<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790</id><updated>2012-02-16T03:46:26.898-08:00</updated><category term='lensa'/><category term='hikam'/><category term='puisiku'/><category term='wisataku'/><category term='kajianku'/><category term='refleksi cinta'/><category term='opiniku'/><title type='text'>Undiabolos</title><subtitle type='html'>Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8368744218531494909</id><published>2010-05-29T09:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T09:28:19.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Bahaya Film "Cin(T)a"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/TAFAZgUy1KI/AAAAAAAAALo/ACCgUY9qdP4/s1600/cinta-poster.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/TAFAZgUy1KI/AAAAAAAAALo/ACCgUY9qdP4/s320/cinta-poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476729428777292962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin teman-teman juga sudah ada yang nonton film ini. Jadi, kalo dibilang basi, itu memang wajar juga. Karena film ini sudah dirilis tahun 2009 lalu. Namun, tidak menutup kemungkinan juga kan, ada teman-teman yang belom nonton nih film, dan nanti akan menontonnya. Aku juga tergolong orang yang baru nonton dan baru tau kok sama film ini. Tepatnya kemarin malam aku nonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali nonton sih sepertinya seru dan unik. Gimana tidak unik, wong pemeran filmnya aja cuman 2 orang kok. Kisahnya menceritakan sepasang kekasih yang berbeda agama yang saling jatuh cinta. Yang laki-laki dengan nama Cina itu beragama kristen, dan perempuan dengan nama Annisa itu Islam. Keduanya sama-sama sekolah di fakultas Arsitektur ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti sampai habis film ini, aku langsung menilai kalau film ini membawa misi Pluralisme Agama, Kristenisasi, dan bahkan Ateisme. Bahkan aku langsung menuliskannya di status Facabook. ^_^. Ternyata emang betul demikian adanya. Pendapatku ternyata tidak sendiri. Setelah mencari tau tentang film ini, aku dapati sekian banyak kritikan dan protes atas film ini. Bahkan aku mendapatkan rekaman wawancara eksklusif dengan sutradara film tersebut, Sammaria Simanjuntak,seorang yang beragama Kristen. Dan dari penuturannya, dia sendiri mengakui bahwa dia adalah salah satu orang yang sulit untuk percaya Tuhan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya aku dapat mernafas lega sedikit, ketika aku telusuri film ini di LSF (Lembaga Sensor Film) Indonesia, ternyata film ini tidak lulus sensor. Dan aku cari di Studio 21 pun juga demikian, ternyata tidak terdapat film yang kontroversial ini. Artinya, film ini belum banyak diketahui khalayak ramai, dan penyebaran filmnya pun hanya diam-diam. Namun film ini juga pernah ditayangkan sih waktu ia diikutkan dalam festival film di Yogjakarta pada Agustus 2009 lalu. Ketika itu terdapat sekitar 250an orang yang menonton film ini. Selain itu juga pernah tayang di Inggris. Tapi yang palign cuman gitu-gitu aja, dan masih tidak banyak masyarakat awam yang tau tentang film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, aku yakin banget jika kita (apalagi remaja) dilarang terhadap sesuatu, maka keingin tahuan terhadap sesuatu yang dilarang itu semakin tinggi. Maka tidak menutup kemungkinan juga, ada dari teman-teman yang justru penasaran dengan isi film ini, lalu mencari dan menontonnya. Ya, itu sih wajar saja, dan silahkan saja. Tapi dengan syarat, ketika nonton film itu harus hati-hati, dan jangan sampai termakan nilai-nilai yang ada pada film itu. Gunakanlah daya kritis kalian sebagai orang yang berworldview Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah aku ingin ngasih tau beberapa catatan penting yang perlu kita perhatikan dalam adegan-adegan dan dialog di film ini. Ingat! Kalo aku boleh bilang ya, setiap dialog yang ada dalam film ini, sarat dengan misi filofis tersendiri. Maka kalau kita tidak jeli melihatnya, brabe deh kita jadinya ntar. hehehe...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catataku sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari judul film ini saja sudah terkesan misterius dan terdapat makna tersembunyi di balik itu semua. Judulnya "Cin(T)a". Maksudnya, menceritakan tokoh laki-laki dalam film itu, yang namanya "Cina". Sedangkan huruf "T" yang di dalam kurung apa donk...? Kalo aku berpendapat sih (wallahu'alam), itu salah satu misi kristenisasi. (Bukan maksudku su'udzon ato buruk sangka lho ya...! Tapi ini adalah bentuk kehati-hatian). Huruf "T" adalah lambang salib. Mengapa aku ber[endapat demikian? Pertama, karena sutradara dari film ini sendiri adalah seorang Kristen, yang sangat kental dengan kekristenannya. Kedua, Cina yang menjadi tokoh utama dalam film itu memang beragama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Film itu sangat tidak adil terhadap Islam. Maksudnya, dari segi penokohannya, Cina dilambangkan sebagai orang yang sangat alim dan konsisten terhadap agamanya. Sedangkan si Annisa, tokoh wanitanya yang beragama Islam, digambarkan bukan sebagai muslimah yang konsisten terhadap agamanya. Mengapa demikian? Karena Annisa di dalam film ini diperankan sebagai artis. Sehingga dengan alasan itulah, oleh sutradara ia tidak dipakaikan jilbab, membuka aurat, dan bebas bersentuhan, berdekatan, dan berpegangan tangan dengan laki-laki. Yah, aku akui sih, itu memang salah satu kecerdasa sutradara dalam film ini. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghina terhadap nama Annisa yang diambil dari Al-Qur'an. Ini terdapat dalam dialog ketika Cina ditanya nama aslinya oleh Annisa. Cina menjawab kalau nama dia itu memang Cina. Terus Annisa nyeletuk "Tega banget ya bokap loe, udah tau cina, masih dikasih nama Cina...!" Lantas si Cina itu menjawan dengan cerdar pernyataaan Annisa itu. Dan malah menyerang balik dengan berkata, "Udah tau perempuan, malah dikasih nama Annisa." Tidak hanya sampai di situ, dalam dialog itu juga terdapat penghinaan terhadap nama surat Annisa sebagai surat di Al-Qur'an yang sangat sadis dan tidak tolerir dengan wanita, karena di dalam surat Annisa terdapat ayat yang menganjurkan untuk memukul wanita. Ini distorsi penafsiran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meremehkan Tuhan. Ini terdapat dalam dialognya si Cina yang mengatakan, "Emang arsitek itu suka berasa Tuhan, makanya tidak terpikirkan kalau ada rancangan yang lebih baik!" Coba kalian pahami dan teliti benar-benar di kalimat ini! Kalimat ini menunjukkan kalau Tuhan itu tidak kuasa. Ini dapat dibuktikan dengan mafhum mukhalafahnya. Seperti ini, "Emang arsitek itu suka berasa Tuhan, makanya tidak terpikirkan kalau ada rancangan yang lebih baik. Artinya rancangan tuhan itu belum tentu baik, karena ada rancangan lagi yang lebih baik dari Tuhan!" Kalo ada yang salah dalam pemaham aku di poin ini, tolong kasih komen dan kritikannya aja ya...! Kali aja kan kali sependapat dengan statment itu. hehehe...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Neraka disamakan dengan perumahan atau permukiman kumuh. Ini terdapat dalam dialog Annisa ketika makan bakso dengan Cina di pinggiran permukiman yang kumuh. Lantas aku bertanya-tanya, emang neraka masih seenak permukiman kumuh ya...? Wah, kalu gitu gak serem amat sih neraka. hehehehe....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dialog Annisa yang mengandaikan kejadian yang sudah terjadi dan cenderung meremehkan dakwahnya Nabi Muhammad SAW. Annisa mengatakan, "Tuhan itu sangat sutradara banget! Kalau Allah ketemu Nabi Muhammad zaman sekarang, pasti bikinnya film". Alasan dari statment Annisa itu adalah, generasi kita tidak mempan dikasih tulisan, karena kita adalah generasi yang get philosofi in the movie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengajarkan untuk tidak konsisten dengan ajaran agama. Ini terdapat dalam dialog Annisa yang ngomong, "Tuhan gue aja berani gue khianatin, apalagi loe ntar!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sangat meremehkan agama. Salah satu buktinya terdapat dalam dialognya si Cina, yang mengatakan bahwa agama itu murah harganya, hanya seharga lima ribuan, dan dapat dibeli di tiap simpang. Ini secara tidak langsung mengasumsikan bahwa pindah agama itu boleh dan mudah sekali dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengurangi kekuasaan Tuhan. Ini terdapat dalam dialognya Annisa yang mengatakan, "Kalo gitu mengapa Tuha menciptakan Ateis? Capek tau disembah dan dipuji setiap orang dan setiap saat". Sejak kapan Tuhan bisa capek...? Lagian juga kebesaran Tuhan itu kan bukan karena ibadah umatnya. huuuhhh...! Ada ada aja tuh Annisa...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tuhan dianggap mengkotomi dan cenderung membeda-bedakan manusia. Ini terdapat dalam dialognya Cina ketika ditanya oleh Annisa: "Emang Tuhan suka yang kayak apa?" Jawab Cina "Yang IP-nya di atas 3". Cina juga bilang kalau hanya dia dan Tuhan saja yang bisa cinta kepada Annisa bukan karena kecantikannya, tapi karena Annisa kaya! Wah, kalo gitu, Tuhan gak seneng sama yang miskin donk....? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Cina meremehkan hukum Islam. Ini terdapat dalam adegan ketika Annisa secara bercanda menempeleng muka si cina, dan Annisa bilang kalau dalam agamanya diajarkan, jika kamu ditampar pipimu, maka kamu balas juga dengan menampar pipinya. Namun kemudian Cina menjawab, "Semangat balas dendam dicampur dengan semangat menyalahin orang lain." Dia tambahkan bahwa hukur seperti itu tidak bisa menciptakan perdamaian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Semangat pluralisme agama yang sangat jelas. Terdapat dalam perkataan Annisa yang bilang, "Kenapa Tuhan ciptakan kita beda-beda, kalau Allah hanya mau disembah sengan satu cara?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Lagi-lagi meremehkan Tuhan. Ini dari perkataan Annisa lagi ketika menyanggah perkataan si cina dengan mengatakan, "Siapa sih loe, coba nyelesaiin konflik agama di dunia? Tuhan aja gak bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Adegan berdoa sebelum makan yang dilakukan Cina dan Annisa sangat kental juga dengan pluralisme. Annisa berdoa seperti ini, "Tuhan yang kami sebut dengan berbagai naman. dan yang kami sembah dengan berbagai cara" ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Penyalahgunaan ayat Al-Qur'an beserta penafsirannya. Di dalam adegan film itu dibacakan ayat ke-62 dari Surah Al-Baqarah yang menyatakan bahwa umat Islam, Yahudi, Nasrani, dan Shobi'in bisa masuk surga dengan amal baik. Ayat ini memang salah satu ayat andalan bagi kalangan yang gencar menyuarakan pluralisme agama. Padahal sudah banyak ulama yang mengupas habis mengenai tafsiran dari ayat ini. hehehe...! Udah lagu lama tuh...! hahaha..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Annisa turut merayakan natal bersama Cina. Meskipun Annisa menyatakan dalam dialognya kalau Natal itu tidak ada dalam Islam, dan orang Kristen itu dianggap salah oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Menyindir Islam yang melarang kapitalis. Cina said, "Mak...! Kapitalis pun gak boleh sama agama kau..!? Bisa penuh ntar neraka kau...!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Menyudutkan umat Islam di Indonesia, dengan menyuarakan berita yang mengupas tentang pengeboman terhadap gereja-geraja pada malam Natal, yang disinyalir dilakukan oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bahkan film ini sangat tidak nasionalis. Cina menganggap konsep Pancasila telah gagal untuk merukunkan umat beragama di Indonesia, yaitu dengan menurunkan lambang Garuda Pancasila yang terpampang di dinding kamarnya. Oh iya, selain itu ya, nih film juga ternyata tidak mengakui SBY dan Boediono sebagai pemimpin negara kita. Buktinya, foto dia tuh yang dipacang mendampingi Garuda Pancasila. hehehe...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Di ending cerita ini, bau-bau Ateisme sangat keciuman sekali. Cina mengatakan, "Lebih baik gak usah ada Tuhan. Gak usah ada agama!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu sih yang baru bisa aku dapatkan dari film Cin(T)a itu. Mungkin teman-teman lain bisa menambahkannya. Dan yang terpenting, kalo kamu nonton film ini, hati-hati banget ya dengan setiap dialog yang ada dalam film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh itu aja...!&lt;br /&gt;Thanks atas perhatiannya.&lt;br /&gt;Kalo ada teman-teman yang gak setuju dengan pendapat aku di atas.&lt;br /&gt;Silahkan kasih komen aja di noteku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8368744218531494909?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8368744218531494909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8368744218531494909&amp;isPopup=true' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8368744218531494909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8368744218531494909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/05/bahaya-film-cinta.html' title='Bahaya Film &quot;Cin(T)a&quot;'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/TAFAZgUy1KI/AAAAAAAAALo/ACCgUY9qdP4/s72-c/cinta-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2896057577264313200</id><published>2010-05-04T12:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T12:48:04.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Bhinneka dan Ujian Liberalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S-B52OAV0rI/AAAAAAAAALg/0xUokKXicG4/s1600/garuda-pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S-B52OAV0rI/AAAAAAAAALg/0xUokKXicG4/s320/garuda-pancasila.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467503920007205554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;/span&gt;--Sudah menjadi maklumat umum bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman yang sangat tinggi, baik keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, norma masyarakat, bahkan sampai watak dan karakteristik setiap penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki 17.667 buah pulau, baik besar maupun kecil. Sebagian besar adalah perairan, sedangkan luas wilayah daratannya hanya 735.000 mil persegi (seluas Alaska). Di sekian banyak pulau yang ditempati penduduk Indonesia tersebut, terdapat lebih dari 300 kelompok etnis dan 50 bahasa yang sangat berbeda. Dan sistem sosialnya juga berbeda-beda, dari desa-desa kecil yang terpencil sampai kepada kota-kota metropolitan yang besar dan maju. Maka wajar saja kalau negara kita ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, beraneka ragam namun satu jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semboyan ini sesungguhnya sudah sangat mewakili gambaran masyarakat Indonesia. Meski keberagaman itu banyak sekali, namun semuanya itu masih tetap berada di bawah satu atap, yaitu negara Republik Indonesia. Keragaman yang ada bukanlah suatu hambatan bagi masyarakat Indonesia untuk bersosial dan berinteraksi. Ketika semboyan ini diserukan, seketika itu juga jiwa persatuan itu tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi permasalahannya tidak hanya sampai di situ saja. Ternyata di balik semboyan ini juga tersirat suatu peringatan yang penting bagi masyarakat Indonesia agar selalu menjaga integritas bangsa. Dengan kata lain, sebenarnya semboyan tersebut sangatlah sensitif terhadapat keutuhan tanah air. Jika keberagaman tersebut tidak dapat dijembatani dengan baik, maka dengan mudahnya masyarakat Indonesia akan pecah. Terbukti dengan kasus bercerainya Timor Timur dari NKRI, adanya Gerakan Aceh Merdeka (GAM), perang suku yang terjadi di Sambas, kericuhan antara umat Islam dan Kristen di Poso, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini menjadi catatan dan perhatian yang serius bagi kita semua. Keutuhan NKRI bagaimanapun harus tetap dijaga dan dipertahankan. Namun bukan berarti untuk mempertahankannya itu, kita harus mengorbankan keberagaman yang ada. Bukan berarti juga keberagaman itu yang menjadi sebab utama perpecahan yang ada. Karena keberagaman yang ada memang sudah menjadi sunnatullah. Bahkan dengan adanya perbedaan tersebut, bisa menjadikan rahmat bagi umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian liberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang keberagaman yang ada di Indoneisa, khususnya keberagaman budaya, tengah menghadapi ujian yang cukup besar. Ujian itu datang melalui arus yang diberi nama dengan liberalisasi. Arus ini seolah menawarkan solusi yang tepat untuk mengatasi keberagaman tersebut. Kebebasan menjadi alternatif persamaan atas perbedaan. Sebab inilah mengapa liberalisasi itu dikatakan sebagai ujian bagi keberagaman Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan liberalisasi tidak hanya sebagai ujian saja bagi kebhinekaan nusatara, namun lebih dari itu ia juga menjadi pengkhianat bagi kultur budaya Indonesia. Liberalisasi telah menjadi musuh dalam selimut bangsa. Salah satu buktinya adalah ketika RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi dilayangkan, banyak para liberalis yang mengatasnamakan keberagaman budaya untuk menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesekan budaya Indonesia dengan budaya Barat sudah sejak lama muncul. Yaitu ketika mulai masuknya kolonial bangsa Barat ke Indonesia. Bangsa Barat ketika menjajah Indonesia, tentu saja tidak hanya karena mengeksplorasi rempah-rempah atau kekayaan alam Indonesia belaka. Di samping itu juga terdapat visi lain, yaitu penyebaran ajaran kepercayaan dan kebudayaan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia yang hidup di zaman kolonial ini tentu sangat merasakan bagaimana gesekan budaya pribumi dengan budaya Barat itu terjadi. Dengan kekuasaannya, Barat sangat mudah memaksakan budaya dan pemikirannya kepada masyarakat Indonesia. Hasilnya adalah modernisasi adat dan budaya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang seharusnya menjadi pertanyaan mendasar bagi kita adalah, apakah cocok budaya dan pemikiran Barat itu jika diterapkan pada masyarakat Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kultur Barat dan Indonesia sangat berbeda. Kultur Barat dengan kapitalismenya memiliki sifat seperti berikut; adanya minat yang tinggi terhadap hal yang baru, adanya semangat berpetualang dalam mengusahakan hal-hal yang baru tersebut, tingginya individualisme, dan pengagungan kepada materi. Sifat seperti ini tidak mudah untuk ditanamkan di tempat lain. Ibarat suatu bibit tanaman, maka sifat-sifat yang ada pada Barat ini membutuhkan lahan yang sesuai dengannya, agar ia bisa tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lahan itu cocok dengan bibitnya, maka setidaknya ada persyaratan yang harus dimiliki. Salah satu syarat untuk lahan tersebut adalah, adanya suatu suatu kelas yang kuat dari kaum urban yang terdiri dari orang-orang yang relatif bebas serta mandiri. Namun sayangnya Indonesia belum memiliki kelas seperti itu. Seperti realita sekarang, di Indonesia masih memiliki keragaman sosial. Konsep pemerintahan yang menjadi faktanya. Ada pemerintahan kota, ada juga pemerintahan desa. Dan keragaman seperti ini telah melekat dengan budaya Indonesia, serta masuk dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti untuk menguatkan pendapat ini adalah kebijaksanaan kolonial Belanda di bidang perdagangan pada abad ke-17 dan ke-18, bahkan di abad ke-19, hanya mampu membawa sedikit perubahan di bidang kehidupan ekonomi. Kebijakan ekonomi Belanda ternyata tidak mampu mengubah struktur sosial masyarakat Indonesia secara berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya ini sudah cukup untuk membuktikan kalau budaya pemikiran Barat itu tidak cocok jika diterapkan di Indonesia. Negara ini bukan lahan yang pantas bagi bibit-bibit Barat seperti liberalisme. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kultur Barat dan Indonesia, yang menyebabkan ketidakcocokan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada catatan penting yang harus disampaikan di sini. Kolonialisme Barat ternyata masih belum berakhir. Sampai sekarang gaungnya masih dapat didengarkan, meskipun masih sayup-sayup. Jika dulu kolonialisme adalah dengan cara pendudukan pemerintahan dan mengambil segala kekayaan alam yang ada di Indonesia, namun sekarang gerakan kolonialisme itu berbentuk ekspansi pemikiran Barat ke dalam masyarakat kita. Akan tetapi tujuan utama dari kolonialisme kuno dan sekarang tetap sama, yaitu menguasai negara dan dunia. Jika itu di Indonesia, niscaya ia akan mengusai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di sinilah letaknya peranan kebudayaan beragam Indonesia dalam membasmi bibit-bibit Barat yang kolonialis dan liberalis. Keragaman budaya ini jangan mau dirasuki begitu saja oleh paham-paham seperti ini. Konsep pemikiran Barat seperti liberalisme itu bukan malah menjadi perantara untuk menjembatani kebhinnekaan Indonesia, akan tetapi justru menjadi bumerang yang nantinya menimbulkan kekacauan Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu’alam&lt;/span&gt;.[www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2896057577264313200?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2896057577264313200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2896057577264313200&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2896057577264313200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2896057577264313200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/05/bhinneka-dan-ujian-liberalisme.html' title='Bhinneka dan Ujian Liberalisme'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S-B52OAV0rI/AAAAAAAAALg/0xUokKXicG4/s72-c/garuda-pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-7089303809090224626</id><published>2010-03-31T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T03:19:23.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Pengantar Studi Sejarah Filsafat Yunani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S7Mhnf-jnnI/AAAAAAAAALY/YlDO54jijH8/s1600/democritus.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S7Mhnf-jnnI/AAAAAAAAALY/YlDO54jijH8/s320/democritus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454740536158297714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari filsafat merupakan sesuatu yang penting. Karena dengan mengetahui filsafat, dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana pemikiran filosof yang banyak berperan dalam kebudayaan dan bahkan hukum. Ini sudah menjadi maklumat umum bahwa pemikiran adalah landasan segala-galanya yang di atasnya dibangun berbagai macam tingkah laku manusia, hingga itu menjadi kebiasaan yang menjadi kebudayaan, dan akhirnya sampai kepada sebuah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai filsafat, tentunya tidak terlepas dari perbincangan mengenai Yunani. Karena di sinilah filsafat itu berkembang pesat. Dan salah satu hal yang sangat penting dalam mempelajari filsafat Yunani adalah dengan mengetahui sejarahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Yunani adalah kumulatif dari filsafat masyarakat relegius yang ada di Yunani dan Roma pada zaman dulu. Teori-teori filsafat yang ada pada masyarakat Yunani mulai muncul dan berkembang pada akhir abad ke-7 SM. Sedangkan munculnya filsafat pada masyarakat Roma dimulai dari abad ke-2 SM sampai pada abad ke-6 M.&lt;br /&gt;Filsafat kuno tidak terlepas dari perkembangan pengetahuan para filosofnya. Ini telah terbentuk berdasarkan asas pengetahuan umum, matematika, fisika, dan beberapa bentuk pengetahuan lainnya yang telah masuk ke dalam Yunani. Dan juga terhadap nilai-nilai yang ada dalam cerita-cerita zaman dulu pada seni dan sya’ir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Yunani telah berkembang ke berbagai kota, dari pesisir selatan Asia Kecil, sampai ke Italia Selatan dan kota-kota pesisir di Sicilia, dan juga di Yunani itu sendiri pada abad ke-5 SM. Dan ini telah menjadi pusat kegemilangan filsafat pada abad ke-6 dan ke-5 SM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya filsafat Yunani berkembang pada masa Iskandaria dari Makedonia di abad ke-4 SM. Ini berada di bawah kekaisaran Romawi Timur. Sedangkan filsafat Romawi kuno sendiri mulai muncul pada abad ke-2 dan ke-1 SM, pada masa kekaisaran Romawi sampai masa keruntuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian sejarawan filsafat meyakini bahwa perbudakan sangat mungking sekali menjadi sebab pembagian antara pertanian dan industri. Keadaan seperti ini telah menciptakan peradaban kuno yang gemilang, yaitu peradaban Yunani. Bahkan kalau tidak karena perbudakan tersebut, maka niscaya tidak akan ada negara Yunani, kesenian Yunani, sampai kekaisaran Romawi sakalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, filsafat Yunani ini memainkan peranan penting dalam perkembangan pemikiran filsafat. Ini akan diketahui lebih jauh dalam studi filsafat Yunani.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-7089303809090224626?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/7089303809090224626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=7089303809090224626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7089303809090224626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7089303809090224626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/03/pengantar-studi-sejarah-filsafat-yunani.html' title='Pengantar Studi Sejarah Filsafat Yunani'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S7Mhnf-jnnI/AAAAAAAAALY/YlDO54jijH8/s72-c/democritus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8553945902823779251</id><published>2010-01-22T05:18:00.001-08:00</published><updated>2010-01-22T05:21:19.