Tampilkan postingan dengan label refleksi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2009

Antara Hati dan Logika

3 komentar


Sudah merupakan kodratnya kita diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan. Dan di antara pasang-pasangan itu ada suatu interaksi yang bersifat primer. Kita tidak dapat hidup sendirian, karana kita adalah makhluk sosial. Dan kita juga tidak dibenarkan egois, karena orang lain juga mempunyai haknya.

Dalam interaksi-interaksi sosial khususnya antara lawan jenis, terdapat suatu proses untuk menuju suatu anugrah Allah yang sangat indah. Anugrah yang tak ternilai harganya. Anugrah yang tidak ada tandingannya. Anugrah yang membuat segala sesuatunya menjadi indah. Cinta. Yup….! Itulah cinta.

Proses itu tergantung kepada individu yang menjalankannya. Bila kita sudah mencapai puncak proses itu, kita akan terbuai dalam singgasana cinta. Kita akan dimanjanya. Kita akan terlena dalam belaiannya.

Perlu kita ketahui bahwasannya terdapat perbedaan prinsip yang mendasar antara laki-laki dan perempuan dalam interaksi cinta ini. Perbedaan prinsip itu sedikit banyaknya juga akan mempengaruhi interaksi tersebut. Namun itu bisa diatasi.
Perbedaan itu adalah antara hati dan logika, perasaan dan realita. Dalam interaksinya, laki-laki biasanya lebih cenderung menggunakan logika dan melihat kepada realita. Itulah salah satu yang menyebabkan laki-laki itu jarang menangis dalam urusan cinta. Dalam urusan cinta, laki-laki selalu tegar dan bisa bersifat rasional.

Sedangkan perempuan lebih menggunakan hati mereka yang lebut. Hati tersebut memang mempunyai benteng yang kokoh. Tapi bila sudah dapat ditembus, hati tersebut akan benar-benar tunduk. Kelembutan hati dalam urusan cinta sering membuatnya meneteskan air mata. Entah air mata bahagia maupun duka. Dan terkadang karena perasaan yang mendalam itu, lupa akan realita yang ada.

Ini bukan pembelaan kepada laki-laki ataupun perempuan. Ini juga bukan diskriminasi antara keduanya. Tapi ini adalah kenyataan yang ada dari sekian banyak kejadian. Ini juga bukan berarti laki-laki tidak punya hati, atau perempuan tidak punya logika. Tapi ini adalah masalah dominasi. Kita tidak bisa memungkirinya. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada di antara kita yang tidak demikian. Karena tidak semua orang sama. Wallahu'alam.[]

Kamis, 25 Juni 2009

Rindu

0 komentar
Mengapa kita semua memiliki rasa rindu? Mengapa rasa rindu kepada seseorang itu selalu muncul ketika kita jauh dari orang tersebut? Apakah kerinduan itu selalu diawali dengan perpisahan? Apakah rindu itu sangat kuat kaitannya dengan cinta? Dan bagaimana seharusnya kerinduan itu?
Setiap dari kita sudah tentu tidak asing lagi dengan perasaan rindu. Karena perasaan itu sudah menjadi tabiat yang manusiawi. Perasaan ini layaknya cinta, adalah sebuah anugrah dari Allah juga. Karena kerinduan itu tidak akan muncul kalau bukan dari hati kita. Dan yang mengendalikan, yang membolak-balik hati kita hanyalah Allah SWT.
Kerinduan memang sangat identik dengan perpisahan, jarak, dan waktu. Jarak yang jauh adalah salah satu alasan kuat mengapa kita bisa rindu kapada seseorang. Dan begitu juga dengan waktu yang lama tidak bertemu. Tapi sebenarnya rindu itu tidak perlu diawali dengan perpisahan. Bahkan kerinduan yang hakiki adalah kerinduan dimana kita belum pernah sama sekali bertemu dengan orang yang kita rindukan itu. Mengapa demikian? …
Ya, rindu itu sangat kuat kaitannya dengan cinta. Tidak ada cinta, maka tidak ada rindu. Ada rindu pasti ada cinta. Ada cinta belum tentu ada rindu. Begitulah rindu selalu ada dibelakan cinta. Maka bila kita merindukan seseorang, artinya kita mencintai orang itu. Namun tentu saja kadar cinta itu berbeda-beda.
Dan rindu yang seharusnya itu adalah rindu yang dapat menumbuhkan motivasi di dalam diri kita. Rindu yang dapat memperkuat keimanan. Rindu yang dapat menambah ketaqwaan. Maka tak lain rindu itu adalah rindu kepada Sang Pencipta, Allah SWT.[]

Sabtu, 20 Juni 2009

Skenario

0 komentar
Kehidupan ini hanyalah jalan kita untuk menuju akhirat. Oleh karenanya kita hidup di dunia hanya untuk sementara saja. Tak akan ada yang abadi di dunia ini, kecuali dzat-Nya, Sang Pencipta. Maka jika kita ditanya untuk apa kita hidup? Jawabannya adalah kita hidup untuk mati.
Banyak orang yang beranggapan bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. Padahal anggapan itu sebuah kesalahan besar. Karena kematian itu sesungguhnya adalah awal dari kehidupan kita selanjutnya. Kehidupan yang jauh lebih baik dan bahagia dari dunia ini, bagi mereka yang benar-benar menanam benih kebahagian itu ketika di dunia. Yaitu dengan amal shaleh. Tapi kehidupan itu juga bisa menjadi kehidupan yang jauh lebih menyakitkan dan menyengsarakan dari dunia ini, bagi mereka yang terlena dengan kemewahan dan kenikmatan dunia sesaat.
Semua yang kita jalani di dunia ini, pada dasarnya adalah skenario dari Allah SWT. Allah telah mengatur segal sesuatunya. Allah lah sutradara tunggal alam semesta ini. Allah jua lah yang akan menilai acting kita selama di dunia ini baik atau buruk. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Namun sandiwara yang bukan main-main. Sandiwara ini lah yang nantinya menentukan bagaimana skenario Ilahi selanjutnya untuk kita di akherat nanti. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dari kehidupan dunia ini.[]

To Give

0 komentar
Orang bisa memberi tanpa mencintai, tapi tidak bisa mencintai tanpa memberi. Pemberian itu adalah wujud dari sebuah perbuatan. Karena cinta itu harus diwujudkan dengan perbuatan, bukan hanya sekedar perkataan.

Kamis, 18 Juni 2009

Tentang Cinta

0 komentar
Cinta sesungguhnya adalah ruh kehidupan. Tanpa cinta kita seakan tak hidup. Tanpa cinta segalanya jadi suram, layaknya jasad tak bernyawa. Tanpa cinta hidup ini benar-benar terasa hampa.
Cinta memberikan hawa segar dalam setiap hembusan nafas kita. Cinta memberikan motivasi dalam setiap tindakan kita. Cinta memberikan kekuatan kepada kita tuk dapat selalu menjadi yang terbaik. Cinta memberikan kesenangan dalam setiap pekerjaan kita. Cinta akan selalu memberikan keindahan dalam hidup.
Tapi jangan lupa! Cinta itu laksana sebuah pisau. Bila ia digunakan untuk hal yang bermanfaat, maka ia akan membawa kebaikan. Tapi bila ia digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, maka ia akan membawa keburukan. Dan jangan lupa juga, ia juga bisa melukai kita.[]
 

Undiabolos Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template