknya seperti musim hujan bagi paham yang satu ini.

Bila kita tinjau dari segi historis, sekitar abad ke-19 ada teori dari kalangan filusuf Yunani yang mengatakan bahwa materi sebagai landasan mutlak keberadaan dan menolak keberadaan apa pun selain materi. Materi dianggap sebagai hal yang abadi. Maka mereka juga mempercayai bahwa alam semesta tidak berawal dan alam semesta ada untuk selamanya. Dengan demikian mereka juga mengingkari adanya Sang Pencipta. Teori ini lah yang kemudian kita kenal dengan teori materialisme.

Tapi ternyata teori itu sangatlah rapuh dan akhirnya dunia ilmu pengetahuan pada abad ke-20 menemukan bahwa bumi itu ternyata diciptakan. Ini berawal dari ditemukannya teori baru yang dinamakan teori Ledakan Besar. Teori ini menyatakan bahwa pada mulanya system tata surya ini adalah sesuatu yang satu. Namun kemudian terjadi ledakan yang mengakibatkan terbentuknya planet-planet.

Sekarang istilah materialisme itu lebih kita kenal dengan paham yang mengedepankan uang atau benda kekayaan lainnya. Materi diartikan sebagai harta. Telah terjadi penyempitan makna. Sehingga paham ini kembali muncul dengan wajah baru.

Maka bagi siapa saja yang mengagung-agungkan harta, atau hidupnya hanya untuk materi saja, ketahuilah bahwa sebenarnya paham yang Anda anut itu paham yang menolak adanya Tuhan. Wallahu’alam.[]

0 komentar:

 

Undiabolos Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template