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Menyikapi Perbedaan dalam Perspektif Historis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S1mmNIGn3RI/AAAAAAAAALQ/BBxxqjh4NQQ/s1600-h/hands.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S1mmNIGn3RI/AAAAAAAAALQ/BBxxqjh4NQQ/s320/hands.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429553570215615762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang terjadi di zaman Sahabat masih dalam ruang lingkup untuk kemaslahatan Islam. Setiap masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Sadzali&lt;br /&gt;[www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEWASA ini umat Islam menghadapi berbagai macam tantangan yang cukup berat. Selain tantangan eksternal seperti perang pemikiran dan peradaban, tantangan internal juga ikut menggerayangi tubuh umat Islam. Bahkan tantangan dari dalam inilah yang sebenarnya sangat berbahaya. Salah satunya adalah isu perbedaan yang sekarang ini --bagi sebagian besar kita-- masih belum dapat menyikapinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri lagi, banyaknya berbagai golongan dan bahkan aliran yang ada dalam tubuh Islam sekarang ini memicu kontroversi tersendiri di kalangan kita, khususnya umat Islam di Indonesia. Tengok saja perdebatan yang sering terjadi antara sesama Muslim. Satu golongan menyalahkan golongan yang lainnya. Satu kelompok merasa hanya kelompoknya sajalah yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka serasa sangat penting sekali jika kita mencoba membuka mata dan pikiran kita lagi dalam menyikapi perbedaan-perbedaan tersebut. Umat Islam sekarang harus pandai dalam menanggapi kondisi umat seperti ini, di tengah panasnya temperatur perang pemikiran dan musuh-musuh Islam yang berada dalam selimut. Untuk itulah tulisan ini mencobanya memberikan pencerahan berpikir dalam menanggapi itu semua dari perspektif sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Perbedaan itu merupakan hal yang lumrah adanya. Karena pada dasarnya setiap manusia itu diciptakan oleh Allah dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan antara satu dengan yang lainnya. Ada yang diberikan Allah kepandaian dan kecerdasan yang baik dalam memahami ajaran agama Islam, namun ada juga yang tidak. Dari kalangan sahabat Rasulullah dulu, ada yang diberikan Allah hafalan yang kuat sehingga dapat menghafal wahyu Al-Quran dan hadist Rasulullah, ada juga yang hafalannya kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah SAW, perbedaan pun juga sudah terjadi. Namun setiap perbedaan pendapat dan permasalahan umat yang muncul dapat langsung diselesaikan melalui beliau. Pada masa Rasulullah ini sumber utama ajaran Islam hanyalah Al-Quran dan Sunnah Nabawiah. Oleh karena itulah tidak ada masalah internal berarti yang dapat mewarnai kehidupan umat Islam ketika itu. Tentu saja ini salah satu kelebihan bagi umat yang hidup di zaman tersebut, sehingga tidak salah lagi apabila generasi Sahabat tersebut diberi julukan generasi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ketika Rasulullah telah tiada, maka beberapa perbedaan di kalangan umat Islam ketika itu telah bermunculan. Mulai dari masalah pemerintahan, sampai akhirnya berujung kepada aliran keagamaan sendiri dalam Islam. Pada masa Sahabat ini, rujukan umat Islam adalah Al-Quran, Sunnah Nabawiah, ijma', dan ra'yu. Dua rujukan terakhir ini adalah salah satu bentuk untuk menyikapi berbagai perbedaan pendapat yang ada di kalangan Sahabat, selain adanya permasalahan yang baru muncul yang tidak dibahas dalam Al-Quran dan Sunnah Nabawiah. Namun meskipun demikian, tentu saja yang menjadi rujukan utama dan landasan dari dua rujukan terakhir tetap Al-Quran dan Sunnah Nabawiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Islamiyah di masa Sahabat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Perluasan wilayah Islamiyah ini adalah salah satu faktor adanya beberapa perbedaan di kalangan Sahabat. Perbedaan adat dan kultur masyarakat dari tempat yang berbeda-beda itulah sebab utamanya. Kultur Arab yang sangat kental pada masyarakat Madinah, berbeda dengan kultur masyarakat Iraq yang ketika itu masih terpengaruh dengan budaya Persia, dan berbeda juga dengan kulturnya masyarakat Mesir dan Syam yang masih menyimpan nilai-nilai budaya Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perbedaan yang terjadi di antara Sahabat akibat dari faktor tersebut masih dalam ruang lingkup untuk kemaslahatan umat Islam. Dan perbedaan yang terjadi ketika itu pun sangat sedikit sekali. Salah satu sebabnya karena para Sahabat masih banyak yang berada di Madinah, khususnya di zaman Khalifah Abu Bakar ra dan Khalifah Umar ibn Khathab ra, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Tabi'in, wilayah Islam semakin luas lagi. Tentu saja semakin beragam pula kultur umat Islam yang melatarbelakanginya. Maka wajar  ketika masa ini berkembang madrasah yang saling berbeda metode pengambilan hukumnya, khususnya dalam penggunaan ra'yu, yaitu Madrasah Ahlul Hadist di Madinah dan Madrasah Ahlul Ra'yi di Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor penyebab berkembangnya Madrasah Ahlul Hadist adalah pengaruh yang diterima Tabi'in dari para Sahabat seperti Zaid ibn Tsabit dan Abdullah ibn Umar. Sedangkan Madrasah Ahlul Ra'yi mendapat pengaruh dari Abdullah ibn Mas'ud yang telah lama bermukim di Kufah sejak zaman Khalifah Umar ibn Khathab ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak ke masa Tabi'at tabi'in, kajian ilmu fikih dan berbagai cabang ilmu lainnya mencapai puncak kegemilangannya. Di mana pada masa inilah banyak ulama Mujtahid bermunculan. Sebagai contoh, munculnya berbagai macam mazhab fikih. Tentu saja perbedaan dalam ijtihad lebih beraneka ragam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat yang muncul di kalangan ulama terdahulu, sebenarnya hanya berkisar pada masalah furu'iyah atau cabang-cabang fikih saja. Itu pun disebabkan metode yang mereka gunakan untuk mengambil hukum fikih tersebut berbeda-beda. Misalnya dalam menentukan suatu hukum yang belum ada dibahas dalam Al-Quran dan Hadist, Imam Malik mengedepankan perbuatan penduduk Madinah, karena menurut beliau segala sesuatu yang berkenaan dengan cara beribadah penduduk Madinah tidak mungkin kalau bukan hasil dari melihat perbuatan Rasulullah yang diturun-temurunkan generasi ke generasi. Berbeda dengan Imam Syafi'i yang lebih mengedepankan Ijma' (kesepakatan para ulama) setelah Al-Quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas gambaran perjalanan perbedaan-perbedaan pendapat dalam Islam. Intinya agama Islam itu satu, dan tidak ada berbagai macam jenis Islam yang lainnya. Sedangkan perbedaan pendapat dan golongan itu adalah bentuk dari pengembangan pemikiran Islam. Namun perlu digarisbawahi bahwa perbedaan-perbedaan tersebut hanya dalam ranah furu'iyah saja. Jika kemudian perbedaan yang berkembang justru menjurus kepada perbedaan akidah dan tauhid, maka tentu saja dalam hal ini kebenaran atau yang haq itu harus kita kedepankan. Karena batasan dan rambu-rambu yang digambarkan Islam dalam wilayah tauhid dan akidah itu sudah sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang mencoba untuk mengubah rukun Iman dan rukun Islam, maka ini harus kita perangi. Jika ada yang mengatakan Al-Qur'an hanyalah produk budaya, ini pun juga harus kita perangi. Jika ada yang memperbolehkan perkawinan homoseksual, pemikiran seperti ini jelas telah menyimpang dari koridor yang telah ditentukan Islam. Namun cara memeranginya pun juga harus baik. Jika kita diserang dengan pemikiran seperti itu, maka untuk membalasnya tentu saja juga dengan pemikiran juga, bukan malah dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal seperti ini yang terwujud di antara umat Islam di Indonesia sekarang ini, maka serasa indah Islam itu  dijalankan. Penilaian-penilaian negatif tentang Islam dan perpecahan, Islam dan kekerasan, hingga Islam dan terorisme, harus segera kita hentikan. Caranya yaitu dengan membangun kembali image Islam yang cinta damai, yang profesional dalam menanggapi segala perbedaan. Image itu akan tumbuh tergantung bagaimana kita menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan kita. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahua 'lam&lt;/span&gt;.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar, Kairo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8553945902823779251?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8553945902823779251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8553945902823779251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8553945902823779251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8553945902823779251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/01/menyikapi-perbedaan-dalam-perspektif.html' title='Menyikapi Perbedaan dalam Perspektif Historis'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S1mmNIGn3RI/AAAAAAAAALQ/BBxxqjh4NQQ/s72-c/hands.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-7661006705652773922</id><published>2010-01-13T13:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T13:42:11.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Bocoran “Soal” Ujian Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S049GrosLOI/AAAAAAAAALI/C6ahj1K6kq8/s1600-h/Ujian.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S049GrosLOI/AAAAAAAAALI/C6ahj1K6kq8/s320/Ujian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426341786029927650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ujian Nasional bukan merupakan barang baru lagi bagi siswa dan siswi di Indonesia. Meski sempat beberapa kali berubah nama, namun substansinya tetap sama. Yaitu sebagai standarisasi kelulusan siswa se-Indonesia. Karena UN mungkin dianggap satu-satunya jalan terbaik untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Buktinya sampai detik ini UN masih eksis dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekian tahun berjalan. Mulai dari saya SD sampai sekarang duduk di bangku kuliah, pendidikan Indonesia tetap gitu-gitu aja. Alih-alih mau memperbaiki pendidikan, malah kenakalan remaja yang mengatasnamakan dirinya pelajar semakin meraja lela. Sampai-sampai Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang lagi dilanda krisis yang sangat memalukan dan mengkhawatirkan melebihi krisis ekonomi global, yaitu krisis akhlak dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini, maka sudah sepatutnya kita tanyakan kepada diri kita sebagai pengenyam pendidikan ala Indonesia, benarkah sengan sistim pendidikan seperti ini, kita itu betul-betul dididik? Seberapa banyak pendidikan yang di dapat di lembaga “pendidikan” Indonesia? Dan kalaupun ada, seberapa membekaskah pendidikan itu, hingga kita akan selalu berperilaku baik? Atau jangan-jangan yang terjadi di lembaga “pendidikan” Indonesia itu hanya transformasi informasi saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada masalah UN. Akhir-akhir ini banyak kalangan yang menyuarakan sekaligus mempertanyakan kembali efesiensi dan manfaat UN. Karena mengingat hasil yang diperoleh dari UN itu sampai sekarang masih belum mencapai tujuan, yaitu standarisasi pendidikan. Malahan yang ada justru “dikotomi” pendidikan antara sekolah-sekolah di perkotaan dengan sekolah yang terletak di pelosok-pelosok daerah. Bagaimana tidak, dengan fasilitas dan kemampuan tenaga pengajar yang berbeda-beda di tiap sekolah dan daerah, standarisasi kelulusan siswa justru lebih dulu “dipaksakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, jelas-jelas hasil yang diperoleh dari UN sungguh sangat tidak memuaskan, lantas mengapa UN tetap dipertanyakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya sebatas analisa, namun kecendrungan adanya permainan bisnis dan tander besar dari pengadaan UN ini sepertinya bisa menjadi sebab utama untuk menjawab pertanyaan di atas. Contoh kecilnya “bisnis” pensil 2B dan penggaris ujian, jika itu diwajibkan kepada seluruh siswa-siswi se-Indonesia, apakah itu bukan sumber duit? Belum banyaknya dana yang habis untuk kepanitiaan, sosialisasi, pengawasan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita pikirkan dengan akal sehat kita yang sesehat-sehatnya, apakah mungkin dan pantas kelulusan siswa-siswi yang belajar 3 tahun bahkan lebih, hanya ditentukan dengan 5 mata pelajaran? Hanya ditentukan dalam waktu 3 hari ujian? Hanya ditentukan berdasarkan hitam di atas putihnya lembar jawab? Tidakkah penilaian moral lebih penting dari nilai ujian? Tidakkah pendidikan itu lebih diutamakan dari pengajaran?&lt;br /&gt;Jika jawabannya tidak, maka sebaiknya lembaga “pendidikan” Indonesia dirubah namanya menjadi lembaga pengajaran dan transformasi informasi saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir, apakah sebenarnya memang sudah tidak ada lagi jalan lain yang lebih baik untuk memajukan pendidikan di Indonesia selain dengan cara UN?&lt;br /&gt;Saya rasa jawabannya tentu saja ada. Dan pastinya orang-orang “pintar” di atas sana lebih mengetahuinya. Hanya saja mereka masih belum tergerak untuk melakukan reformasi pendidikan di negara kita tercinta ini. Semoga saja pendidikan kita semakin baik.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu’alam&lt;/span&gt;[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-7661006705652773922?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/7661006705652773922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=7661006705652773922&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7661006705652773922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7661006705652773922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/01/bocoran-soal-ujian-nasional.html' title='Bocoran “Soal” Ujian Nasional'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S049GrosLOI/AAAAAAAAALI/C6ahj1K6kq8/s72-c/Ujian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3582405891506558324</id><published>2010-01-10T22:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T22:49:16.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Hermeneutika Tak Bisa Menggantikan Tafsir Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0rJ4aFjtFI/AAAAAAAAALA/PgJPgJZnIag/s1600-h/hermeneutics_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0rJ4aFjtFI/AAAAAAAAALA/PgJPgJZnIag/s400/hermeneutics_thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425370672033674322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hermeneutis (pengaplikasi hermeneutika) tidak segan-segan memberikan tuduhan yang negatif kepada para ulama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Sadzali*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah sumber dan rujukan utama dalam ajaran-ajaran agama Islam sehingga sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk berpegang teguh kepada Al-Quran. Karena jelas, Al-Quran adalah wahyu yang diturukan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Namun pada praktek penerapannya, kita sangat membutuhkan sebuah metodologi agar dapat menguraikan maksud dari ayat-ayat Al-Quran. Metodologi tersebut adalah tafsir Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir berasal dari kata fas-sa-ra. Secara etimologis dapat diartikan ‘keterangan atau penjelasan yang menerangkan maksud dari suatu lafazh’. Seperti yang telah disinggung dalam Al-Quran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.” [al-Furqaan: 33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, tafsir dapat didefinisikan sebagai ilmu yang membantu memahami Kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan menggunakan metode dan aturan-aturan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdurrahman Al-Baghdadi, menafsikan Al-Quran haruslah dengan cara yang sesuai dengan Al-Quran itu sendiri. Yaitu dengan tekstual, dan bukan dengan kontekstual (sesuai dengan situasi dan konsisi). Kemudian kita juga harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dikemukakan oleh Al-Quran, yaitu dengan mempelajarinya secara ijmal (garis besar) sehingga hakikat yang dikemukakan oleh Al-Quran itu tampak jelas. Selain itu juga kita harus mempelajari dari segi lafazh dan maknanya sesuai dengan ketentuan bahasa Arab dan keterangan Rasulullah SAW. Dan untuk memahami ayat-ayat kauniah, kita juga membutuhkan wawasan khusus tentang ilmu pengetahuan (sains) yang berkembang dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Al-Quran adalah Risalah Ilahiah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, maka orang tidak akan mungkin dapat memahami semua isinya secara benar kecuali melalui apa yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam As-Sunnah (Al-Hadits). Seperti yang telah dijelaskan oleh Allah bahwa Al-Quran diturunkan kepada Rasul-Nya untuk dijelaskan ayat-ayatnya kepada manusia, sebagaimana yang termaktub dalam firman-Nya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “…Dan Kami turunkan az-zikr (Al-Quran) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan (isi kandungan Al-Quran).” [an-Nahl: 44]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain orang yang ingin menafsirkan Al-Quran harus menguasai As-Sunnah, yang dalam hal ini adalah memahami sepenuhnya nash (teks) As-Sunnah, memahami setiap ide dan setiap hukum yang terkandung di dalamnya dan mengetahui tujuan yang dimaksud oleh kata-katanya, bukan hanya sekedar hafal susunan kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai di situ. Masih banyak lagi ketentuan-ketentuan lain yang wajib kita ikuti untuk dapat menafsirkan Al-Quran. Seperti mengetahui dan memahami kisah-kisah sejarah di dalam Al-Quran atau berita tentang berbagai umat manusia pada zaman dulu yang bersumber dari Rasulullah. Kemudian kita juga harus mengetahui berbagai ilmu yang mendukung metode tafsir seperti ilmu Tauhid, ilmu Fiqih, ilmu I’rab (gramatika), ilmu Balaghah, ilmu sejarah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar ketentuan semacam itu akhirnya akan melahirkan tafsir Al-Quran yang benar-benar baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan produk dari tafsir itu sendiri tidak akan keluar dari koridor-koridor ajaran Islam. Sehingga Al-Quran tetap dapat diterapkan di setiap tempat dan zaman (fi kulli makan wa zaman) tanpa harus mengubah hukum-hukum yang telah qoth’i dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermeneutika sebuah tawaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan gencarnya arus gerakan orientalis dan musuh-musuh Islam dalam selimut untuk mengguncang tatanan ajaran Islam, maka metode tafsir Al-Quran ini mulai dikritisi dan dicitrakan buruk. Misalkan pencitraan terhadap orang yang tekstuil dalam memahami Al-Quran adalah kolot, tradisionalis, dan statis. Atau dengan mengatakan bahwa penafsiran Al-Quran yang ada ini masih relatif kebenaranya. Sehingga masih memungkin penafsiran-penafsiran yang lebih bebas dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh Badarus Syamsi dalam artikelnya di situs islamlib.com. “Jangan berharap bahwa penafsiran dan upaya pemahaman atas Islam akan sempurna betul, karena kesempurnaan adalah suatu hal yang relatif,” tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya anggapan semacam itu, pada akhirnya mereka seakan mengajukan suatu metode lain untuk menafsirkan Al-Quran. Metode yang mereka ajukan tersebut adalah metode hermeneutika, suatu metode yang biasanya digunakan untuk menafsirkan Bibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hermeneutika sebagai sebuah metode interpretasi sangat relevan kita pakai dalam memahami pesan Al-Quran agar subtilitas inttelegendi (ketepatan pemahaman) dan subtilitas ecsplicandi (ketepatan penjabaran) dari pesan Allah bisa ditelusuri secara komprehensif. Maksudnya, pesan Allah yang diturunkan pada teks Al-Quran melalui Nabi Muhammad itu tidak hanya kita pahami secara tekstual, juga bisa kita pahami secara kontekstual dan menyeluruh dengan tidak membatasi diri pada teks dan konteks ketika Al-Quran turun”, tulis Ahmad Fuad Fanani, aktifis Jaringan Islam Libaral [JIL], dalam sebuah artikelnya yang berjudul Metode Hermeneutika Untuk Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak gayung bersambut, beberapa Perguruan Tinggi Islam seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, UIN Bandung, UIN Yogyakarta, dan sebagainya, kini telah menetapkan hermeneutika sebagai mata kuliah wajib di Jurusan Tafsir Hasits. Para mahasiswa diarahkan untuk menulis skripsi/tesis dengan menggunakan metode hermeneutika, dan bukan dengan ilmu tafsir klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis memang, ketika produk ilmu dari khazanah kita sendiri diabaikan dan produk orang lain diagung-agungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, istilah hermeneutika ini merujuk kepada seorang tokoh mitologis dalam mitologi Yunani yang terkenal dengan nama Hermes. Ia bertugas sebagai dewa yang menyampaikan pesan-pesan Dewa kepada manusia. Dari tradisi Yunani ini, akhirnya hermeneutika berkembang menjadi metodologi penafsiran Bibel, yang selanjutnya dikembangkan lagi oleh para teolog dan filosof di Barat sebagai metode penafsiran secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibel yang sifatnya sebagai “teks manusiawi” sangat memungkinkan menerima berbagai metode penafsiran hermeneutika, dan menempatkannya sebagai bagian dari dinamika sejarah. Ini tentunya sangat berbeda dengan sifat Al-Quran yang otentik dan final, sehingga Islam memang bukan bagian dari dinamika sejarah. Islam telah sempurna dari awal. Dan Islam tidak berubah sejalan dengan perkembangan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketidakcocokan ini dipaksa untuk diterapkan, maka yang terjadi adalah penyelewengan terhadap ajaran Islam itu sendiri. Jika hermeneutika diterapkan dalam tafsir Al-Quran, maka yang secara otomatis Al-Quran akan ditempatkan sebagai produk budaya (muntaj tsaqafi), tidak lagi sebagai wahyu suci yang mempunyai kesakralan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk yang dihasilkan dari hermeneutika  adalah suatu paham relativisme yang menganggap tidak adanya tafsir yang tetap. Semua tafsir dianggap produk akal manusia yang felatif, kontekstual, temporal, dan personal. Dengan hermeneutika, hukum Islam memang menjadi tidak ada ada yang pasti. Contohnya, hukum tentang perkawinan antaragama. Dalam Islam, jelas muslimah diharamkan menikah dengan laki-laki non-Muslim. Tapi karena hukum ini dipandang bertentangan dengan hak asasi manusia dan tidak sesuai dengan zaman, maka harus diubah. Agama tidak boleh menjadi faktor penghalang bagi perkawinan. Sehingga pada akhirnya hukum perkawinan antaragama menjadi sesuatu yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hermeneutis (pengaplikasi hermeneutika) juga tidak segan-segan memberikan tuduhan yang negatif kepada para ulama Islam. Seperti yang terjadi pada kasus kritikan terhadap Imam Syafi’i. Dalam buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina, Imam Syafi’i dituduh sebagai orang yang membelenggu pemikiran fiqih sehingga tidak berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi dampak negatif dari penerapan hermeneutika pada tafsir Al-Quran. Jika metodologi ini dibiarkan begitu saja menjamur di kalangan cendikiawan umat Islam khususnya pada Perguruan Tinggi Islam di Indonesia, maka yang terjadi adalah pendekonstruksian ajaran-ajaran Islam secara besar-besaran. Akhirnya lulusan Perguruan Tinggi Islam bukannya menjadi ulama di masyarakat, melainkan malah menjadi orang yang nomor satu mengkritisi khazanah keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak menginginkan hal seperti itu terjadi. Kita harus berusaha melestarikan dan mengembangkan khazanah keislaman yang sudah dibangun kokoh oleh para pendahulu kita. Namun perlu diingat, melestarikan bukan berarti statis, dan mengembangkan bukan berarti liberal. Semuanya ada batasan dan koridornya. Dan Islam, sangat indah mengaturnya. Wallahu’alam. [www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Koordinator Kajian SIT (Study of Islamic Thought) Kairo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3582405891506558324?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3582405891506558324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3582405891506558324&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3582405891506558324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3582405891506558324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/01/hermeneutika-tak-bisa-menggantikan.html' title='Hermeneutika Tak Bisa Menggantikan Tafsir Al-Quran'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0rJ4aFjtFI/AAAAAAAAALA/PgJPgJZnIag/s72-c/hermeneutics_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4305666542096520206</id><published>2010-01-05T00:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T00:31:07.682-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>“I think, therefore I am”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0L3lHfc2XI/AAAAAAAAAK4/rEdHMngBDIg/s1600-h/Descartes.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0L3lHfc2XI/AAAAAAAAAK4/rEdHMngBDIg/s320/Descartes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423169118345681266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang belum pernah dengar kata-kata ini? Tentunya kalimat ini sudah sangat popular sekali di kalangan pemikir dan filosof. Yups, itulah kalimat yang menjadi filsafat hidup Descartes. Dengan itu dia telah menancapkan sebuah revolusi filsafat di Eropa, yang beranggapan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali kepastian itu hanya akan didapat melalui pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Descartes sering dijuluki sebagai "Penemu Filsafat Modern. Salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Pemikirannya telah menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, dan membawa mereka kepada filsafat rasionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak dan perhatikan saja secara mendalam makna yang terkandung dalam kalimat pendek tersebut. “Aku berpikir, maka aku ada”, merupakan sebuah pengagungan yang besar kepada akal dan logika manusia. Seakan logika dapat berkreasi tanpa batas. Tidak ada rambu-rambu yang dapat membatasinya. Sedangkan jika ada yang tidak sesuai dengan logika tersebut, maka itu bisa dikatakan mustahil, tidak rasional, tidak pasti, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat semacam inilah yang lantas banyak mempengaruhi Barat dalam kehidupannya. Hingga akhirnya pemikir Barat gagal dalam menemukan konsep Tuhan secara akal. Logika mereka tidak sampai untuk menemukan hakekat Tuhan sesungguhnya. Dan dampak dari itu, akhirnya Barat tidak dapat menemukan tujuan hidup mereka. Kehidupan yang penuh dengan kegemerlapan itu ternyata hanya hampa, karena tidak ada tujuan. Moto hidup mereka menjadi, “hidup untuk dinikmati” saja. Tanpa ada pemikiran apalagi persiapan untuk kehidupan setelah kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu'alam!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4305666542096520206?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4305666542096520206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4305666542096520206&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4305666542096520206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4305666542096520206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/01/i-think-therefore-i-am.html' title='“I think, therefore I am”'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0L3lHfc2XI/AAAAAAAAAK4/rEdHMngBDIg/s72-c/Descartes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-5254699423525021041</id><published>2010-01-04T04:12:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T04:24:36.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Antara Jiwa dan Raga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0Hd_r7QzTI/AAAAAAAAAKw/iuieq23osNQ/s1600-h/sujud1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0Hd_r7QzTI/AAAAAAAAAKw/iuieq23osNQ/s320/sujud1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422859512523574578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, jiwa dan raga selalu satu. Paradigma yang ada pun akhirnya juga demikian. Tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raga. Keduanya sama-sama menjadi unsur yang penting bagi manusia. Keduanya sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu adakah yang lebih penting di antara kedua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya tentu saja ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa merupakan sesuatu yang abstrak dalam diri manusia. Sedangkan raga sebaliknya, yaitu kongkrit, jelas, dan nyata. Gerak jiwa tidak dapat kita amati dengan panca indra. Sedangkan gerak raga sudah pasti dapat diamati. Namun meski gerak jiwa itu tidak dapat diamati secara panca indra, namun ia dapat dirasakan. Bahkan jiwa itulah yang sebenarnya menjadi penggerak dan motorik bagi raga.&lt;br /&gt;Jika demikian, jiwa adalah sebuah substansi yang ada dalam diri manusia. Substansi itu kemudian dituangkan menjadi raga. Namun ternyata juga tidak semua raga itu dapat merepresentasikan substansi diri kita. Ada jiwa yang hanya ada dalam jiwa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam analogi lain, kehidupan kehidupan dunia adalah kongkrit. Sedangkan kehidupan setelah dunia, yaitu akhirat sifatnya masih abstrak. Mana yang lebih penting antara kehidupan dunia dan akherat? Tentu saja akherat lebih penting bukan? Akhirat merupakan substansi dari kehidupan. Karena ia adalah tujuan akhir hidup ini. Maka, jiwa yang memiliki karakteristis yang sama dengan akhirat tentu saja lebih penting daripada raga. Walaupun sebenarnya jiwa itu bukan akhirat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan orang yang cacat fisik! Apakah dia tidak punya hati, tidak punya cinta, dan rasa? Tentu saja masih punya. Meski ada orang yang tidak diberikan anugrah penglihatan –misalnya- oleh Allah, tetapi Dia tetap memberikan hati atau jiwa. Intinya, semua manusia pasti memiliki jiwa, namun tidak semuanya memiliki raga yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jiwa itu lebih penting daripada raga.&lt;br /&gt;Wallahu’alam[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-5254699423525021041?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/5254699423525021041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=5254699423525021041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5254699423525021041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5254699423525021041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2010/01/antara-jiwa-dan-raga.html' title='Antara Jiwa dan Raga'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/S0Hd_r7QzTI/AAAAAAAAAKw/iuieq23osNQ/s72-c/sujud1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8246629977084450765</id><published>2009-12-31T03:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T03:20:25.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Sekilas Tentang Pluralisme Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SzyI4lNhRYI/AAAAAAAAAKg/6OcZgv5O16Y/s1600-h/Pluralisme+Agama.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SzyI4lNhRYI/AAAAAAAAAKg/6OcZgv5O16Y/s320/Pluralisme+Agama.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421358557090104706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tantangan bagi umat Islam sekarang adalah gencarnya arus pluralisme agama. Yaitu, ideologi yang meyakini bahwa semua agama itu sebenarnya adalah sama, semuanya benar, dan ada hakekatnya Tuhan semua agama itu satu. Pluralisme agama ini, terlebih dalam Islam, sangat berbahaya sekali. Karena itulah disebut sebagai tantangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pluralisme agama bisa menjadi sebuah bahaya, khususnya bagi Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ideologi yang secara singkat singkat telah dijelaskan di atas, dapat mengusik tatanan konsep akidah Islam yang sudah final. Dalam Islam, konsep yang paling mendasar adalah konsep Kalimat Syahadah, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Maka ketika konsep ini dimasuki ide-ide pluralisme, berarti juga mengakui adanya Tuhan selain Allah, yaitu Tuhan-tuhan agama lain. Dan kalau ada keyakinan bahwa semua Tuhan itu sebenarnya sama, namun panggilan Tuhan itu saja yang berbeda-beda, maka sama saja dengan menyamakan Allah dengan Tuhan –buatan- lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini dilarang keras dalam Islam. Dan pemikiran seperti ini tidak jauh berbeda dengan pemikiran yang dimiliki orang kafir. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kemudian orang-orang kafir itu menyama-nyamakan (makhluk yang mereka sembah) dengan Tuhan mereka.” Keyakinan dan tindakan sesat inilah yang dikenal sebagai syirik dan tidak aneh jika merupakan dosa yang paling besar. Para pelaku syirik itu akan mengakuinya sendiri di Akhirat nanti, “Demi Allah, kami dulunya betul-betul berada dalam kesesatan yang nyata! (Yaitu) ketika kami menyamakan kalian (yang kami sembah) itu dengan Tuhan seru sekalian alam!”&lt;/span&gt; (QS. Asy-Syu’ara': 98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, pemikiran atau ide pluralism ini masih saja ada yang menggandronginya. Lebih parah lagi, mereka itu orang Islam itu sendiri. Terkadang mereka berdalih pluralisme sebagai salah satu bentuk toleransi umat beragama. Padahal antara toleransi dengan pluralisme sangat jauh berbeda, dan tidak ada kaitan satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apakah orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan buruk itu mengira bahwa Kami akan jadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal shalih, baik yang hidup maupun yang mati? Alangkah buruk penilaian mereka!”&lt;/span&gt; (QS. Al-Jâtsiyah: 21.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu'alam&lt;/span&gt;[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8246629977084450765?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8246629977084450765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8246629977084450765&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8246629977084450765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8246629977084450765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/12/sekilas-tentang-pluralisme-agama.html' title='Sekilas Tentang Pluralisme Agama'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SzyI4lNhRYI/AAAAAAAAAKg/6OcZgv5O16Y/s72-c/Pluralisme+Agama.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4794666556072251164</id><published>2009-12-21T13:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T13:59:59.851-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Apakah Ilmu Itu Sugesti?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sy_uwrB59bI/AAAAAAAAAKY/YQFDjzGtgUM/s1600-h/wisuda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sy_uwrB59bI/AAAAAAAAAKY/YQFDjzGtgUM/s320/wisuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417811396701844914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sekarang sudah sampai pada peradaban ilmu pengetahuan yang modern. Berbagai macam cabang ilmu pengetahuan dikembangkan, yang tidak lain hanyalah untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Tujuannya adalah agar kehidupan manusia lebih hidup dan berarti. Agar segala bentuk kemudahan dalam hidup hadir di depan mata kita. Karena bukan suatu bentuk kemodernan jika tidak ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbukti begitu pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. Bahkan tanpa ilmu, manusia tidak akan dapat bertahan hidup. Karena segala sesuatunya untuk hidup di dunia ini harus berlandaskan dengan ilmu. Hal itu telah terlihat sejak pertama kalinya kita menangisi dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan berani bertindak untuk melakukan sesuatu setelah adanya ilmu tentang sesuatu itu dulu. Dan kalaupun ada yang melakukan percobaan tanpa landasan ilmu terlebih dahulu, maka tujuannya pun tidak lepas untuk ilmu. Bukankan awal dari percobaan itu adalah penasaran, dan penasaran itu bertujuan untuk pengetahuan?&lt;br /&gt;Nah, ketika setiap perbuatan itu atas landasan dan untuk ilmu, maka apakah ilmu itu sebuat sugesti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari positif maupun negatifnya jawaban atas pertanyaan di atas tadi, yang terpenting kita sendiri sebenarnya dapat menilai hal itu. Jawaban itu ada pada diri kita sendiri. Kita lah yang dapat membuktikannya. Tidak perlu praktek secara khusus, bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita telah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telah mengetahui jawab dari pertanyaan tersebut, lalu adakah kemungkinan kita akan meninggalkan pekerjaan mulia menuntut ilmu? Akankan proses penuntukan ilmu itu akan terhenti secara formal saja? Maka, benarlah adanya perkataan Rasullah SAW, bahwa kita harus menuntut ilmu dari buayan sampai liang lahat. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4794666556072251164?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4794666556072251164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4794666556072251164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4794666556072251164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4794666556072251164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/12/apakah-ilmu-itu-sugesti.html' title='Apakah Ilmu Itu Sugesti?'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sy_uwrB59bI/AAAAAAAAAKY/YQFDjzGtgUM/s72-c/wisuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2098002494812460968</id><published>2009-12-16T02:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T02:08:33.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>Coretan Persahabatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyixmZod3VI/AAAAAAAAAKQ/bfPvCAkCguI/s1600-h/friendship2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyixmZod3VI/AAAAAAAAAKQ/bfPvCAkCguI/s320/friendship2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415773825186782546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;memang serasa indah&lt;br /&gt;keindahannya mungkin melibihi pesona cleopatra&lt;br /&gt;keindahan itu tidak hanya dirasakan panca indra,&lt;br /&gt;tetapi juga terasa di jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sobat!&lt;br /&gt;tak ada yang lebih berharga dari hanya sekedar harta&lt;br /&gt;selain sahabat&lt;br /&gt;tak ada yang lebih mempesona dari hanya sekedar pantai kuta&lt;br /&gt;selain sahabat&lt;br /&gt;tak ada yang lebih berguna dari hanya sekedar jasa&lt;br /&gt;selain sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sobat!&lt;br /&gt;aku ingin tali ini diikat dengan simpul mati&lt;br /&gt;simpul yang kuat, yang selalu terikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sobat!&lt;br /&gt;karena kalian lah aku kuat&lt;br /&gt;karena kalian lah aku semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin persahabatan ini selalu ada&lt;br /&gt;untuk selamanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;cairo, 26 september 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2098002494812460968?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2098002494812460968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2098002494812460968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2098002494812460968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2098002494812460968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/12/coretan-persahabatan.html' title='Coretan Persahabatan'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyixmZod3VI/AAAAAAAAAKQ/bfPvCAkCguI/s72-c/friendship2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-811855869471386933</id><published>2009-12-11T12:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T12:34:17.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Pesona Wanita Shalehah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyKswtEcfuI/AAAAAAAAAKA/q_vkKNh3P-E/s1600-h/ukhti.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyKswtEcfuI/AAAAAAAAAKA/q_vkKNh3P-E/s320/ukhti.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414079654784696034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Seperti indahnya pelangi yang menghiasi sore hari, begitulah mungkin perumpamaan wanita sebagai penghias dunia ini. Dan bahkan lebih penting dan berarti lagi dari hanya sekedar perhiasan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya dunia ini tanpa adanya wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata Rhoma Irama dalam lagunya, “hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga”. Cinta itu ibarat seorang wanita. Bisa dikatakan wanita adalah sumber inspirasi cinta. Boleh jadi seandainya tidak ada wanita, maka tidak ada cinta. Ya, mungkin begitulah jika para pujangga berbicara tentang korelasi antara cinta dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lantas wanita yang bagaimanakah yang benar-benar bisa menjadikan hidup kita ini indah, yang dapat menghiasi setiap alunan nafas kita, menemani setiap detak jantung kita sehingga berbuah menjadi sebuah tasbih kepada Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka jawabanya termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya:&lt;br /&gt; "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tolak ukur wanita itu bisa dikatakan shalehah atau tidak adalah ketaqwaannya. Dan kadar ketaqwaannya itu menetukan tingkat keshalehah wanita tersebut. Sedangkan ketaqwaan itu sedikit banyaknya dapat dinilai dari seberapa besar ketaatannya dalam menjalankan ajaran-ajaran Allah, dan dalam menjauhi segala larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak poin yang tentunya dapat diamalkan dalam rangka menjadi wanita yang shalehah. Baik poin itu berupa “reques “ dari Al-Qur’an, maupun dari kaum yang menyukai wanita itu sendiri, yaitu kaum Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketaatan yang akan membungkusi keshalehan tersebut tertuang dalam poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh wanita. Seperti yang tertuang dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara prinsip, wanita shalihah adalah wanita yang selalu istiqomah untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pesona kemuliaannya bukan dari perhiasan dan aksisoris yang dia gunakan. Sebaliknya, ia selalu menjaga kecantikan dirinya supaya tidak berbuah menjadi fitnah bagi orang lain dan dirinya sendiri. Ini sangat penting dilakukan, karena kecantikan sewaktu-waktu menjadi energi positif, dan bisa juga di waktu yang lain menjadi energi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun ketika ia memiliki keterbatasan fisik, wanita shalehah tidak akan kecewa dan sakit hati terhadap karunia Allah tersebut. Bahkan ia masih dapat bersyukur dengan apa yang ada. Kepribadiannya yang baik yang akan merubah dirinya menjadi lebih indah dan menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak wanita yang dalam kehiudpannya bisa sukses, atau yang sering kita sebut dengan wanita karir. Tapi itu semua tidak akan menjamin keshalihannya. Kita tidak dapat hanya mengukur dari kesuksesan dalam karirnya saja, tanpa mengabaikan kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan dalam mengurus rumah tangga, kesuksesan dalam mendidik anak-anaknya, dan bahkan kesuksesan dalam menempatkan dirinya sendiri sebagai Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pandangan tentang wanita shalehah ini tentunya bersifat umum. Baik itu ditujukan kepada wanita yang sudah berkeluarga, maupun bagi wanita yang belum berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagi remaja Muslimah, untuk menjadi wanita shalehah membutuhkan komitmen yang tinggi. Lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang menunjang. Lingkungan dalam bergaul sangat besar sekali dalam menentukan perkembangan kepribadian remaja. Bahkan bisa dikatakan bahwa remaja adalah produk lingkungan. Baik itu lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keshalehan seorang remaja Muslimah menjadi harga mati dalam kehidupan rumah tangga, jika ia berkeluarga kelak. Karena dia lah yang menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, sebagai contoh, pembentuk suasana keluarga yang harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak hanya sampai di situ. Wanita shalehah juga merupakan kunci penting dalam menentukan kebaikan dan kemajuan suatu bangsa. Sering sekali kita mendengan istilah, “Di belakang pemimpin yang hebat, ada wanita yang luar biasa”. Bahkan wanita adalah tiang negara. Ya, kenyataanya memang benar demikian. Laki-laki tanpa wanita tidak akan jadi apa-apa. Berapa banyak laki-laki yang mendapatkan motivasi untuk bekerja dan berbuat dari wanita? Berapa banyak para bapak yang selalu bersemangat kerana istrinya yang shalehah? Kita tidak bisa memungkiri itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sehingga pada akhirnya kita harus bersyukur atas ciptaan Allah yang paling indah ini. Wanita memang sungguh sangat berharga dan tiada taranya. Pengaruhnya sungguh sangat besar. Pesonanya akan selalu bersinar dalam setiap langkah kaki para lelaki.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-811855869471386933?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/811855869471386933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=811855869471386933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/811855869471386933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/811855869471386933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/12/pesona-wanita-shalehah.html' title='Pesona Wanita Shalehah'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SyKswtEcfuI/AAAAAAAAAKA/q_vkKNh3P-E/s72-c/ukhti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1426767433133799375</id><published>2009-10-07T23:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T00:02:29.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lensa'/><title type='text'>Arsitek Islam Klasik (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2OTpiN8LI/AAAAAAAAAJw/BWnKgrMuVNY/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2OTpiN8LI/AAAAAAAAAJw/BWnKgrMuVNY/s400/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390120797250384050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2N0NUaryI/AAAAAAAAAJo/aiEAUIKp5_w/s1600-h/20.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2N0NUaryI/AAAAAAAAAJo/aiEAUIKp5_w/s400/20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390120257100361506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2NVC6XmEI/AAAAAAAAAJg/J7jtbD5T_qg/s1600-h/19.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2NVC6XmEI/AAAAAAAAAJg/J7jtbD5T_qg/s400/19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390119721730807874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2Mu0qPuCI/AAAAAAAAAJY/UbXgFtMVn0w/s1600-h/18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2Mu0qPuCI/AAAAAAAAAJY/UbXgFtMVn0w/s400/18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390119065070057506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2Mf_x6xEI/AAAAAAAAAJQ/XYq2CpQGRU0/s1600-h/17.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2Mf_x6xEI/AAAAAAAAAJQ/XYq2CpQGRU0/s400/17.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390118810356991042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2LI1YJsCI/AAAAAAAAAJI/1mWQtDfZblY/s1600-h/16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2LI1YJsCI/AAAAAAAAAJI/1mWQtDfZblY/s400/16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390117312915943458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2KrpjkR5I/AAAAAAAAAJA/4fGPWhummk0/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2KrpjkR5I/AAAAAAAAAJA/4fGPWhummk0/s400/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390116811526391698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2KTqu75jI/AAAAAAAAAI4/4_GFP1FKaOA/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2KTqu75jI/AAAAAAAAAI4/4_GFP1FKaOA/s400/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390116399525652018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Foto-foto ini saya ambil di Masjid Sultan Hasan, Masjid Rifa'i, dan Masjid Ibnu Thulun yang terletak di Syaidah 'Aisyah, Mesir.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1426767433133799375?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1426767433133799375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1426767433133799375&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1426767433133799375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1426767433133799375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/arsitek-islam-klasik-3.html' title='Arsitek Islam Klasik (3)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2OTpiN8LI/AAAAAAAAAJw/BWnKgrMuVNY/s72-c/13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8800655507802592044</id><published>2009-10-07T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T23:40:47.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Memaknai Bencana Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2JZLjLuUI/AAAAAAAAAIw/mZ_hIDmuIaE/s1600-h/gempa-bumi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2JZLjLuUI/AAAAAAAAAIw/mZ_hIDmuIaE/s320/gempa-bumi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390115394722445634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Sadzali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamor Indonesia sebagai negara yang akrab dengan bencana alam sudah tidak diragukan lagi. Betapa tidak, rutinitas bencana terus berjalan dan berkesinambungan layaknya episode dalam sinetron. Tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati ini sekarang telah menjadi sebuah ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, karena ia bisa datang kapan saja dan di mana saja tanpa ada dugaan atau perhitungan sebelumnya. Suasana senang menikmati indahnya bumi Khatulistiwa, bisa saja setiap saat berubah menjadi suasana sedih dan menakutkan ketika melihat banyaknya korban berjatuhan dan rumah serta gedung yang runtuh oleh dahsyatnya getaran bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bila semua ini telah terjadi, lalu apakah kita hanya bisa diam menerima keadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak. Tentunya kita tidak bisa hanya tinggal diam dengan musibah yang menimpa kita. Paling tidak kita akan menanyakan, "Mengapa semua ini bisa terjadi?". Namun dari pertanyaan yang simpel itulah sebenarnya kita akan tahu apa yang selanjutnya harus kita perbuat? Dan apa yang ke depannya harus kita perbaiki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam menaggapi bencana atau memaknainya, semua orang tentu memiliki perspektif yang beragam. Ada yang memaknainya sebagai azab dan siksa dunia, ada juga menganggapnya sebagai ujian dan cobaan, ada juga yang menyikapinya sebagai peringatan atau teguran kepada kita semua, dan bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai manfaat dan keuntungan. Itu semua tergantung pada individu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun tentunya kita sebagai Muslim dan masyarakat Indonesia yang umumnya beragama Islam, merasa bahwa bencana alam itu adalah sebuah cobaan dan peringatan dari Allah SWT. Kita yakin kalau cobaan ini bisa kita lewati dengan baik, maka kadar keimanan kita akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Apakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan ”Kami beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?  Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS Al-Ankabut: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu kita juga yakin kalau ini adalah peringatan keras dari Allah atas kelalaian kita selama ini. Allah memperingati kita dengan bencana ini agar kita  kembali kepada-Nya, jangan seperti orang-orang terdahulu yang telah melakukan kemungkaran terhadap-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka, tatakala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi, tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu; lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Yunus: 22-23).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bagi mereka yang tertimpa musibah tersebut, maka tidak ada kata lain selain kata sabar. Tanpa kesabaran, maka untuk menerima semua ini sungguhlah berat. Dalam psikologi manusia, kehilangan keluarga, orang-orang tercinta, dan harta benda bukanlah hal yang mudah. Sedih dan beban mental sudah menjadi fitrah manusia, namun kesabaranlah yang akan membuktikan kualitas taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah: 153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saatnya sekarang kita benar-benar melakukan perubahan yang nyata. Dari kemungkaran kepada ketaqwaan, dari kemusyrikan kepada keimanan. Sudah terlalu banyak orang yang berbicara tentang hikmah di balik bencana, sudah terlalu sering tulisan yang mengangkat tema hikmah dari bencana, tapi kalau itu semua hanya seperti angin lalu, maka apalah artinya. Wallahu a'alam. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8800655507802592044?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8800655507802592044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8800655507802592044&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8800655507802592044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8800655507802592044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/memaknai-bencana-indonesia.html' title='Memaknai Bencana Indonesia'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Ss2JZLjLuUI/AAAAAAAAAIw/mZ_hIDmuIaE/s72-c/gempa-bumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6264267861782243811</id><published>2009-10-04T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T22:59:38.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lensa'/><title type='text'>Arsitek Islam Klasik (2)</title><content type='html'>Sudah saatnya kita bangga sekaligus melestarikan produk budaya dari peradaban kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Foto-foto ini saya ambil di Masjid Sultan Hasan, Masjid Rifa'i, dan Masjid Ibnu Thulun yang terletak di Syaidah 'Aisyah, Mesir.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmK92u3CNI/AAAAAAAAAIo/UwPg8jO40oU/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmK92u3CNI/AAAAAAAAAIo/UwPg8jO40oU/s400/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388991224394221778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKr7A-3lI/AAAAAAAAAIg/NcyH4CF1P4g/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKr7A-3lI/AAAAAAAAAIg/NcyH4CF1P4g/s400/11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388990916306329170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKUgBa1wI/AAAAAAAAAIY/N-axtzWqJzg/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKUgBa1wI/AAAAAAAAAIY/N-axtzWqJzg/s400/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388990513923413762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKGRF_r-I/AAAAAAAAAIQ/y6QesYYr7LA/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmKGRF_r-I/AAAAAAAAAIQ/y6QesYYr7LA/s400/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388990269397905378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmJ7tuWEnI/AAAAAAAAAII/RZDEpIljIDQ/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmJ7tuWEnI/AAAAAAAAAII/RZDEpIljIDQ/s400/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388990088104776306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmJUZndKcI/AAAAAAAAAIA/qaaTlVYr7yk/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmJUZndKcI/AAAAAAAAAIA/qaaTlVYr7yk/s400/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388989412692273602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6264267861782243811?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6264267861782243811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6264267861782243811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6264267861782243811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6264267861782243811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/arsitek-islam-klasik-2.html' title='Arsitek Islam Klasik (2)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsmK92u3CNI/AAAAAAAAAIo/UwPg8jO40oU/s72-c/12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3424544795448039360</id><published>2009-10-04T22:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T22:43:57.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Kejahilan Pemikiran dan Tantangan Intelektual Islam</title><content type='html'>&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt;  &lt;div class="article-meta"&gt;    &lt;span class="createdate"&gt;    Wednesday, 26 August 2009 13:24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    Kejahilan Pemirikan adalah soft strategy yang masuk ke dalam tubuh Islam dan menyerangnya dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Ahmad Sadzali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/liberal_thumb.gif" mce_src="/images/stories/liberal_thumb.gif" width="300" align="right" height="224" /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Lagi-lagi khazanah intelektual Islam diserang. Ini memang bukan kali pertamanya. Dalam sejarahnya, sudah banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh para missionaries lewat gerakan imperialisnya. Mulai dari adopsi peradaban Islam beserta khazanah keilmuannya, sampai kepada misi missionaris yang dilancarkan ke berbagai negara-negara berpenduduk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran missionaris agama di negara-negara Islam adalah suatu gerakan yang komlpeks yang terselubung dalam gerakan-gerakan kebudayaan, bantuan atau aktivitas lainnya. Kegiatan ini bisa berjalan lancar karena mendapat dukungan kaum kapitalis Barat. Dan para sejarawan telah mencatat bahwa gerakan ini dibungkus dalam bentuk kebijakan imperialisme dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya gerakan missionaris ini hanya mengandalkan kekuatan dan tenaga sumber daya manusia. Namun dengan berkembangnya zaman, gerakan ini pun berkembang lebih sistimatis. Meraka membentuk lembaga-lembaga dan berbagai organisasi. Aeten Sezar, seorang penulis Turki telah mengemukakan mengenai hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada abad ke17 masehi, gereja Katolik Roma yang memiliki kekuasaan atas pemerintahan Eropa, mendirikan Kementerian Propaganda Agama di Vatikan dengan mendirikan dan mengembangkan agama kristen di dunia. Bersamaan dengan gerakan ini, sekolah propaganda agama asing telah dibangun di Paris dengan pembiayaan dari kementrian tersebut. Berbagai institusi juga telah didirikan di Jerman, Perancis, dan Belgia disertai dengan aktivitas misionaris yang berpengaruh. Dalam rangka propaganda ini pula, sekolah-sekolah baru turut didirikan untuk memberikan latihan yang lebih baik kepada misionaris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang arus missionaris itu sangat masih terasa sekali. Meski sekarang sudah tidak dalam bentuk gerakan imperialis. Sekarang misi-misi itu terus dilancarkan lewat berbagai isme, seperti liberalisme, sekularisme, feminisme, maupun pluralisme. Paham-paham ini gencar disebarkan. Namun yang lebih menyedihkan, paham ini disebarkan melalui para intelektul-intelektul Muslim.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal tersebut sampai terjadi?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu akibat dari adopsi peradaban yang kebablasan. Pada awalnya ini sama seperti yang dilakukan Barat ketika zaman kejayaan ilmu pengetahun Islam dulu. Ketika itu Barat begitu terpesona dengan kemajuan Islam di segala bidang. Dari bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya, perdagangan, sampai kepada arsitektur. Dari pesona yang dipancarkan Islam itu, membuat Barat tertarik untuk mempelajari Islam. Akhirnya banyak orang-orang Barat yang datang ke nagara-negara Islam yang menjadi pusat kejayaan pengetahuan dan budaya waktu itu seperti Baghdad, Cordova dan Kairo  untuk mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang lumrah adanya. Suatu peradaban yang tertinggal belajar kepada peradaban yang sudah maju. Sehingga dapat belajar banyak dari peradaban tersebut. Seperti yang dilakukan Barat dulu terhadap peradaban Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Barat telah berubah menjadi peradaban yang pesat. Berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi telah dikembangkan di sana. Sementara dunia Islam yang ketika zaman khalifah Mansyur, Harun Al-Rasyid dan Al-Makmun telah mencapai kejayaannya, sedikit demi sedikit luntur. Jatuhnya peradaban Islam tersebut sangat jelas terlihat sejak abad ke-13 sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya kembali spirit untuk memajukan peradaban Islam memang patut diacungi jempol. Seperti perahu terbalik, sekarang Barat telah memberi pesona kemajuannya di bidang ilmu pengetahun dan teknologi kepada dunia Islam. Kemajuan pesat Barat ini telah menjadi magnet kuat untuk menarik umat Islam untuk belajar di Barat. Sehingga banyak umat Islam yang pergi ke beberapa negara maju Eropa dan Amerika untuk belajar berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, science, filsafat, dan bahkan belajar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah adanya gesekan atau bahkan perang peradaban antara Islam dan Barat saat ini, ternyata situasi seperti ini membawa keuntungan besar kepada Barat. Perang peradaban ini telah membangkitkan kembali semangat missionaris Barat untuk menghancurkan Islam. Seakan ini adalah Perang Salib episode modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang missionaris Henry Martyn (18 February 1781 - 16 October 1812) mengatakan; "Aku datang untuk menemui ummat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta." Ia juga pernah mengatakan bahwa Perang Salib telah gagal. Karena itu, untuk “menaklukkan” dunia Islam perlu dengan resep lain: gunakan kata, logika, dan kasih. Bukan dengan kekuatan senjata atau kekerasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam memang terlalu kuat untuk diserang dengan kekuatan senjata. Karena umat Islam memiliki satu senjata ampuh yang tidak dimiliki umat agama lain, yaitu semangat jihad dan mati syahid. Oleh karena itu stategi yang diterapkan mereka untuk menghancukan Islam tidak lagi dengan mengangkat senjata. Melainkan dengan kekuatan logika dan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah masuk ke dalam tubuh Islam dan menyerangnya dari dalam. Ini adalah soft strategy yang telah banyak mengecoh umat Islam. Mereka mempelajari Islam untuk menyelewengkan ajaran Islam itu sendiri. Mereka mengembangkan Islamic study di Barat, sehingga menarik intelektual Muslim untuk belajar kepada mereka. Dengan demikian mereka dapat mentransfer paham mereka kepada para intelektul Muslim yang belajar kepada mereka tersebut. Sehingga paham pemikiran mereka dengan cepat mempengaruhi pemikiran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sengaja membuat paradigma bahwa peradaban Barat itu telah berjaya dan maju di segala bidangnya. Sementara itu Islam hanyalah peradaban yang ketinggalan zaman. Dengan paradigma tersebut akhirnya umat Islam merasa terpacu untuk meneliti mengapa Islam demikian? Adakah yang salah di dalam Islam? Sehingga akhirnya muncul wacana-wacana untuk memperbaharui Islam. Tapi sayangnya wacana-wacana pembaharuan itu kini menjadi momok bagi umat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar Liberalisme&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, indikasi itu telah muncul sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Muhammad Tahir Djalaluddin (1869-1956) adalah murid Muhammad Abduh yang paling berjasa dalam ide pembaharuan Islam pertama di Indonesia. Melalui majalahnya al-Imam, Djalaluddin menyebarkan ide-ide pembaharuan Islam Timur Tengah di Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sempat redup ketika memasuki zaman kemerdekaan Indonesia, di tahun 1970-an ide-ide liberal ini kembali dilanjutkan oleh Nurcholish Madjid. Dan tak ketinggal Harun Nasution juga turut membawa wacana pembaharuan Islam ini. Dia bahkan telah merubah kurikulum IAIN se-Indonesia dari Ahlus Sunnah ke Mu’tazilah sejak tahun 1975-an. Ide liberalisme ini terus berlanjut sampai kepada berdirinya suatu gerakan terang-terangan Islam liberal pada bulan Maret 2001 yang diusung oleh Ulil Abshar Abdala dan menamakan gerakannya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus liberal ini tak kunjung redup. Padahal liberalisme dalam penerapannya sangat berbahaya terhadap umat Islam. Ini adalah senjata pemusnah massal untuk merusak Islam dengan semboyan-semboyannya kebebasan berpikir dan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalian dengan liberalisme, arus feminisme, sekularisme, dan pluralisme juga sangat terasa derasnya. Beberapa waktu lalu, umat Islam kembali dihebohkan dengan terbitnya buku yang berjudul Faith Without Fear oleh Irshad Manji, seorang Muslimah Kanada yang mendapat label “Feminis Abad 21”. Buku ini telah diterbitkan di beberapa negara seperti Pakistan, Turki, Irak, dan India. Dan sempat dilarang peredarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam salah satu bab bukunya ini tertulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “&lt;i&gt;…Al-Quran menasihati umat Yahudi dan Nasrani untuk tetap tenang. Tidak ada yang perlu mereka ‘takutkan atau sesalkan’ selama mereka tetap setia pada kitab suci mereka. Tetapi di sisi lain, Al-Quran secara terang-terangan menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya ‘keyakinan yang benar’. Aneh, bukan…?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat seperti itu dengan jelasnya tertera untuk melecehkan Al-Qur’an. Bagaimana bisa seorang Muslimah bisa mengatakan bahwa Al-Qur’an itu aneh? Tapi inilah kenyataannya. Kenyataan Islam itu diserang dari dalam. Melalui intelektual Muslim itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya satu contoh dari sekian banyak contoh betapa gencarnya serangan intelektul kepada Islam. Prinsip-prinsip Islam yang telah kokoh, sedikit demi sedikit mulai digoyahkan secara terang-terangan dan kasar. Mushaf Ustmani diserang melalui periwayatannya, melalui penemuan manuskrip lama, dan melalui tafsiran serta kekuatan intelektual. Hermeneutika dimasukkan sebagai metodelogi penafsiran untuk merusak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan bagi intelektul Muslim lebih kompleks lagi. Kemusyrikan dan kemungkaran terus merajalela. Syariat Islam mulai dilecehkan. Sedangkan pergaulan bebas sudah dibudayakan. Liberalisme seakan menjadi trend bagi intelektual muda Muslim. Sekularisme sudah menjamur di dalam sistem pemerintahan. Feminisme semakin gencar untuk menyudutkan Islam dalam memandang wanita. Pembaharuan Islam disalahgunakan untuk rekonstruksi tatanan hukum Islam yang sudah qoth’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, ketika pelak-pelaku ‘kemusyrikan’ dan kemungkaran itu semua berstatus Muslim, pilihannya adalah apakah kita ikut menjadi bagian mereka atau kita ‘melawan’ mereka? Wallahu a’lam.[&lt;b&gt;AS/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" mce_href="http://www.hidayatullah.com"&gt;&lt;i&gt;www.hidayatullah.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3424544795448039360?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3424544795448039360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3424544795448039360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3424544795448039360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3424544795448039360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/kejahilan-pemikiran-dan-tantangan.html' title='Kejahilan Pemikiran dan Tantangan Intelektual Islam'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-5442673961843452490</id><published>2009-10-04T13:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T14:20:45.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lensa'/><title type='text'>Arsitek Islam Klasik (1)</title><content type='html'>Foto-foto ini saya ambil di Masjid Sultan Hasan, Masjid Rifa'i, dan Masjid Ibnu Thulun yang terletak di Syaidah 'Aisyah, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRjD2CW1I/AAAAAAAAAH4/zJ3wizbhXCU/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRjD2CW1I/AAAAAAAAAH4/zJ3wizbhXCU/s400/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388857723150555986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRYP6j7PI/AAAAAAAAAHw/FcDXN1UW_L8/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRYP6j7PI/AAAAAAAAAHw/FcDXN1UW_L8/s400/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388857537412197618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRL84P-2I/AAAAAAAAAHo/3zU87CwNTLM/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRL84P-2I/AAAAAAAAAHo/3zU87CwNTLM/s400/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388857326143798114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRAtlrbsI/AAAAAAAAAHg/Nrt8o23Sk-8/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRAtlrbsI/AAAAAAAAAHg/Nrt8o23Sk-8/s400/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388857133060812482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskQuL_xbDI/AAAAAAAAAHY/gHmeX0lpsWk/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskQuL_xbDI/AAAAAAAAAHY/gHmeX0lpsWk/s400/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388856814805806130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskKcDxPdMI/AAAAAAAAAHA/BWtAqRMx-28/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskKcDxPdMI/AAAAAAAAAHA/BWtAqRMx-28/s400/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388849906289964226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-5442673961843452490?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/5442673961843452490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=5442673961843452490&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5442673961843452490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5442673961843452490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/arsitek-islam-klasik-1.html' title='Arsitek Islam Klasik (1)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SskRjD2CW1I/AAAAAAAAAH4/zJ3wizbhXCU/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3005530562418410475</id><published>2009-10-02T16:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T16:40:20.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lensa'/><title type='text'>Sisi Lain Kehidupan Mesir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaOzSypkNI/AAAAAAAAAGw/STUoEZCRNmk/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaOzSypkNI/AAAAAAAAAGw/STUoEZCRNmk/s400/love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388151016064127186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hiduplah dengan cinta dan jangan sekali-kali mengabaikannya! Karena ia adalah ruh bagi jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaN_kAduzI/AAAAAAAAAGo/5j11SEYjOy0/s1600-h/kakak-adek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaN_kAduzI/AAAAAAAAAGo/5j11SEYjOy0/s400/kakak-adek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388150127332277042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimanapun kehidupan kita, saling membantu adalah suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaNZ6iQZAI/AAAAAAAAAGg/er5X4zYHe4o/s1600-h/anak+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaNZ6iQZAI/AAAAAAAAAGg/er5X4zYHe4o/s400/anak+kecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388149480544560130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senyum persaudaraan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaMTTOpgqI/AAAAAAAAAGY/3bftImSyr7o/s1600-h/orang+tua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaMTTOpgqI/AAAAAAAAAGY/3bftImSyr7o/s400/orang+tua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388148267402494626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang tua pun berjuang mempertahankan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaLtJMcGbI/AAAAAAAAAGQ/w0TADvEh3M4/s1600-h/terlelap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaLtJMcGbI/AAAAAAAAAGQ/w0TADvEh3M4/s400/terlelap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388147611873843634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahkan terlelap dalam bekerja dan membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaLEqqTmgI/AAAAAAAAAGI/0iNFv8WxwXs/s1600-h/nyapu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaLEqqTmgI/AAAAAAAAAGI/0iNFv8WxwXs/s400/nyapu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388146916482849282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pentingnya sebuah kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaKjyTZJFI/AAAAAAAAAGA/liY0SL_xUa8/s1600-h/baca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaKjyTZJFI/AAAAAAAAAGA/liY0SL_xUa8/s400/baca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388146351598543954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu memang sungguh berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaJvUSY3WI/AAAAAAAAAF4/7-NbDwAP2WI/s1600-h/jualan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaJvUSY3WI/AAAAAAAAAF4/7-NbDwAP2WI/s400/jualan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388145450188070242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk hidup harus tetap semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3005530562418410475?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3005530562418410475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3005530562418410475&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3005530562418410475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3005530562418410475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/10/sisi-lain-kehidupan-mesir.html' title='Sisi Lain Kehidupan Mesir'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SsaOzSypkNI/AAAAAAAAAGw/STUoEZCRNmk/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2141926845362205624</id><published>2009-09-20T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T20:45:40.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Antara Intelektual dan Politik</title><content type='html'>Oleh: Ahmad Sadzali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAH satu hal menarik untuk dibicarakan setelah pesta demokrasi adalah peran ulama atau kiai dalam ranah perpolitikan Indonesia. Banyak ulama yang mencoba terjun ke dalam kancah politik, dengan alasan politik sebagai media untuk dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi semacam itu ternyata menjadi sorotan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah ulama benar-benar mampu  berpolitik? Apakah dengan terjunnya ulama dalam bidang politik dapat mengubah suasana perpolitikan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat yang menyatakan agar ulama mundur dari dunia politik, karena  tugasnya mengajarkan agama, pendidikan dan sosial kepada masyarakat. Politik itu kotor, sedangkan agama itu sakral. Jangan sampai mengotori agama yang sakral tersebut dengan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan seperti itulah yang lantas mendorong KH Miftakhul Akhyar, Rais Syuriah PWNU Jatim angkat bicara. Menurutnya, dalam situs Republika Online, 4 Agustus 2009, pernyataan seperti itu harus diwaspadai oleh umat Islam khususnya warga Nahdiyin. Sebab pernyataan seperti itu sekuler yang terselubung, berusaha mengerdilkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kejayaan Islam, peran intelektual sangat besar. Khalifah Islam adalah para pemimpin yang selalu dan sangat memerhatikan masalah ilmu pengetahuan dan keintelektualan. Di belakang khalifah adalah deretan orang yang ahli dalam bidang masing-masing. Maka tak ayal kalau khilafah Islamiyah bisa mencapai kejayaan karena keintelektualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan ulama dahulu sebagai inspirator kemerdekaan Indonesia. Di antaranya HOS Cokroaminoto, Dr Wahidin Sudiro Husodo, Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, Ki Hajar Dewantoro, M Natsir dan sejumlah ulama serta intelektual lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang berusaha untuk memisahkan intelektual dengan politik sebenarnya pendapat yang sekuler. Pendapat yang mengotomi politik itu sendiri. Politik dinilai sebagai sesuatu yang hina, sehingga agama yang sifatnya suci tidak diperbolehkan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi boleh bohong tapi tidak boleh salah, ilmuwan tidak boleh bohong tapi boleh salah adalah jargon yang banyak membuat ilmuwan atau ulama yang terjun di dunia politik kehilangan arah tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal seperti ini terus terjadi dan berkembang di dalam dunia intelektual, maka akan menjadi momok bagi ulama maupun ilmuwan. Akhirnya mereka akan makin jauh dari dunia politik, sehingga terciptalah sebuah negara yang sekuler. Negara yang asas pemikirannya selalu berlandaskan untung dan rugi, tanpa menghiraukan etika dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita perlu mempersandingkan kembali antara intelektual dengan politik, keduanya saling melengkapi. Politik tidak akan terkontrol tanpa adanya kehadiran intelektual. Politik yang busuk adalah politik yang tanpa dilandasi intelektual. Politik dianggap kotor dan kejam karena tidak dikawal dengan intelektual. Jadi kehadiran intelektual dalam dunia politik sangatlah penting. Keduanya tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini Indonesia tengah dilanda krisis politikus yang intelek, sehingga elite politik banyak yang tidak bermoral. Kekuasaan dalam pikirannya hanyalah sebuah alat untuk meraih kenikmatan dunia. Pemilu baginya hanyalah ajang perlombaan antara menang dan kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak bisa disalahkan kalau Indonesia tidak bisa bangkit lagi seperti zaman perjuangan dulu. Tokoh elite politiknya tidak sebobot dengan politikus dulu. Contohnya, Soekarno dan Hatta. Mereka adalah tokoh politik dan juga tokoh intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Indonesia perlu berbenah diri kembali. Indonesia perlu mencetak generasi penerus politikus yang akan memikirkan bangsa dengan politikus yang intelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan pemimpin yang bisa memadukan antara intelektual dan politik, sehingga dapat bangkit kembali dari penjajahan dan keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[banjarmasinpost.co.id/edisi 20 Agustus 2009]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2141926845362205624?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2141926845362205624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2141926845362205624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2141926845362205624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2141926845362205624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/09/antara-intelektual-dan-politik.html' title='Antara Intelektual dan Politik'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2553875558207812459</id><published>2009-08-11T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T00:13:02.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 4)</title><content type='html'>Ini lanjutan debat bagian yang ke-4. Semakin digali pemikirannya, semakin ketahuan letak kerancuan pemikiran tersebut. Ini benar-benar membuktikan pemikiran liberal semacam ini sangatlah berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Keyakinan saya memang relatif sobat, yang mengatakan benarkan saya belum tentu orang lain mengatakan benar, itulah artinya relatif. Bukan begitu sobat???? Seperti dengan Anda yang tidak meyakininya. Berbicara masalah agama, kita harus melihatnya secara umum lebih dulu. Maksudnya adalah agama bukan hanya yang tertera dalam salah satu tertentu, tapi agama itu adalah semua keyakinan manusia, baik yang diciptakan manusia maupun dari Tuhan. Agama yang membolahkan zina??? Nanti saya sebutkan, gue shalat Zuhur dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Wah, bagaimana suatu hal yang bersifat relatif itu bisa menjadi keyakinan? Artinya ada ketidak konsistenan donk dalam keyakinan dan diri Anda...? Sepertinya teman saya ini belum begitu paham apa itu keyakinan...? hahaha...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Konsisten bagi saya, karena saya percaya dan yakin apa yang saya anut. Misalnya saya sekarang meyakini bahwa apa yang saya anut ini benar. Maka saya akan konsisten menjaga keyakinan. Masalah orang percara atau tidak itu terserah mereka, ga' ada yang perlu dipermasalahkan. Karena kebenaran itu relatif. Wong dia ga' meyakini kebenaran yang kita anut kok kita paksa ya ga' bisa, begitu juga sebaliknya sobat. Saya akan konsisten kepad apa yang saya anut, karena saya membenarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Konsisten dalam kerelatifan itu merupakan hal yang nista. Kalau Anda yakin dengan kerelatifan, berarti keyakinan Anda juga relatif. Kalau keyakinan Anda relatif, berarti keyakinan itu bisa berubah-rubah donk..! Apakah itu yang disebut konsisten...? Pahami lagi sobat tentang makna keyakinan itu sendiri. Pemikiran Anda itu telah terjebak dalam Dualisme...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Sorry baru jawab. Benar keyakinan saya relatif, jika yang memandang keyakinan saya ini global, seperti yang saya omongkan persepsi orang berbeda-berbeda sobat dan tak mungkin kita menyamakan semua keyakinan. Cocoknya bukan berubah tapi bertambah dan berkembang. Ya, konsisten bagi saya terhadap keyakinan saya, karena saya relativisme dan kerelatifan itu lah keyakinan saya. Begitu juga dengan Anda, Anda konsisten pada keyakinan Anda bagi Anda atau yang sekeyakinan dengan Anda, beda dengan orang lain di luar Anda. Mereka tidak akan konsisten dengan keyakinan Anda, sebab mereka tidak meyakini keyakinan Anda. Yang sekeyakinan saja belum tentu konsisten apa lagi yang tidak sekeyakinan. Namun dalam mua'saroh di bumi Tuhan ini ada hukum-hukum human yang netral bagi semua keyakinan sehingga terjadi sebuah kerukunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Kalau keyakinan Anda relatif, berarti sewaktu-waktu kayakinan Anda bisa saja donk seperti keyakinan saya? Kalau Anda bilang keyakinan Anda bukan berubah, tapi berkembang dan bertambah, berarti itu bukan relatif namanya sobat. Sama saja itu dengan fanatik. Pola pemikiran Anda itu sebenarnya rancu. Itu karena anda mengambil dari pemikiran-pemikiran yang rancu juga. Anda bilang hukum human yang netral, memangnya hukun Tuhan tidak netral...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Sejatinya keyakinan Anda dengan keyakinan sayakan berbeda, ya gak mungkin lah saya beralih kepemikiran Anda. Justru di situlah letak kerelatifannya berkembang di sini dalam artian kita menerima perubahan bila perubahan itu lebih baik dari yang lama karena kita menghukumi sesuatu benar 100%. Dan kenapa juga saya bilang tidak berubah karena kita percaya dan yakin pada kerelativan. Kita percaya pada kerelativan bukan pada isi dari kerelativan yang setiap saat bisa berubah. Fanatik?? Ya, gak netral (hukum Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Sekarang saya mau tanya dulu arti relatif itu apa? Kemudian atas dasar apa Anda bisa mengatakan bahwa hukum Allah itu gak netral...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2553875558207812459?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2553875558207812459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2553875558207812459&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2553875558207812459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2553875558207812459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/ini-lanjutan-debat-bagian-yang-ke-4.html' title='Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 4)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8287553616571153687</id><published>2009-08-08T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T07:14:39.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>Sajak Buat Rendra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sn2IQgF7vxI/AAAAAAAAAFw/yXVfJAF_ktA/s1600-h/rendra.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sn2IQgF7vxI/AAAAAAAAAFw/yXVfJAF_ktA/s320/rendra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367596147969605394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kita tidak pernah satu pandang&lt;br /&gt;aku tetap merasa kau sosok yang sangat gemilang&lt;br /&gt;Meski kita tidak pernah satu suara&lt;br /&gt;aku tetap percaya kau seorang penyair dunia&lt;br /&gt;Meski pertemuan itu tak pernah ada&lt;br /&gt;aku tetap yakin buah karyamu tetap di hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra!&lt;br /&gt;Setiap goresan tinta emasmu telah terpatri dalam sanubari&lt;br /&gt;coretan tinta putihmu selalu menghiasi hati&lt;br /&gt;puja puji syairmu begitu indah mewarnai hidup kami&lt;br /&gt;kritikan masukanmu sungguh berguna untuk negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra!&lt;br /&gt;Jauh kau di sana&lt;br /&gt;di alam yang penuh tanda tanya&lt;br /&gt;Kami selalu berdoa&lt;br /&gt;semoga kamu bisa tertawa gembira&lt;br /&gt;dengan amal dan ilmu yang bermanfaat &lt;br /&gt;yang telah kau tinggalkan kepada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra!&lt;br /&gt;Kami menunggu Rendra Rendra dan Rendra selanjutnya&lt;br /&gt;Kami sadar kami sangat kehilanganmu&lt;br /&gt;kehilangan sosok yang penuh makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Rendra!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8287553616571153687?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8287553616571153687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8287553616571153687&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8287553616571153687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8287553616571153687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/sajak-buat-rendra.html' title='Sajak Buat Rendra'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sn2IQgF7vxI/AAAAAAAAAFw/yXVfJAF_ktA/s72-c/rendra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8080980711011144400</id><published>2009-08-07T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T20:31:53.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Debat ini semakin memanas dan semakin menguatkan bahwa arus liberal itu sangatlah berbahaya...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Tidak sempurna memang, tapi itu bukan alasan tuk tidak berbuat. Masa nunggu sempurna dulu baru berbuat, ya ga' kan jadi-jadi sobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Lho kita bukan menunggu untuk sempurna, karena memang akal kita itu gak bisa sempurna. Sekarang ada yang lebih sempurna, yaitu Allah dan kalam-Nya...! Mengapa Anda tidak mengambil yang lebih sempurna saja...? Mengapa Anda harus mengikuti liberal yang mendewakan akal...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Cocoknya bukan mendewakan akal sobat, tapi lebih memakai akal. Allah memang sempurna dan Al-Qur'an memang dari Allah, semua muslim tau hal itu, termasuk saya sobat. Namun dalam kenyataan manusia itu butuh penjelasan, sementara penjelasan itu berbeda-beda tergantng kemampuan penjelasnya. (Lum faham juga??? Nanti kita sambung, gue mau sholat asar dulu). Kwkwk mwk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Kalo gitu saya juga paham sobat...! Untuk menjelaskan Al-Qur'an pun gak boleh sembarangan. Penjelas Al-Qur'an salah satunya adalah As-Sunnah. Maka jangan asal menggunakan akal sobat. Anda udah pernah tau tentang Hermeneutika belum...? Coba belajar dulu deh...! Jangan asal nyawur...! Belajar yang benar...! Bukan malah mempelajari yang salah. Oke sobat...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Sorry sobat jangan pernah mengklaim salah atau benar, selama masih dalam pandangan manusia, itu semua relatif sobat. Benar menurut Anda, belum tentu benar bagi saya, dan sebaliknya. Heurmanetika??? Dari 2 SMP gue udah tau sobat, Bapak Hermeneutika kan alumni Gontor juga sobat, kalau g' salah rektor UIN Yogja kan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Itulah pengaruh dari relativisme, selalu menganggap kebenaran itu relatif. Itu adalah buah dari Hermeneutika. Siapa pula tuh bapak Hermeneutika yang dari Gontor??? hahaha...! Jangan asal sobat...! Pencetuh Hermeneutika itu adalah Friedrich Schleiermacher, seorang tokoh Protestan. Hati2 sobat...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman: &lt;/span&gt;Maksud saya Bapak Hermeneutika Indonesia sobat. Namanya Prof. DR. A. Amin, phd. Ngapain mesti berhati-hati wong ga' berbahaya kok, orang yang merasa asing aja yang menganggapnya berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Dari segi apa Anda menganggapnya tidak berbahaya? Anda berpikiran demikian karena Anda memang telah terhipnotis oleh pemikiran mereka. Bagi saya itu bukan merupakan hal yang asing, toh saya tetap menganggap itu hal yang berbahaya. Justru bagi orang yang tidak tau, yang menganggap Hermeneutika itu tidak berbahaya...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Tahu belum tentu menerima, paman Nabi tahu kalau Islam itu agama yang benar, tapi apakah dia masuk Islam??? Perasaan tidak??? Saya tadak memaksa Anda untuk membenarkan apa yang saya anut, dan di sinilah letak kerelativisan suatu kepercayaan dll. Saya tidak terhipnotis, saya sadar dan bahkan saya tidak pernah terpengaruhi. Justru umat Islam sekarang yang terhipnotis oleh pemikiran orang-orang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Masalah paman Nabi itu berkenaan dengan hidayah. Sedangkan Anda, bila benar-benar telah mengetahui lantas tidak melakukan, maka Anda telah terjebak ke dalam Diabolisme. Bila Anda percaya dengan relativisme, berarti Anda juga menilai suatu kesalahan itu bersifat relatif, lalu apakah berzina juga keharamannya relatif...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Ya, tergantung orang, kepercayaan yg menilai. Apa itu hidayah???? Hidayah juga kan relatif sobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Jawab dulu pertanyaan ana yang terakhir itu...! Jawab dengan tegas, “ya atau tidak”?&lt;br /&gt;Ana mau shalat Subuh dulu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Udah saya jawabkan sobat. Ya.,ya...ya...ya,100x.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Azunnu yakfi&lt;/span&gt; (saya kira cukup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Berarti Anda berpendapat bahwa keharaman berzina itu adalah relatif. Sekarang saya tanya, kapan zina itu dikatakan boleh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Disaat orang berkeyakinan bahwa zina itu boleh sobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Sekarang saya tanya, agama mana di dunia ini yang memperbolehkan zina...? Lalu masihkah Anda menganggap relativisme suatu kebenaran...?&lt;br /&gt;Sebenarnya ketika Anda yakin dengan relativisme tersebut, Anda sendiri telah terkebak oleh keyakinan Anda sendiri. Berarti kebenaran keyakinan Anda sendiri juga relatif donk...? Bagaimana Anda bisa yakin dengan relativisme...?&lt;br /&gt;Kalau Anda kembalikan pernyataan tersebut kepada saya, Anda salah besar. Karena saya tidak meyakininya...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8080980711011144400?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8080980711011144400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8080980711011144400&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8080980711011144400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8080980711011144400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/debat-liberal-dengan-sahabatku-bag-3.html' title='Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 3)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8844690359186262032</id><published>2009-08-04T10:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T10:47:27.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 2)</title><content type='html'>Sambungan debat liberal dari bagian pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Islam dan pemikiran Islam tak boleh dipisahkan, karena 2 hal saling berkaitan yang akan saya jelaskan nanti. Masalah liberal dan Mu'tazilin memang beda, namun yang patut kita perhatikan adalah bahwa kedua firqoh ini sama-sama menganggap bahwa akal yang paling utama. Insya Allah saya akan lebih memperdalam lagi pengetahuan saya tentang Mu'tazilin dan liberal. Sehingga saya akan lebih mantap menyebarkan semangat perubahan ini pada masarakat yg sudah bosan dengan kehidupan yang statis. Hidup Mu'tazilah, liberal, dan relativisme. Lanjutkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Tuh kan...? Ente dengan semaunya ingin menyamakan antara Islam dan Pemikiran Islam. Keduanya itu beda dan memiliki arti yang beda juga. Memang kalau orang yang berpikiran liberal, lebih cenderung menyamakan antara keduanya itu. Anda harus belajar lebih dalam lagi temanku...! Kemudian mengenai Mu'tazilah dan liberal, memang keduanya mempunyai landasan akal. Tapi Anda juga harus belajar batasan-batasan yang mereka gunakan. Kalau Anda mau mengangkat isu Mu'tazilah kepada Islam Liberal, itu merupakan hal yang qias yang bathil. Masalah relativisme? Kayaknya Anda juga harus tau lebih dalam tentang Hermeneutika...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Thanks for masukannya dan saya akan lebih mendalami lagi, biar lebih mantap ana melangkah dalam penyebaran keyakinan ini? Kalau ada yg lebih baik kenap malah yang lain. Kalau ada yagn dinamis ngapain milh statis. Liberal, Mu'tazilah, dan relativisme selalu dalam hatiku. Bukalah cakrawala berfikir Anda dengan sikap klusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Seharusnya Anda lebih mendalami ajaran Islam secara murni dulu, baru kemudian mempelajari tentang liberal. Ajaran murni Islam aja Anda masih tidak begitu tau seluk-beluknya, gimana mau mau mempelajari liberal. Akan hancur Anda teman...! Klusif...? Klusif yang mana...? Anda jangan asal ngomong...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt; Manusia tak akan pernah sempurna sobat, buang kalimat itu dari benak Anda, itu hanya membuat kita pesimis. Yang ada adalah berusaha untuk sempurna. Sayang kebanyakan Muslim terlalu candu terhadap buah hasil pemikiran orang dulu.&lt;br /&gt; Justru saya sudah menganggap apa yang saya geluti adalah bagian dari Islam dan memang Islam. Emang Islam yang mana yg murni???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt; Saya sangat sependapat kalau manusia itu gak pernah sempurna sobat...! Saya acungin jempol tuh...! Nah, sekarang Anda sudah tau bahwasannya manusia itu gak sempurna, terus mengapa Anda mau mengikuti liberal yang jelas-jelas mendewakan akal manusia? Padahal akal manusia kan terbatas dan gak sempurna...? Pikirkan lagi sobat...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8844690359186262032?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8844690359186262032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8844690359186262032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8844690359186262032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8844690359186262032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/debat-liberal-dengan-sahabatku-bag-2.html' title='Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 2)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8125959350051074280</id><published>2009-08-04T10:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T10:44:39.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 1)</title><content type='html'>Ini adalah debat yang terjadi di kolom komentar dalam Face Book, antar saya dengan sahabat saya. Saya rasa ini penting untuk diangkat karena ini adalah salah satu bukti bahwa arus liberalisasi Islam itu sangat deras. Sasaran utamanya adalah para intelektual atau para pemuda yang lagi puber intelektual, namun masih belum mempunyai pondasi yang kuat untuk menerimanya arus tersebut. Salah satunya adalah sahabat saya ini.&lt;br /&gt; Berikut perdebatan tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bergabung ma JIL gw y?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Apa...?&lt;br /&gt;Siap-siap berhadapan sama ana tuh ente kalo gitu.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Yoi, but ana pendalaman dulu ne. Sedang belajar ma seniorku. Doakan ya biar misiku meliberalkan Indonesia tercapai. Khususnya Medan. Karena dgn semangat liberal Islam akan mendapatkan jaman keemasannya lagi setelah sekian lama tidur akibat ulah kaum beragama statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Alah...!&lt;br /&gt;Pendapat ngawur itu....!&lt;br /&gt;Mau-maunya tertipu daya oleh Barat....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Saya tidak tertipu oleh pemikiran Barat. Andaikata orang tidak terlanjur percaya dan mensakralkan ulama-ulama perumus hukum-hukum Islam di awal kemajuan Islam, saya yakin semua orang kan menerima pemikiran liberal. Jadi bukan saya tau kami yang terdoktirin tapi memang fitrah kami yang merindukan perubahan dan kebebasan yang berorientasi pada kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tapi perubahan yang bagaimana...?&lt;br /&gt;Perubahan yang nantinya akan keluar dari koridor Islam...?&lt;br /&gt;Perubahan yang akan membawa kepada kebebasan tanpa batas...?&lt;br /&gt;Cotohnya reformasi sekarang....!&lt;br /&gt;Gak ada baik-baiknya negara kita ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Sama saja, ketika dunia keberagamaan menjadi penguasa juga hanya pembawa kemunduran. Sejak kapan penguasa beragama maju?? Masa jaman keemasan Islam contohnya masa itu tidak akan muncul andai kata tidak ada campur tangan Mu'tazilin di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Semuanya memang menghendaki kalau agama Islam ini maju, berkembang pesat seperti kejayaannya dulu. Memang juga gak bisa dipungkiri kalau kejayaan itu berada di masa Mu'tazilah.Tapi sepertinya Anda harus memahami dan meneliti kembali sejarah tersebut. Sejarah bagaimana mu'tazilah. Jangan samakan Mu'tazilah dengan Islam Liberal...!Oke...?&lt;br /&gt;Terus Anda juga harus mempelajari dan memahami bagaimana Islam itu sebenarnya. Beserta seluruh komponen-komponennya. Anda juga harus tau perbedaan antara Islam dan Pemikiran Islam. Jangan asal nyelonong masuk ke tempat bahaya aja....!&lt;br /&gt;Ana tau kok siapa ente. Setengah tahun kita sekamar, sudah cukup tuh mempelajari gimana ente. &lt;br /&gt;Ana cuma gak mau, dari Perpus itu, keluar orang-orang yang pikirannya nyelenah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8125959350051074280?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8125959350051074280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8125959350051074280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8125959350051074280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8125959350051074280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/debat-liberal-dengan-sahabatku-bag-1.html' title='Debat Liberal dengan Sahabatku (bag 1)'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8672467105047904098</id><published>2009-08-03T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T20:27:07.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Dualisme Berbahaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SneqgcMZtrI/AAAAAAAAAFo/m32lHIRmYtc/s1600-h/topeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SneqgcMZtrI/AAAAAAAAAFo/m32lHIRmYtc/s320/topeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365944955335980722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tulisan ini sebenarnya adalah rewriting setelah membaca artikelnya ustadz saya, Ust Hamid Fahmy Zarkasyi yang judulnya “Dualisme” di situs INSISTS. Menurut saya masalah ini sangat penting sekali untuk diangkat dan diketahui orang banyak. Karena paham ini telah merasuk ke dalam pemikiran manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Ust Hamid, paham dualisme ini telah lama mengakar di dalam pemikiran Barat. Dan apa pendapat yang mensinyalir bahwa Barat sendiri telah mengadopsi paham ini dari kepercayaan Zoroaster di Timur, sekitar 1000 tahun sebelum Masehi silam. Selanjutnya paham ini semakin berkembang di zaman Yunani melalui berbagai pemikiran filsafat, seperti Platoisme dan Aristotle. Dan perkembangan itu terus berlanjut hingga sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti apa sebenarnya paham dualisme ini?&lt;br /&gt; Ini adalah paham yang menggabungkan antara kebajikan dengan kejahatan dalam satu wadah. Paham yang membenarkan percampuran antara keduanya. Orang yang berpikiran dualis akan melihat sesuatu itu secara mendua. Dia akan memisahkan peranan antara jiwa dan raga, antara perbuatan dan hati. Dan akhirnya dia akan berpendapat, perbuatan boleh melakukan kesalahan tetapi hati selalu dalam kebenaran. Mencuri boleh asalkan dengan niat baik. Menjadi pelacur silahkan saja asalkan dengan niat baik untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Padahal dalam Islam ada suatu keterkaitan fungsi antara jiwa dan raga, antara niat dengan perbuatan. Dalam sebuah hadist shahih telah dijelaskan, “Innama al-a'mal bi al-niyyat”. Sesungguhnya segala perbuatan itu ada niatnya. Ada hubungan persamaan antara kebersihan jiwa dan kebersihan raga. Selain itu Islam juga telah menetapkan hukum yang harus ditaati dan tidak boleh sama sekali dilanggar dengan alasan yang tidak syar’i. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tentu saja dualisme ini adalah paham yang sangat berbahaya. Paham yang telah dianut Barat selama beratus-ratus tahun ini terang saja juga ikut mempengaruhi umat di dunia pada umumnya dan Islam secara khusus lewat gerakan Westernisasi. Maka dari itu hal ini perlu diantisipasi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin ini secuil dari pengetahuan tentang dualisme. Anda bisa mempelajarinya lagi di situs http://insistnet.com. Syukron![]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8672467105047904098?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8672467105047904098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8672467105047904098&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8672467105047904098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8672467105047904098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/dualisme-berbahaya.html' title='Dualisme Berbahaya'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SneqgcMZtrI/AAAAAAAAAFo/m32lHIRmYtc/s72-c/topeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8469998343356360211</id><published>2009-08-02T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T20:29:33.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Teh Hangat Untuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnWtJEkdBuI/AAAAAAAAAFg/CIKe7VFAu5s/s1600-h/pahlawan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnWtJEkdBuI/AAAAAAAAAFg/CIKe7VFAu5s/s320/pahlawan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365384902438880994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang kita sudah memasuki bulan Agustus di tahun 2009. Bulan yang penuh dengan sejarah bagi bangsa Indonesia. Bulan yang di dalamnya tertoreh tinta emas perjuangan para pahlawan Indonesia. Bulan yang telah mengeluarkan Indoensia dari belunggu penjajahan. Bulan yang sarat dengan makna-makna motivasi untuk perkembangan bangsa ini di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tentu sebagai bangsa yang menghargai sejarahnya, hari kemerdekaan yang sangat berharga ini tidak akan lepas dari peringatan. Peringatan hari kemerdekaan memang penting bagi kita. Peringatan hari kemerdekaan memang dapat membawa kita kepada semangat baru, seperti semangatnya para pahlawan untuk memerdekakan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ingat kata Bung Karno! Jas Merah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah perjuangan bangsanya. Begitulah. Sejarah sangat berharga dalam kehidupan kita. Dengan sejarah lah kita bisa mengenal bangsa kita. Arti pentingnya sejarah tidak aka pernah tergantikan. Karena ia merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat menghargai sejarahnya. Bangsa Indonesia menghormati sejarahnya dengan penuh keanggunan. Setiap hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, selalu mendapat tempat untuk diperingati. Namun apakah dengan demikian bangsa Indonesia sudah bisa dikatakan bangsa yang besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peringatan demi peringatan tidak cukup untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Terkadang kita lupa makna dan maksud dari sebuah peringatan tersebut. Terkadang kita hanya sekedar asal menjalankan dan melaksanakannya saja. Terkadang sejarah yang begitu penting itu hanya lewat sepintas di depan mata. Terkadang kita memang lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah pernah adalah dalam benak kita semua, bagaimana seandainya para pejuang yang telah berkorban jiwa, raga, dan nyawanya itu melihat kondisi bangsa seperti sekarang ini? Apakah pernah terbesit dalam pikiran kita bahwa mereka akan menangis? Apakah pernah kita berpikir bahwa meraka akan merasa perjuangannya sia-sia belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sadarlah kawan! Bangsa Indonesia sekarang ini tidak jauh lebih baik dari bangsa yang terjajah. Bangsa Indonesia ini pada hakekatnya terbelung dalam penjajahan. Penjajahan yang lebih menyakitkan dari penjajahan colonial. Penjajahan yang kita hadapi sekarang adalah penjajahan moral, penjajahan pikiran, penjajahan budaya, dan penjajahan indentitas bangsa.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8469998343356360211?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8469998343356360211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8469998343356360211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8469998343356360211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8469998343356360211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/teh-hangat-untuk-indonesia.html' title='Teh Hangat Untuk Indonesia'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnWtJEkdBuI/AAAAAAAAAFg/CIKe7VFAu5s/s72-c/pahlawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2670788805087734933</id><published>2009-08-01T15:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T15:16:25.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>Rasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnS-s-nrc1I/AAAAAAAAAE4/ROrvlM0k7Bc/s1600-h/love-letter.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnS-s-nrc1I/AAAAAAAAAE4/ROrvlM0k7Bc/s320/love-letter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365122736038048594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin ku luapkan&lt;br /&gt;rasa yang ada dalam lubuk hati&lt;br /&gt;dan rasa itu akan terus menghiasi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya ingin ku ungkapkan&lt;br /&gt;rasa yang penuh dengan warna-warni indah&lt;br /&gt;dan rasa itu akan menjadi mimpi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya ingin ku nyatakan&lt;br /&gt;rasa yang memiliki kekuatan&lt;br /&gt;dan rasa itu akan memberikan kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya ingin ku katakan&lt;br /&gt;rasa yang mempunyai keajaiban&lt;br /&gt;dan rasa itu darinya akan ada keajaiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2670788805087734933?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2670788805087734933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2670788805087734933&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2670788805087734933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2670788805087734933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/08/rasa.html' title='Rasa'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnS-s-nrc1I/AAAAAAAAAE4/ROrvlM0k7Bc/s72-c/love-letter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-5239146670136621467</id><published>2009-07-31T03:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T15:17:05.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisiku'/><title type='text'>Menangislah Pemimpinku...!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnLEW_Ywd3I/AAAAAAAAAEo/li3gy9ezAAQ/s1600-h/BenderaIndonesiawohooooooii.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnLEW_Ywd3I/AAAAAAAAAEo/li3gy9ezAAQ/s400/BenderaIndonesiawohooooooii.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364566005403121522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di Indonesiaku sana&lt;br /&gt;bangsa yang penuh dengan daya&lt;br /&gt;daya alam, daya manusia&lt;br /&gt;daya tenaga, daya cendekia&lt;br /&gt;daya wisata, daya budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa yang melimpah dengan nikmat Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi di balik itu semua...&lt;br /&gt;masih banyak anak bangsa&lt;br /&gt;yang dibekam dalam duka&lt;br /&gt;yang makannya susah&lt;br /&gt;yang pendidikannya putus&lt;br /&gt;yang usahanya pupus&lt;br /&gt;yang hidup dalam kemiskinan&lt;br /&gt;yang tenggelam dalam ketidakadilan&lt;br /&gt;ketidakpastian, kebebasan, kekerasan, ketidakamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemimpinku!&lt;br /&gt;tidakkah engkau melihatnya?&lt;br /&gt;tidakkah engkau mendengarnya?&lt;br /&gt;tidakkah engkau memperhatikannya?&lt;br /&gt;tidakkah engkau menghiraukannya?&lt;br /&gt;tidakkah engkau merasaknnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemimpinku!&lt;br /&gt;Menangislah!&lt;br /&gt;Menangislah untuk negeriku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-5239146670136621467?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/5239146670136621467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=5239146670136621467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5239146670136621467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5239146670136621467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/menangislah-pemimpinku.html' title='Menangislah Pemimpinku...!'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SnLEW_Ywd3I/AAAAAAAAAEo/li3gy9ezAAQ/s72-c/BenderaIndonesiawohooooooii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1306179382405393154</id><published>2009-07-26T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T20:32:29.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Materialisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Smx1gxcHrpI/AAAAAAAAAEQ/NHHP8uvs7Cw/s1600-h/250px-Cellarius_ptolemaic_system.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Smx1gxcHrpI/AAAAAAAAAEQ/NHHP8uvs7Cw/s320/250px-Cellarius_ptolemaic_system.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362790462178963090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Paham yang pada abad sekarang ini sudah menjamur di segala penjuru dunia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisai seperti ini, jamur ini semakin tumbuh subur. Zaman sekarang layaknya seperti musim hujan bagi paham yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bila kita tinjau dari segi historis, sekitar abad ke-19 ada teori dari kalangan filusuf Yunani yang mengatakan bahwa materi sebagai landasan mutlak keberadaan dan menolak keberadaan apa pun selain materi. Materi dianggap sebagai hal yang abadi. Maka mereka juga mempercayai bahwa alam semesta tidak berawal dan alam semesta ada untuk selamanya. Dengan demikian mereka juga mengingkari adanya Sang Pencipta. Teori ini lah yang kemudian kita kenal dengan teori materialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi ternyata teori itu sangatlah rapuh dan akhirnya dunia ilmu pengetahuan pada abad ke-20 menemukan bahwa bumi itu ternyata diciptakan. Ini berawal dari ditemukannya teori baru yang dinamakan teori Ledakan Besar. Teori ini menyatakan bahwa pada mulanya system tata surya ini adalah sesuatu yang satu. Namun kemudian terjadi ledakan yang mengakibatkan terbentuknya planet-planet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang istilah materialisme itu lebih kita kenal dengan paham yang mengedepankan uang atau benda kekayaan lainnya. Materi diartikan sebagai harta. Telah terjadi penyempitan makna. Sehingga paham ini kembali muncul dengan wajah baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka bagi siapa saja yang mengagung-agungkan harta, atau hidupnya hanya untuk materi saja, ketahuilah bahwa sebenarnya paham yang Anda anut itu paham yang menolak adanya Tuhan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu’alam.&lt;/span&gt;[] &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Smx1owWehoI/AAAAAAAAAEY/RdN5zXZxabo/s1600-h/tata+surya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 307px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Smx1owWehoI/AAAAAAAAAEY/RdN5zXZxabo/s400/tata+surya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362790599325812354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1306179382405393154?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1306179382405393154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1306179382405393154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1306179382405393154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1306179382405393154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/materialisme.html' title='Materialisme'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Smx1gxcHrpI/AAAAAAAAAEQ/NHHP8uvs7Cw/s72-c/250px-Cellarius_ptolemaic_system.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2542966166385074628</id><published>2009-07-24T13:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T20:33:24.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Antara Hati dan Logika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmofSr2uB_I/AAAAAAAAAEI/xaAYFpvZmJc/s1600-h/heart.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmofSr2uB_I/AAAAAAAAAEI/xaAYFpvZmJc/s320/heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362132712208336882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah merupakan kodratnya kita diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan. Dan di antara pasang-pasangan itu ada suatu interaksi yang bersifat primer. Kita tidak dapat hidup sendirian, karana kita adalah makhluk sosial. Dan kita juga tidak dibenarkan egois, karena orang lain juga mempunyai haknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam interaksi-interaksi sosial khususnya antara lawan jenis, terdapat suatu proses untuk menuju suatu anugrah Allah yang sangat indah. Anugrah yang tak ternilai harganya. Anugrah yang tidak ada tandingannya. Anugrah yang membuat segala sesuatunya menjadi indah. Cinta. Yup….! Itulah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu tergantung kepada individu yang menjalankannya. Bila kita sudah mencapai puncak proses itu, kita akan terbuai dalam singgasana cinta. Kita akan dimanjanya. Kita akan terlena dalam belaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ketahui bahwasannya terdapat perbedaan prinsip yang mendasar antara laki-laki dan perempuan dalam interaksi cinta ini. Perbedaan prinsip itu sedikit banyaknya juga akan mempengaruhi interaksi tersebut. Namun itu bisa diatasi.&lt;br /&gt;Perbedaan itu adalah antara hati dan logika, perasaan dan realita. Dalam interaksinya, laki-laki biasanya lebih cenderung menggunakan logika dan melihat kepada realita. Itulah salah satu yang menyebabkan laki-laki itu jarang menangis dalam urusan cinta. Dalam urusan cinta, laki-laki selalu tegar dan bisa bersifat rasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan perempuan lebih menggunakan hati mereka yang lebut. Hati tersebut memang mempunyai benteng yang kokoh. Tapi bila sudah dapat ditembus, hati tersebut akan benar-benar tunduk. Kelembutan hati dalam urusan cinta sering membuatnya meneteskan air mata. Entah air mata bahagia maupun duka. Dan terkadang karena perasaan yang mendalam itu, lupa akan realita yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pembelaan kepada laki-laki ataupun perempuan. Ini juga bukan diskriminasi antara keduanya. Tapi ini adalah kenyataan yang ada dari sekian banyak kejadian. Ini juga bukan berarti laki-laki tidak punya hati, atau perempuan tidak punya logika. Tapi ini adalah masalah dominasi. Kita tidak bisa memungkirinya. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada di antara kita yang tidak demikian. Karena tidak semua orang sama. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu'alam.&lt;/span&gt;[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2542966166385074628?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2542966166385074628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2542966166385074628&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2542966166385074628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2542966166385074628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/antara-hati-dan-logika.html' title='Antara Hati dan Logika'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmofSr2uB_I/AAAAAAAAAEI/xaAYFpvZmJc/s72-c/heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4768077106218466331</id><published>2009-07-21T12:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T12:45:21.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Semenanjung Sinai</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYX-zyUmWI/AAAAAAAAAD4/2qSDv4hJ_ck/s1600-h/IMG_0070.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYX-zyUmWI/AAAAAAAAAD4/2qSDv4hJ_ck/s320/IMG_0070.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360998774251755874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Sinai merupakan salah satu bukti bisu sejarah perjalanan agama Allah SWT. Ini merupakan tempat yang sangat penting bagi umat Islam dan juga bagi umat Kristen. Ini merupakan semenanjung yang terletak di Mesir. Jarak yang dapat ditempuh dari Kairo sekitar 412 km. &lt;br /&gt; Di Semenanjung Sinai ini terdapat Gunung Sinai yang juga terkenal dengan nama Jabal Mousa. Tingginya sekitar 2.285 meter. Gunung ini terletak di barisan pengunungan bagian selatan semenanjung ini. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung ini biasanya sekitar 2-4 jam. Biasanya pendakian dilakukan pada malam hari berkisar jam 2 dini hari. Karena sebagian besar para pendaki ingin dapat menikmati indahnya sun rise di puncak gunung Sinai. &lt;br /&gt; Di Semenanjung Sinai ini juga terdapat Jabal Thur dan Saint Catherine. Ini diyakini sebagai tempat suci. Karena di Jabal Thur inilah Nabi Musa AS berbicara dengan Allah ketika menerima wahyu, yang dikenal dengan Ten Commandents. &lt;br /&gt; Di lembah Semenanjung Sinai ini juga terdapat biara Saint Catherine yang dibangun pada abad ke 6 M. Dan pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Lama dari abad ke-4, ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung Semenanjung Sinai ini.&lt;br /&gt; Sekarang Semenanjung Sinai ini merupakan objek wista yang takkan terlewatkan bagi turis-turis mancanegara. Apalagi saat musim panas, objek ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.[] &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYafH8wCgI/AAAAAAAAAEA/WkISLMKZuQ8/s1600-h/IMG_0057.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYafH8wCgI/AAAAAAAAAEA/WkISLMKZuQ8/s400/IMG_0057.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361001528443275778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4768077106218466331?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4768077106218466331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4768077106218466331&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4768077106218466331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4768077106218466331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/semenanjung-sinai.html' title='Semenanjung Sinai'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYX-zyUmWI/AAAAAAAAAD4/2qSDv4hJ_ck/s72-c/IMG_0070.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6194079024765845786</id><published>2009-07-21T12:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T12:22:55.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Kematian Itu Sungguh Dekat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYVe-g01nI/AAAAAAAAADo/Y3B5oi2GQCM/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYVe-g01nI/AAAAAAAAADo/Y3B5oi2GQCM/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360996028352091762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Kematian adalah suatu kepastian. Tak ada satu pun makhluk di alam ini yang kekal. Hanya Allah saja lah yang Maha Kekal. Kehidupan kita di dunia ini laksana mimpi belaka. Terkadang mimpi indah. Kadang juga mimpi buruk. Semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Pengatur. Dan suatu saat nanti kita akan bangun dari tidur panjang ini. Bangun lewat kematian.&lt;br /&gt; Kematian itu sungguh terasa sangat dekat. Aku benar-benar merasakannya. Inilah salah satu hikmah yang aku ambil dari meninggalnya teman dekatku, Badrun. Beberapa menit lalu aku masih bercanda ria dengan dia. Tapi ternyata kuasa Allah berkata lain. Kegembiraan itu telah direnggut dari jiwaku dengan kematian dia. Kematian yang tidak pernah terduga. Dalam hitungan menit, bahkan detik, Allah telah mengambil dia.&lt;br /&gt; Sekarang aku benar-benar sadar akan sebuah kematian. Kematian datang tidak dengan permisi. Kematian datang tanpa pamrih. Kematian datang tanpa malu. Kematian datang tanpa diundang. Kematian datang bias kapan pun dan di mana pun.&lt;br /&gt; Lalu apakah kita siap untuk menghadapi kematian itu? Bagaimana jika saat kematian menjemput, kita dalam maksiat kepada Allah? Sempatkah kita bertobat? Kalau sekarang kita penuh dengan lumuran dosa, lalu kapan mau tobat? &lt;br /&gt; Semoga kita selalu ingat dengan kematian. Karena dengan begitulah kita akan selalu ingin dekat dengan Allah SWT.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6194079024765845786?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6194079024765845786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6194079024765845786&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6194079024765845786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6194079024765845786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/kematian-itu-sungguh-dekat.html' title='Kematian Itu Sungguh Dekat'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SmYVe-g01nI/AAAAAAAAADo/Y3B5oi2GQCM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6305398620167842709</id><published>2009-07-10T13:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T13:24:26.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Demokrasi Athena atau Demokrasi Islam?</title><content type='html'>Wacana tentang demokrasi ini sebenarnya bukan hal baru muncul di permukaan. Diskusi tentang demokrasi ini sudah lama terjadi di kalangan akademitas. Namun masalah ini ternyata juga tidak habis-habisnya dibahas. Hal inilah yang lantas bertanya-tanya tentang demokrasi itu.&lt;br /&gt; Sebagian orang berpendapat dan meyakini bahwa demokrasi itu berasal dari sistem pemerintahan Athena yang dilaksanakan kira-kira sekitar tahun 500an sebelum Masehi. Tapi juga ada yang berpendapat bahwasannya konsep demokrasi itu juga berasal dari Islam, yaitu sistem yang diterapkan oleh Rasulullah ketika membangun negara Madinah. &lt;br /&gt; Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mengatasnamakan rakyat. Artinya rakyatlah yang sebenarnya berkuasa. Semboyan yang sering kita dengar tentang demokrasi adalah “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. Ini semua berujung untuk mensejahterakan rakyat dan agar tidak adanya penindasan dari kalangan penguasa kepada rakyatnya.&lt;br /&gt; Dalam sejarahnya, demokrasi Athena ternyata telah menorehkan tinta merah. Sejarah kelam ini sangat jelas terlihat. Pada masa itu, di dalam masyarakat Athena masih terdapat perbudakan dan penindasan terhadap wanita. Bahkan sepertiga dari penduduk Athena adalah budak. Dan yang lebih ironisnya lagi, Plato yang merupakan salah satu pencetus demokrasi Athena ini tercatat memiliki 50 budak.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan kaum wanita, posisi mereka tidak jauh berbeda dengan budak. Mereka tidak diberi kesempatan untuk belajar baca-tulis. Karena menurut mereka, itu hanya akan menjadi boomerang bagi kaum laki-laki.&lt;br /&gt; Lalu demokrasi inikah yang sekarang lagi diagung-agungkan?&lt;br /&gt; Dalam Islam sendiri, masih terdapat perdebatan tentang konsep demokrasi ini. Apakah konsep demokrasi itu juga ada di dalam Islam? Apakah syuro itu sama dengan demokrasi? Apakah piagam Madinah itu sebagai simbol demokrasi dalam Islam?&lt;br /&gt; Terlepas dari perdebatan itu, yang jelas kita perlu kembali mempelajari bagaimana sistem pemerintahan yang telah diterapkan Rasulullah dalam membangun negara Islam Madinah yang ketika itu masih terdapat kemajemukan umat beragama. Yang patut kita contoh adalah sistem pemerintahan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Karena sistem itu telah terbukti sangat ampuh untuk dijalankan dalam sebuah negara yang majemuk. Semua kalangan beragama dapat menerima dan menjalankannya dengan lapang, tanpa paksaan.&lt;br /&gt; Sekarang tinggal kita saja lagi bagaimana memahami demokrasi itu. Apakah demokrasi yang telah berjalan di negara kita ini telah sesuai harapan? Dan demokrasi yang bagaimanakah yang diterapkan?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6305398620167842709?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6305398620167842709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6305398620167842709&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6305398620167842709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6305398620167842709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/demokrasi-athena-atau-demokrasi-islam.html' title='Demokrasi Athena atau Demokrasi Islam?'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-169154922545964855</id><published>2009-07-08T13:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T13:08:56.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Relativisme Tafsir</title><content type='html'>Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya pada pembahasan sebelumnya di kolom kajian yang berjudul Hermeneutika. Kalau sebelumnya itu kita telah mengenal sedikit tentang apa itu Hermeneutika, maka sekarang kita berusaha mempelajari dampak-dampak yang timbul dari konsep atau metode Hermeneutika ini.&lt;br /&gt;Salah satu dampak yang sangat berbahaya dari Hermeneutika ini adalah adanya pemikiran tentang relativisme tafsir. Hal ini memasuki bidang tafsir kerena Hermeneutika yang lebih kental dengan metodelogi Bible ini memang digunakan untuk menafsirkan al-Qur'an. &lt;br /&gt;Istilah relatif dalam bahasa arab mungkin lebih kita kenal dengan kata dzonni. Sesuatu yang bersifat dzonni tentu saja membawa kepada pemahaman yang menafikan adanya kebenaran yang qoth'i. Pemahaman ini sangat jelas bertentangan dengan konsep yang ada dalam Islam, karena Islam mempunyai hokum-hukum yang qoth'i dan tidak bisa dirubah-rubah lagi kapanpun dan dimanapun. Seperti hukum shalat lima waktu adalah wajib, haramnya babi, haramnya pernikahan muslimah dengan lelaki non-muslim, dan lainnya. Ini adalah hukum yang qoth'i dan tidak bisa dirubah lagi.&lt;br /&gt;Relativisme tafsir ini muncul karena dalam Hermeneutika, al-Qur'an itu diposisikan sebagai produk budaya atau karangan manusia yang bebas ditafsirkan sesuai dengan kondisi zaman. Al-Qur'an lewat Hermeneutika ditafsirkan secara kontekstual. Sehingga prosuk tafsir yang dihasilkan bersifat relatif, karena disesuaikan dengan kondisi dan zaman.&lt;br /&gt;Ini tentu saja sangat berbahaya dan sangat menyesatkan. Maka tidak heran dari Hermeneutika ini akan muncul hokum-hukum baru yang lebih relative dan sesuai dengan zaman yang mengubah hukum-hukum yang telah qoth’i. Misalkan ayat al-Qur’an yang mengharamkan pernikahan muslimah dengan lelaki non-muslim yang ditafsirkan dengan kontekstual, maka produk yang dihasilkan adalah hilangnya larangan pernikahan tersebut alias diperbolehkannya pernikahan muslimah dengan non-muslim.&lt;br /&gt;Banyak lagi dampak-dampak yang bahaya  yang dihasilkan dari penerapan metode Hermeneutika ini. Tulisan hanya mewakili secuilnya saja. Insya Allah pada kesempatan lain akan kita bahas lagi. Wallahu’lam.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-169154922545964855?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/169154922545964855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=169154922545964855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/169154922545964855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/169154922545964855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/relativisme-tafsir.html' title='Relativisme Tafsir'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-675586250189870318</id><published>2009-07-04T15:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T16:29:05.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Adopsi Peradaban</title><content type='html'>Islam pada sejatinya adalah sebuah peradaban yang maju. Diutusnya Nabi Muhammad SAW bukan saja mengajarkan agama Islam, melainkan jauh lebih dari itu adalah membentuk suatu peradaban baru, yaitu peradaban Islam. Hal ini terbukti dari banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi setelah diutusnya beliau. Bahkan hal itu telah melekat dalam istilah yang sering kita dengar "shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita keluar dari zaman kegelapan dan jahiliyah kepada zaman yang terang-benderang, penuh ilmu pengetahuan dan hidayah".&lt;br /&gt; Kemajuan peradaban Islam ini terus bertambah maju sampai kepada zaman Khulafah Ar-Rosyidiin dan zaman khilafah Usmaniyah. Kurang lebih sekitar 10 abad lamanya. Kemajuan itu terlihat sekali dari kebudayaan dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Di mana saat itu Islam mencapai puncak kejayaan ilmu pengetahuannya.&lt;br /&gt; Dalam proses pembentukan peradaban semacam ini, tentunya Islam juga paling tidak telah mengambil atau belajar dari beberapa peradaban yang telah maju sebelumnya, seperti Yunani. Contohnya Islam banyak mempelajari filsafat Yunani yang kemudian diterapkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Proses itu banyak dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu, di mana mereka banyak mempelajari filsafat Yunani yang ketika itu maju. Namun tentu saja proses itu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan filter, tidak hanya diambil secara mentah-mentah atau copy paste saja. Dan ini lah yang disebut dengan proses Islamisasi ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt; Namun ternyata kemajuan dan kejayaan peradaban Islam seperti itu telah menarik Barat untuk mempelajarinya. Barat sangat tergoda sekali untuk mengadopsi ilmu pengetahuan Islam dan bahkan kebudayaannya. Maka dari itu dilancarkanlah suatu gerakan yang berusaha mewujudkan impian mereka tersebut, yaitu imperialisme.&lt;br /&gt; Sejak adanya imperialisme Barat secara besar-besaran, umat Islam seakan dibuat tak berkutik lagi. Peradaban Islam yang dulunya jaya, sekarang seakan sudah sirna dan musnah. Umat Islam sudah seperti terjajah.&lt;br /&gt; Padahal pada sejatinya peradaban Barat telah banyak berhutang kepada peradaban Islam. Mereka telah banyak mengadopsi kebudayaan dan ilmu pengetahuan Islam. Namun mereka ternyata malah menafikan itu semua. Mereka telah lupa pada kulitnya. Mereka telah mengklaim bahwa mereka maju atas usaha mereka sendiri. Bahkan mereka telah menutup segala pintu yang akan membuka kepada hutang peradaban Barat tersebut. &lt;br /&gt; Salah satu contoh, mereka selalu mengklaim bahwa ahli astronomi adalah dari mereka. Mereka menyebutkan nama-nama seperti Galileo dan Copernicus. Tapi mereka tidak menyebutkan kalau sebenarnya mereka telah berhutang banyak kepada astronom Muslim, Ibnu Sathir.&lt;br /&gt; Itu merupakan hal yang jelas tidak bisa diterima oleh umat Islam. Karena Barat tidak akan pernah mengenal peradaban Yunani kalau tidak melalui Islam. Barat tidak bakal pernah mencapai kemajuan ilmu pengetahuan kalau bukan dari Islam. &lt;br /&gt; Sekarang hal itu semua telah membalikkan keadaan. Umat Islam sekarang lagi tercengang dengan kemajuan peradaban Barat sekarang. Banyak umat Islam yang lantas mempelajari kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Barat. Tidak sedikit pula orang Islam yang langsung datang ke Barat guna mengadopsi peradaban mereka.&lt;br /&gt; Hal ini sebenarnya lumrah saja terjadi. Suatu peradaban yang lagi maju memang selalu mendapat sorotan. Namun tentunya itu semua tidak bisa begitu saja dilakukan secara copy paste. Kita tetap mempunyai aturan yang berlaku. Dalam proses mempelajari peradaban Barat ini, kita harus selalu bersikap kritis. Yang harus kita lakukan adalah Islamisai ilmu pengetahuan seperti yang telah dilakukan ulama-ulama terdahulu terhadap peradaban Yunani. Bukan malah mendukung westernisasi. KArena kita tetap berbeda dengan Barat. Karena kita memiliki worldview atau pandangan hidup yang berbeda. &lt;br /&gt;Saya rasa untuk sementara sampai di sini dulu. Selanjutnya hal ini akan kita bahas lagi, insyaAllah.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-675586250189870318?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/675586250189870318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=675586250189870318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/675586250189870318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/675586250189870318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/adopsi-peradaban.html' title='Adopsi Peradaban'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3045738560078325398</id><published>2009-07-03T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T01:48:23.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Tipu Muslihat Obama dan Yahudi Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sk3Fz8dzJ9I/AAAAAAAAAC4/IxtAzkCT7p8/s1600-h/obama_and_israel.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sk3Fz8dzJ9I/AAAAAAAAAC4/IxtAzkCT7p8/s320/obama_and_israel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354153028208502738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa masih terngiang-ngiang sekali di telinga kita peristiwa kebiadaban Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Serangan brutal selama lebih dari tiga pekan itu sudah membuat bumi Gaza seperti kota mati. Sudah menewaskan lebih dari 1500 jiwa. Belum lagi penderitaan rakyat Palestina yang sangat berat setelah perang. Banyak dari mereka yang tidak mempunyai tempat tinggal lagi, terpisah dari keluarga, menderita cacat, kesulitan air bersih dan listrik, dan penderitaan lainnya.&lt;br /&gt; Kondisi seperti itu tentu saja mendapat sorotan lebih dari dunia Internasional, apa lagi dari dunia Islam. Terang saja banyak umat Islam di seluruh dunia yang berunjuk rasa mengecam kebiadaban Zionis Israel. Bahkan umat non-Islam pun juga banyak yang memprotes aksi Israel tersebut dengan alasan kemanusiaan. Tak berlebihan juga bila ada beberapa negara yang langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel.&lt;br /&gt; Beberapa saat sebelum pecahnya agresi Israel ke Palestina pada tanggal 27 Desember 2008, terjadi juga kejadian yang menghebohkan seluruh penduduk dunia, yaitu krisis financial Amerika Serikat yang sampai sekarang dampaknya masih sangat terasa. Banyak orang beranggapan bahwa krisis financial Amerika berarti juga krisis financial dunia. Dan terbukti, banyak negara-negara yang terkena imbasnya, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt; Dua peristiwa besar  inilah yang mewarnai akhir tahun 2008 kemaren. Dua peristiwa yang kalau kita amati dan pikirkan dengan akal sehat sangat bertolak-belakang. Di satu sisi terjadi krisis financial Amerika yang begitu dahsyat. Di sisi lain terjadi pembuangan uang besar-besaran untuk anggaran perang. Sementara itu sudah menjadi rahasia umum bahwa Amerika adalah negara yang paling nomer satu berada di belakang Israel dan mendukung setiap tindakan Israel. Mungkin ini bisa menjadi catatan kritis awal kita terhadap dua peristiwa besar yang terjadi hampir bersamaan ini.&lt;br /&gt; Tapi di tengah dua peristiwa besar ini, masyarakat dunia tidak lantas berputus asa dan pesimistis. Karena telah muncul seorang tokoh atau mungkin figur yang dianggap dapat menyelesaikannya, yaitu presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama. Dari awal-awal kempanye politik menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat, banyak kalangan yang menilai bahwa sosok ini lah yang dapat dipercaya untuk membuat suatu perubahan dan perbaikan pada krisis financial Amerika. Dan saat-saat menjelang pelantikannya sebagai presiden Amerika, tidak sedikit orang juga yang berpendapat dan menaruh harapan kepada Obama untuk dapat menyelesaikan krisis Timur Tengah yang sudah terjadi berkepanjangan.&lt;br /&gt; Tak hanya itu, sosok Obama bahkan sudah banyak sekali menjadi inspirasi dan bahkan motivasi bagi masyarakat di berbagai penjuru dunia. Karena dengan terpilihnya ia sebagai presiden Amerika kulit hitam pertama, maka dianggap ia sudah dapat menjadikan hal sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin. Maka tak ayal juga jika akhirnya orang banyak yang memuja-muji sosok yang satu ini. Bak seorang pahlawan di akhir zaman. Terlebih lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia yang merasa bangga dengan Obama, yang hanya dikarenakan ia pernah tinggal dan bersekolah di Menteng, Jakarta.&lt;br /&gt; Maka sebenarnya kejadian ini semua, kalau boleh saya katakan hanyalah tipu muslihat kaum missionarisnya kaum Yahudi untuk menguasai dunia dan khususnya untuk menghancurkan umat Islam. Dengan kata lain, kejadian yang telah disebutkan di atas tadi adalah rekayasa kaum Yahudi belaka. Ini sangat mungkin sekali dilakukan oleh Yahudi, karena ia akan menempuh berbagai cara untuk melumpuhkan rival abadinya, Islam. Walaupun harus dengan dana yang sangat besar dan kebohongan yang sangat rapi. &lt;br /&gt; Contoh lain yang dapat menguatkan pendapat ini adalah kejadian WTC beberapa tahun silam. Dengan rekayasa Yahudi yang rela menghancurkan gedung pencakar langit yang megah itu dan menuduh bahwa kaum teroris lah yang melakukannya, akhirnya Amerika berhasil membuat image baru bagi dunia bahwa Islam adalah agama teroris. Bahkan dengan dalih itu juga Amerika dapat memerangi Afganistan yang dituduh sebagai sarangnya teroris Jaringan Al-Qaida.&lt;br /&gt; Sementara tipu muslihat melalui tokoh Obama adalah strategi baru yang diluncurkan Yahudi untuk menusuk Islam dari dalam. Setelah mereka berhasil membuat berbagai figur-figur melalui dunia intertaiment lewat kemajuan teknologinya yang akhirnya banyak ditiru dan didewakan oleh generasi muda di berbagai belahan dunia, tidak ketinggalan juga generasi Muslim. Sekarang Yahudi mencoba untuk menyihir dunia agar mendewakan sosok seorang pemimpin Obama yang dipercaya akan mengadakan perubahan. Perubahan seperti apa?&lt;br /&gt; Sekarang Obama pun menempuh cara baru dalam rangka untuk menguasai dunia. Setelah dengan cara kekerasan dan senjata yang dilakukan presiden Bush tidak ampuh, maka Obama mencoba melakukan perubahan cara, yaitu dengan kekuatan kata-kata.&lt;br /&gt; Hal ini pun sangat sejalan dengan kata seorang missionaris Henry Martyn. Ia mengatakan; "Aku datang untuk menemui ummat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta." Ia juga pernah mengatakan bahwa Perang Salib telah gagal. Karena itu, untuk “menaklukkan” dunia Islam perlu dengan resep lain: gunakan kata, logika, dan kasih. Bukan dengan kekuatan senjata atau kekerasan.&lt;br /&gt; Dalam hal ini kaum Yahudi juga telah membuktikan akan kekuatan teror "kata" dan "kasih". Begitu dahsyatnya sehingga mampu menghancurkan imperium besar (Utsmani) yang telah berusia hampir 700 tahun. Sejarah telah mencatat bahwa bagi Zionis, Turki Utsmani adalah penghalang utama mewujudkan negara Yahudi di Palestina. Turki Utsmani sulit dihancurkan dengan senjata. Maka untuk menghancurkannya, Yahudi menempuh cara lain yaitu melalui organisasi Committee and Union Progress (CUP) yang beranggotakan para cendekiawan Turki yang telah ter-Barat-kan (westernized).&lt;br /&gt; Dan dalam skenario dua peristiwa besar tadi, Yahudi paling tidak telah memakai pepatah “sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui”. Tidak hanya membunuh ribuan umat Islam di Palestina, mareka juga telah membunuh hati umat Islam agar menaruh harapan kepada orang Kafir. Sedangkan umat Islam tidak dibolehkan menaruh harapan apa pun kepada orang kafir. Seperti yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt; “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS. Ali-‘Imran: 28)&lt;br /&gt; Maka umat Islam dalam hal ini sangat diharapkan sekali untuk selalu waspada dan hati-hati kepada tipu muslihat kaum Yahudi. Karena walau bagaimanapun mereka tetap menjadikan kita sebagai musuh abadi yang ditakuti. Dan mereka selalu berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan kita. Waallahu a’lam.[]AS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3045738560078325398?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3045738560078325398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3045738560078325398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3045738560078325398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3045738560078325398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/07/tipu-muslihat-obama-dan-yahudi-israel.html' title='Tipu Muslihat Obama dan Yahudi Israel'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sk3Fz8dzJ9I/AAAAAAAAAC4/IxtAzkCT7p8/s72-c/obama_and_israel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3114182798588940572</id><published>2009-06-30T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T18:18:40.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Generasi Abu-abu???</title><content type='html'>Zaman selalu bergerak maju tanpa sedikitpun melihat ke belakang. Dan roda kehidupan selalu berputar. Begitu juga dengan manusia, akan selalu ada setiap hembusan nafas kita yang berkurang dari umur kita sesunggguhnya.&lt;br /&gt;   Istilah 'patah tumbuh silih berganti' tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Para pendahulu kita telah banyak meninggalkan goresan sejarah tinta emas untuk kehidupan kita ini. Para pejuang berani gugur dalam medan perang demi kehidupan yang lebih baik bagi anak-cucu mereka. Sedangkan para ilmuan dan penulis, telah mengorbankan waktu mereka untuk menuliskan ilmu-ilmu mereka biar bisa kita konsumsi.&lt;br /&gt;   Mereka telah menjadi generasi putih. Generasi yang dapat keluar dari hitam kelamnya dunia. Generasi yang dapat lulus dari keabu-abuannya ujian hidup remaja. Generasi yang mampu bertahan dalam berbagai macam warna dan corak kehidupan. Mereka bahkan seakan mentari yang dapat menyinari orang lain. &lt;br /&gt;   Sedangkan kita?&lt;br /&gt;   Semuanya masih samar-samar. Belum jelas. Masih kabut. Belum tau apa yang ada di depan. Akankah kita bisa keluar dari hitamnya dunia? Atau mungkin dapat bertahan dari berbagai godaan warna kehidupan? Ataukah masih dapat bertahan pada indahnya warna puith? Akankah kita bisa melajutkan tongkat estapet kehidupan ini? Akankah &lt;br /&gt;kita juga mampu mengoraskan tinta emas dalam lembaran sejarah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(buat teman-temanku yang remaja....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3114182798588940572?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3114182798588940572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3114182798588940572&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3114182798588940572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3114182798588940572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/generasi-abu-abu.html' title='Generasi Abu-abu???'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3733417623732138711</id><published>2009-06-29T13:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T14:19:05.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Hermeneutika</title><content type='html'>Arus liberalisasi agama kian terus terasa. Berbagai macam pemikiran-pemikiran baru yang menjurus kepada sekularisasi juga makin gencar. Terlebih lagi di kalangan akademisi kampus, hal semacam itu sudah menjadi warna dalam bidang studi mereka.&lt;br /&gt;   Salah satu model yang muncul dalam proses liberalisasi ini adalah penerapan metodelogi penafsiran Bible untuk menafsirkan al-Qur'an. Atau yang biasa disebut dengan Hermeneutika.&lt;br /&gt;   Secara harfiah, Hermeneutika bermakna 'tafsir'. Secara etimologis, istilah Hermeneutika diambil dari bahasa Yunani. Istilah ini sebenarnya merujuk kepada seorang tokoh mitologis dalam mitologi Yunani bernama Hermes. Dalam kepercayaan Yunani, Hermes dikenal seorang dewa yang menyampaikan pesan-pesan Dewa kepada manusia. Dari mitologi Yunani inilah, akhirnya Hermeneutika berkembang sebagai metodologi dalam mentafsirkan Bible.&lt;br /&gt;   Secara singkat, metode Hermeneutika ini adalah cara untuk mentafsirkan Bible. Dalam hal ini, Bible diposisikan sebagai buatan manusia, dengan kata lain Bible bukanlah dalam posisi sebagai wahyu suci dari Tuhan. Oleh karenanya Bible bisa ditafsrikan secara bebas. &lt;br /&gt;  Namun sayangnya, metode inilah sekarang yang banyak dipelajari untuk diterapkan dalam tafsir al-Qur'an. Beberapa Perguruan Tinggi Islam di Indonesia, seperti UIN Syarif Hidayatullah, UIN Bandung, UIN Yogyakarta, dan sebagainya, telah menjadikan Hermeneutika sebagai mata kuliah wajib. &lt;br /&gt;   Padahal metode tafsir Bible ini jelas tidak bisa diterapkan dalam penafsiran al-Qur'an. Karena bila diterapkan, berarti al-Qur'an harus ditetapkan sebagai produk buatan manusia. Dan itu tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;   Sebenarnya masih sangat banyak sekali yang harus kita ketahui tentang Hermeneutika ini, agar kita bisa terlepas dari pengaruh-pengaruhnya. Namun pada kesempatan ini, saya hanya membahas muqaddimahnya saja. InsyaAllah lain kali akan kita bahas lagi.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3733417623732138711?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3733417623732138711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3733417623732138711&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3733417623732138711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3733417623732138711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/hermeneutika.html' title='Hermeneutika'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8286196207224164015</id><published>2009-06-28T18:01:00.001-07:00</published><updated>2009-06-28T18:03:23.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Khas Klasik Masjid 'Amru bin Ash</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgSxQk9dYI/AAAAAAAAACo/3QYNe-8Zm7U/s1600-h/100_4468.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgSxQk9dYI/AAAAAAAAACo/3QYNe-8Zm7U/s400/100_4468.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352548794602714498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masjid ini adalah salah satu masjid yang paling bersejarah bagi umat Islam, khususnya bagi masyarakat Muslim di Mesir. Karena masjid inilah yang menjadi cikal-bakal perkembangan Islam selanjutnya di benua Afrika, terlebih lagi di Mesir. Sampai sekarang kita bisa melihat dan merasakan bagaimana pesatnya perkembangan Muslim di Mesir. Sampai-sampai Mesir menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam di dunia.&lt;br /&gt;Masjid ini adalah masjid yang pertama kali dibangun di benua Afrika. Atas perintah Khalifah Umar bin Khattab, Masjid ini dibangun oleh 'Amru bin Ash ketika menaklukkan Mesir. Masjid yang terletak di kota Fushthat ini, sampai sekarang kita masih bisa menikmati bukti peradaban Islam ini. Masjid ini masih terlihat indah dengan gaya arsitektur khas Islam klasik.&lt;br /&gt;Bagian masjid ini yang paling berkesan bagi saya, selain karena masjid ini tertua di Afrika adalah arsitektur yang menghiasinya. Dari penilaian saya dari beberapa masjid bersejarah dan tua di Mesir, mungkin salah satu ciri khas masjid klasik Islam di Mesir adalah, terdapat tempat wudhu di tengah-tengah masjid. Seperti yang terdapat tepat di belakang saya berdiri. Dan di bagian tengah masjid tidak terdapat atap yang melindunginya. Mungkin pada kesempatan lain kita akan mencoba menguak tentang arsitektur-arsitektur klasik masjid di Mesir.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8286196207224164015?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8286196207224164015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8286196207224164015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8286196207224164015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8286196207224164015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/khas-klasik-masjid-amru-bin-ash.html' title='Khas Klasik Masjid &apos;Amru bin Ash'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgSxQk9dYI/AAAAAAAAACo/3QYNe-8Zm7U/s72-c/100_4468.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8792371384051932455</id><published>2009-06-28T17:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T17:57:15.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Makam Imam Syafi'i</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgRY_FTapI/AAAAAAAAACg/NMG1twkdEXU/s1600-h/IMG_1220.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgRY_FTapI/AAAAAAAAACg/NMG1twkdEXU/s400/IMG_1220.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352547278078044818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tentunya kita semua tahu atau paling tidak pernah dengar nama Imam Syafi'i. Beliau adalah salah satu imam dari empat madzhab fiqih. Nama asli beliau adalah Muhammad bin Idris as-Syafi'i. Beliau dilahirkan pada tahun 150 H di Gaza, Palestina. Di mana pada tahun kelahiran beliau ini, juga merupakan tahun meninggalnya Imam Abu Hanifah. Dan Imam syafi'i meninggal pada tahun 820 M. Kepandaian dan ketaatan beliau sudah terlihat dari kecil. Terbukti di umur yang sungguh relatif kecil, beliau sudah hafal al-Qur'an.&lt;br /&gt; Makam beliau terdapat di masjid yang juga dinamakan Masjid Imam Syafi'i. Tempat ini terletak di kawasan Hayyun Syafi'i, di daerah Sayyidah 'Aisyah. Di sepanjang jalan menuju kawasan ini, kita akan menemukan kuburan-kuburan yang konon katanya adalah kuburan orang-orang terhormat dan para syuhada. Di sana juga terdapat makam Waqi' gurunya Imam Syafi'i.&lt;br /&gt; Di samping samping makam Imam Syafi'i terdapat jejak kaki yang konon katanya jejak kaki Rasulullah. Jejak kaki itu langsung diambil dari Arab Saudi. Namun kebanyakan penduduk sekitar hanya meyakini bahwa itu adalah jejak kaki salah seorang nabi. Namun tidak dapat dipastikan jejak kaki nabi siapa. Jadi sebenarnya sulit untuk membuktikan kebenaran tentang jejak kaki tersebut. &lt;br /&gt; Meskipun kawasan ini terlihat kurang terawat, tapi makam Imam Syafi'i ini juga menjadi salah satu obyek sejarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Di sekitar kawasan ini terdapat pasar kecil tradisional, dan juga beberapa para peminta-minta. Kemudian di samping makam Imam Syafi'i ini juga terdapat tempat talaqqi atau belajar al-Qur'an.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgRJj59DYI/AAAAAAAAACY/2QYaBreZreI/s1600-h/DSC01336.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgRJj59DYI/AAAAAAAAACY/2QYaBreZreI/s200/DSC01336.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352547013084646786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgQ2TK_CBI/AAAAAAAAACQ/iMX0YKlWji8/s1600-h/DSC01324.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgQ2TK_CBI/AAAAAAAAACQ/iMX0YKlWji8/s320/DSC01324.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352546682175162386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka bagi teman-teman yang mau jalan-jalan di Mesir khususnya Kairo, jangan lupa untuk ziarah ke makam Imam Syafi'i. Apa lagi bagi kalian yang bermadzhab Syafi'i.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8792371384051932455?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8792371384051932455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8792371384051932455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8792371384051932455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8792371384051932455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/makam-imam-syafii.html' title='Makam Imam Syafi&apos;i'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgRY_FTapI/AAAAAAAAACg/NMG1twkdEXU/s72-c/IMG_1220.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8931001614857389395</id><published>2009-06-28T17:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T17:48:31.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Masjid Sultan Hasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgPWp7auOI/AAAAAAAAACA/2__rkZpyqxQ/s1600-h/SP_A0815.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgPWp7auOI/AAAAAAAAACA/2__rkZpyqxQ/s320/SP_A0815.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352545039016442082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masjid ini juga merupakan masjid yang sangat bersejarah bagi umat Islam Mesir. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Sultan an-Nashir Hasan bin Muhammad al-Qalawun, pada tahun 757 H / 1421 M. Sultan Hasan adalah salah satu dari raja-raja pada Dinasti Mamalik Bahriyyah. &lt;br /&gt; Masjid ini mendapat julukan masjid yang termahal di antara masjid-masjid di Mesir. Hal itu memang dikarenakan pembangunan masjid ini banyak menelan biaya. Untuk biaya pembangunan ruang masjid ini saja, menghabiskan anggaran sebesar seratus ribu dinar pada waktu itu.&lt;br /&gt; Bagian yang paling menarik dari bangunan masjid ini adalah dinding masjid yang sungguh begitu tinggi, dan pintu masuk masjidnya yang konon merupakan pintu masuk tertinggi di antara pintu-pintu masuk bangunan-bangunan tua peninggalan Islam di Mesir. Bukan hanya tingginya saja, arsitektur yang menghiasi bagian atas atau atap mesjid pun sungguh luar biasa. Ditambah lagi lorong-lorong yang unik ketika memasuki masjid ini.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgPGTzzKTI/AAAAAAAAAB4/BRMf_XNgta8/s1600-h/SP_A0835.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgPGTzzKTI/AAAAAAAAAB4/BRMf_XNgta8/s200/SP_A0835.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352544758201002290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Masjid ini dulunya mempunyai multifungsi. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai madrasah atau sekolah empat madzhab fiqih, yaitu Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hambali. Dan tentunya terdapat ruangan-ruangan khusus untuk keempat madzhab itu. Selain itu di masjid ini dulunya juga terdapat rumah sakit dan beberapa ruangan untuk tempat tinggal para santri dan pengurus masjid.&lt;br /&gt; Di dalam masjid ini juga terdapat makam Sultan Hasan. Jadi para pengunjung bisa langsung berziarah ke makam beliau. Di samping makam beliau terdapat tempat duduk dengan tempat al-Qur'an yang besar, yang dulu biasanya digunakan oleh para santri di sana untuk membaca al-Qur'an. Tempat duduk itu terbuat dari kayu, dan sampai sekarang masih tetap kokoh.&lt;br /&gt; Masjid yang terletak di kawasan Benteng Shalahuddin al-Ayyubi ini juga lah yang menjadi obyek pertama kali yang dikunjungi oleh presiden Amerika Serikat Barack Obama ketika mengadakan kunjungan kepresidenan ke Mesir. Pokoknya banyak sekali kesan yang akan terus teringat bila berkunjung ke masjid Sultan Hasan ini.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8931001614857389395?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8931001614857389395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8931001614857389395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8931001614857389395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8931001614857389395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/masjid-sultan-hasan.html' title='Masjid Sultan Hasan'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SkgPWp7auOI/AAAAAAAAACA/2__rkZpyqxQ/s72-c/SP_A0815.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-7315546886764972125</id><published>2009-06-25T01:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T01:43:59.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>Mengapa kita semua memiliki rasa rindu? Mengapa rasa rindu kepada seseorang itu selalu muncul ketika kita jauh dari orang tersebut? Apakah kerinduan itu selalu diawali dengan perpisahan? Apakah rindu itu sangat kuat kaitannya dengan cinta? Dan bagaimana seharusnya kerinduan itu?&lt;br /&gt; Setiap dari kita sudah tentu tidak asing lagi dengan perasaan rindu. Karena perasaan itu sudah menjadi tabiat yang manusiawi. Perasaan ini layaknya cinta, adalah sebuah anugrah dari Allah juga. Karena kerinduan itu tidak akan muncul kalau bukan dari hati kita. Dan yang mengendalikan, yang membolak-balik hati kita hanyalah Allah SWT.&lt;br /&gt; Kerinduan memang sangat identik dengan perpisahan, jarak, dan waktu. Jarak yang jauh adalah salah satu alasan kuat mengapa kita bisa rindu kapada seseorang. Dan begitu juga dengan waktu yang lama tidak bertemu. Tapi sebenarnya rindu itu tidak perlu diawali dengan perpisahan. Bahkan kerinduan yang hakiki adalah kerinduan dimana kita belum pernah sama sekali bertemu dengan orang yang kita rindukan itu. Mengapa demikian? …&lt;br /&gt; Ya, rindu itu sangat kuat kaitannya dengan cinta. Tidak ada cinta, maka tidak ada rindu. Ada rindu pasti ada cinta. Ada cinta belum tentu ada rindu. Begitulah rindu selalu ada dibelakan cinta. Maka bila kita merindukan seseorang, artinya kita mencintai orang itu. Namun tentu saja kadar cinta itu berbeda-beda.&lt;br /&gt; Dan rindu yang seharusnya itu adalah rindu yang dapat menumbuhkan motivasi di dalam diri kita. Rindu yang dapat memperkuat keimanan. Rindu yang dapat menambah ketaqwaan. Maka tak lain rindu itu adalah rindu kepada Sang Pencipta, Allah SWT.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-7315546886764972125?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/7315546886764972125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=7315546886764972125&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7315546886764972125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7315546886764972125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1681054855172318908</id><published>2009-06-24T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T05:15:25.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Ada apa dengan Demokrasi Indonesia?</title><content type='html'>Sudah bukan rahasia lagi kalau Negara kita Indonesia melaksanakan politik demokrasi. Dengan alasan bahwa sistem ini lah yang paling ideal dalam sebuah pemerintahan, dimana kekuasaan rakyat berada di atas segalanya. Apalagi seperti Indonesia yang terdapat banyak keragaman budaya, watak, dan agama masyarakatnya.&lt;br /&gt; Tahun ini Indonesia kembali melaksanakan pesta demokrasi. Semua rakyat Indonesia yang telah memenuhi syarat ituk pemilu, berhak memilih wakil rakyat dan presidennya. Berbagai tanggapan dari masyarakat tentang pemilu pun bermunculan. Baik itu tanggapan yang positif maupun yang negatif. Ada yang optimis dengan pemilu ini, ada juga yang pesimis. &lt;br /&gt; Namun apabila kita perhatikan dan amati pesta demokrasi ini, sebenarnya terdapat kejanggalan yang sangat nyata. Di mana banyak orang berbondong-bondong untuk bisa menjadi wakil rakyat. Jumlah partai politik pun semakin banyak, baik banyak jumlahnya ataupun banyak yang gak jelasnya. Ambisius mereka sangat jelas sekali. Bahkan sampai menghalalkan segala cara. Ya, seperti polotik uang. Seakan-akan pemilu adalah ajang perlombaan tuk mencari popularitas dan keuntungan materialitas.&lt;br /&gt; Padahal dalam demokrasi yang sesungguhnya itu, sebenarnya tidak demikian. Wakil rakyat itu adalah sebuah amanat bukan sebuah jabatan. Wakil rakyat adalah seorang pembantu rakyat, bukan raja bagi rakyat. Kalau hal ini yang sebenarnya dipahami benar-benar oleh rakyat Indonesia, maka untuk menjadi wakil rakyat itu adalah keputusan yang sungguh berat dan besar. Artinya ia harus benar-benar siap melaksanakan amanat rakyat itu. Ia harus siap untuk dapat mensejahterakan rakyat, bukan malah mensejahterakan diri sendiri. Bahkan ia harus siap untuk melarat demi kesejahteraan rakyat. Ia harus siap mempertanggungjawabkan amanatnya itu di hadapan rakyat maupun di hadapan Allah kelak.&lt;br /&gt; Maka bila di sebuah negara demokrasi terdapat sekelompok orang yang memperebutkan kekuasaan, maka demokrasi di negara itu perlu dipertanyakan. Lalu ada apa dengan demokrasi di Indonesia?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1681054855172318908?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1681054855172318908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1681054855172318908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1681054855172318908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1681054855172318908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/ada-apa-dengan-demokrasi-indonesia.html' title='Ada apa dengan Demokrasi Indonesia?'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6287376860228290963</id><published>2009-06-24T04:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T04:08:07.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajianku'/><title type='text'>Hutang Barat dengan Islam</title><content type='html'>Para ahli sejarah Islam maupun Barat sendiri telah membuktikan bahwasannya Barat pada mulanya bukanlah sebuah peradaban yang besar. Bahkan bisa dibilang Barat itu tidak memiliki peradaban. Namun keadaan itu berubah pasca terjadinya Perang Salib. Perang yang dimulai sekitar tahun 1095 Masehi atau 489 Hijriah, dan berlangsung kurang lebih selama dua abad lamanya. &lt;br /&gt; Pada saat terjadinya Perang Salib ini, peradaban Barat masih sangat terbelakang, sedangkan Islam ketika itu tengah dalam masa kegemilangannya. Di mana terdapat benyak sekali kemajuan-kemajuan yang pesat di berbagai bidang, khususnya ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt; Sebagian pendapat mengatakan bahwa sebab terjadinya Perang Salib adalah sifat tamak dan kefakiran yang ketika itu sedang melanda masyarakat Barat. Sehingga mereka berambisi kuat untuk merebut kekayaan umat Islam. Namun lebih dari itu, sangat penting sekali kita ketahui bahwa aktor penting  di balik Perang Salib ini adalah Paus. Perang Salib yang telah merenggut banyak korban itu sebenarnya adalah atas perintah Paus. Seperti yang telah diungkapkan oleh Doktor John L Esposito, dosen dari Universitas George Town Amerika; Sebagian besar masyarakat Barat mengakui adanya kenyataan tertentu yang berhubungan dengan Perang Salib, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui bahwa  Perang Salib yang mengakibatkan korban yang amat besar ini adalah atas perintah Paus. Artinya dibalik terjadinya Perang Salib itu, terdapat misi-misi Kristenisasi.&lt;br /&gt; Pasca terjadinya Perang Salib itu, akhirnya masyarakat Barat banyak sekali mengambil manfaat yang besar dari umat Islam. Mereka mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan oleh umat Islam. Mereka banyak mengambil atau mengadopsi makanan, minuman, pangan, obat-obatan, kedokteran, persenjataan, kesenian, metode industri dan perdagangan, undang-undang, metode kelautan, dan banyak hal lainnya.&lt;br /&gt; Tetapi setelah itu semua terjadi, Barat malah seakan tidak tau balas budi. Mereka lantas mencitrakan Islam dengan keburukan, keterbelakangan, dan kekolotan. Mereka dengan genjar merusak citra Islam. Mereka menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang suka kekerasan. Islam adalah agama pedang. Dan lebih parahnya lagi, dampak dari pendistorsian tentang Islam ini melekat sampai pada abad ke-19. Jadi sekian abad lamanya, masyarakat Barat telah dibutakan tentang Islam.&lt;br /&gt; Sekarang kita lihat sendiri dengan mata kepala kita, Barat seakan telah berubah menjadi sebuah peradaban yang maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Barat sekarang telah menebar pesona dan pengaruh sebagai peradaban tak berbudaya terbesar. Mereka terlalu melihat ke atas dengan angkuh dan sombongnya. Tapi sayang sekali mereka lupa satu hal, hutang mereka kepada peradaban Islam.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6287376860228290963?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6287376860228290963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6287376860228290963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6287376860228290963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6287376860228290963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/hutang-barat-dengan-islam.html' title='Hutang Barat dengan Islam'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8370869492267553246</id><published>2009-06-23T04:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T04:20:21.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Hati Nurani dan Materi</title><content type='html'>Gila! Gila banget!&lt;br /&gt;Kemajuan dan kecanggihan zaman ini ternyata bertolak belakang sekali dengan kemerosotan akhlak dan moral. Zaman di mana semuanya serba materi. Zaman yang tidak pernah kompromi dengan dengan hati nurani. &lt;br /&gt;Namun apakah layak kita mengutuk zaman sekeras-kerasnya, sedangkan kita sendiri berada di dalamnya. Apakah pantas begi kita menyesali keadaan zaman seperti sekarang ini, sedangkan kita juga menikmatinya. Apakah kita sendiri tidak bercermin. Dan apakah kita lupa atau mungkin kita pura-pura lupa, bahwa yang membentuk zaman seperti sekarang ini adalah kita sendiri.&lt;br /&gt;Coba sekarang kita tanyakan saja pada diri kita masing-masing. Apakah kita masih punya hati nurani di zaman ini dan buat zaman ini? Atau kita lebih mementingkan materi?&lt;br /&gt;Ingatlah! Hati nurani itu adalah anugrah yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, manusia. Dengan hati nurani itulah kita berbeda dengan binatang. Sekarang bila kita sudah tidak punya hati nurani, apakah kita mau disamakan dengan binatang?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8370869492267553246?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8370869492267553246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8370869492267553246&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8370869492267553246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8370869492267553246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/hati-nurani-dan-materi.html' title='Hati Nurani dan Materi'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-5707699286935507850</id><published>2009-06-20T12:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T12:41:36.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Nil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj07ZLgUSxI/AAAAAAAAABQ/JPhcA-cBFKo/s1600-h/DSC01644.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj07ZLgUSxI/AAAAAAAAABQ/JPhcA-cBFKo/s320/DSC01644.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349497236157123346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa lagi yang terkenal di Mesir selain Piramid dan Spink? Tentunya semua juga tau donk jawabannya…! Ya, tentu saja sungai terpanjang di dunia, sungai Nil. &lt;br /&gt; Nil adalah harapan utama untuk hidup bagi penduduk Mesir. Bahkan ada yang bilang, kalau tidak ada Nil, maka Mesir juga tidak ada. Dan kalau kita pernah baca atau nonton film Ayat-ayat Cinta, maka kita akan menemukan istilah, "jodohnya Mesir adalah Nil". Artinya Nil lah satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk Mesir. Nil dan Mesir memang sudah ditakdirkan Allah untuk saling menyatu.&lt;br /&gt; Bila kita mau ke Nil, khususnya yang di dekat kota Tahrir, maka waktu yang paling tepat itu adalah pada sore hari. Karena waktu di musim panas, ketika sore hari itu sinar matahari sudah mulai redup. Jadi tidak terlalu menyengat lagi. Dan kita juga akan dapat menyaksikan indahnya matahari tenggelam, di balik kota Cairo dan Nil. &lt;br /&gt;Di tepi-tepi sungai Nil, di jembatannya, dan Hadiqoh Jazirah, kita juga akan menemukan banyak sekali pasangan muda-mudi Mesir yang mungkin lagi diselimuti perasaan terindah, yaitu cinta. Mereka menikmati suasana sore hari dengan pasangan mereka di sana, dan menafsirkannya layaknya mereka adalah jodoh, seperti jodohnya Nil dan Mesir. &lt;br /&gt;Belum cukup sampai di situ, pada malam harinya kita juga bisa menikmati indahnya berada di atas sungai Nil. Untuk itu kita bisa naik kapal-kapal wisata Nil yang ada di tepi-tepi Nil. Ongkos untuk naik kapal itu bermacam-macam. Mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Tentunya servis yang mereka sediakan pun berbeda juga.&lt;br /&gt;Itu lah salah satu keindahan yang bisa kita nikmati di Nil. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Selamat berkunjung dan menikmati Nil![]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-5707699286935507850?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/5707699286935507850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=5707699286935507850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5707699286935507850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5707699286935507850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/nil.html' title='Nil'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj07ZLgUSxI/AAAAAAAAABQ/JPhcA-cBFKo/s72-c/DSC01644.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-9062175266894837907</id><published>2009-06-20T12:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T12:40:19.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Asas Indonesiaku?</title><content type='html'>Negara kita adalah negara yang berasaskan Pancasila. Asas itu lah yang selama ini kita pegang tuk mempertahankan kesatuan negara kita. Asas yang udah sekian tahun lamanya berfungsi sebagai semboyan persatuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Asas yang telah berusaha keras tuk merukunkan antar umat beragama. Asas yang telah menjadi rujukan utama dalam undang-undang negara kita.&lt;br /&gt; Namun tugas asas itu semakin bertambah usia Indonesia, maka semakin berat juga. Asas tersebut telah dihadapkan kepada situasi dunia yang semakin global system. Asas tersebut sekarang tengah diuji dengan keliberalan kultur. Asas itu telah menyandang tanggung jawab besar untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Bukan hanya secara geografis saja, melainkan jauh lebih penting dari itu adalah menjaga keutuhan masyarakat Indonesia dalam segala hal. Baik dari segi budaya, bahasa, sastra, sistem, agama, hukum dan lain sebagainya.&lt;br /&gt; Namun perlu kita ketahui bersama, asas yang pada dasarnya berdiri di atas asas yang rapuh, maka ia juga akan ikut rapuh. Maksudnya asas yang rapuh itu adalah bila mana asas itu adalah hasil dari produk yang tidak sempurna. Asas yang demikian juga akan jauh dengan kesempurnaan. Bila asas itu sudah tidak sempurna, maka ia juga tidak akan kuat untuk dapat memposisikan dirinya sebagai asas.&lt;br /&gt; Akan kah asas Indonesiaku juga demikian? Akan kah asas Indonesiaku dapat melaksanakan tugas-tugas beratnya itu?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-9062175266894837907?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/9062175266894837907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=9062175266894837907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/9062175266894837907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/9062175266894837907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/asas-indonesiaku.html' title='Asas Indonesiaku?'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1107848528546642366</id><published>2009-06-20T12:32:00.001-07:00</published><updated>2009-06-20T12:32:44.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Skenario</title><content type='html'>Kehidupan ini hanyalah jalan kita untuk menuju akhirat. Oleh karenanya kita hidup di dunia hanya untuk sementara saja. Tak akan ada yang abadi di dunia ini, kecuali dzat-Nya, Sang Pencipta. Maka jika  kita ditanya untuk apa kita hidup? Jawabannya adalah kita hidup untuk mati. &lt;br /&gt; Banyak orang yang beranggapan bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. Padahal anggapan itu sebuah kesalahan besar. Karena kematian itu sesungguhnya adalah awal dari kehidupan kita selanjutnya. Kehidupan yang jauh lebih baik dan bahagia dari dunia ini, bagi mereka yang benar-benar menanam benih kebahagian itu ketika di dunia. Yaitu dengan amal shaleh. Tapi kehidupan itu juga bisa menjadi kehidupan yang jauh lebih menyakitkan dan menyengsarakan dari dunia ini, bagi mereka yang terlena dengan kemewahan dan kenikmatan dunia sesaat. &lt;br /&gt; Semua yang kita jalani di dunia ini, pada dasarnya adalah skenario dari Allah SWT. Allah telah mengatur segal sesuatunya. Allah lah sutradara tunggal alam semesta ini. Allah jua lah yang akan menilai acting kita selama di dunia ini baik atau buruk. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Namun sandiwara yang bukan main-main. Sandiwara ini lah yang nantinya menentukan bagaimana skenario Ilahi selanjutnya untuk kita di akherat nanti. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dari kehidupan dunia ini.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1107848528546642366?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1107848528546642366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1107848528546642366&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1107848528546642366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1107848528546642366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/skenario.html' title='Skenario'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-7054182335615822695</id><published>2009-06-20T12:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T12:32:01.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opiniku'/><title type='text'>Islam itu Satu</title><content type='html'>Islam itu adalah agama samawi, yang diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Islam adalah agama yang benar-benar telah diridhoi Allah. Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamiin. Untuk semua umat manusia. Agama yang tetap relevan terhadap zaman. Agama yang yang dapat diterapkan di manapun. Agama yang mudah, yang tidak memberatkan kepada ummatnya. Agama yang menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran.&lt;br /&gt; Adapun orang-orang yang tidak suka dengan Islam, akan selalu memojokkan Islam. Mereka akan selalu menjatuhkan Islam. Bahkan mereka telah merasuki Islam dari dalam. Mereka telah mengirimkan antek-anteknya sebagai musuh Islam dalam selimut. Mereka akan selalu mempropagandakan Islam dengan ketidakwajaran. Mereka akan selalu berusah mencitrakan hal yang buruk dengan Islam. Dan mereka akan selalu berusaha memecah kesatuan umat Islam.&lt;br /&gt; Maka kita sabagai ummat yang mengatasnamakan Islam sebagai agama kita, sudah seharusnya berhati-hati terhadap musuh-musuh kita itu. Kita harus terus memperbaharui keyakinan kita. Setiap ada cekcok antara umat Islam, maka harus segera diselesaikan dengan akal yang sehat dan pandangan-pandangan yang Islami.&lt;br /&gt; Islam itu bukanlah agama yang terpecah-pecah. Islam itu bukanlah agama yang bermacam-macam. Islam itu satu. Islam itu semuanya mempunyai landasan yang satu. Islam itu mempunyai tujuan yang satu.&lt;br /&gt; Makanya kita harus jeli dalam memahami Islam. Ada perbedaan antara Islam dengan Pemikiran Islam. Dan kita harus benar-benar pandai membedakan antara keduanya. Kalau Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada umat manusia melalui Rasulullah SAW, yang berpedoman kepada al-Qur'an dan al-Sunnah. Maka dalam Islam tidak ada perbedaan sedikit pun.&lt;br /&gt; Sedangkan pemikiran Islam adalah pemikiran-pemikiran umat Islam yang berkaitan dengan Islam. Pemikiran-pemikiran umat Islam tentang al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang mana sangat memungkinkan sekali terdapat perbedaan pendapat. Karena pemikiran setiap orang itu berbeda-beda. Pemahaman setiap orang tentang al-Qur'an dan as-Sunnah itu berbeda-beda. Maka dari pemikiran Islam ini lah akhirnya muncul berbagai macam madzhab dan aliran.&lt;br /&gt; Jadi, pada akhirnya kita harus benar-benar tahu tentang agama Islam. Maka jangan sampai pernah berhenti untuk mempelajari Islam. Islam itu satu tapi luas. Islam itu luas tapi satu.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-7054182335615822695?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/7054182335615822695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=7054182335615822695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7054182335615822695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/7054182335615822695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/islam-itu-satu.html' title='Islam itu Satu'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6434200941928654681</id><published>2009-06-20T12:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T12:31:15.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>To Give</title><content type='html'>Orang bisa memberi tanpa mencintai, tapi tidak bisa mencintai tanpa memberi. Pemberian itu adalah wujud dari sebuah perbuatan. Karena cinta itu harus diwujudkan dengan perbuatan, bukan hanya sekedar perkataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6434200941928654681?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6434200941928654681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6434200941928654681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6434200941928654681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6434200941928654681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/to-give.html' title='To Give'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4167084838780943168</id><published>2009-06-20T12:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T12:29:24.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisataku'/><title type='text'>Kairo Lama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj04Xkdu4UI/AAAAAAAAABI/R1iHwgcT0uo/s1600-h/DSC01548.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj04Xkdu4UI/AAAAAAAAABI/R1iHwgcT0uo/s200/DSC01548.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349493909962547522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cu%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:applybreakingrules/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mesir yang beribu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di Kairo adalah daerah yang sejak dulu terkenal dengan peradaban Islamnya. Bahkan bisa dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam. Dan sampai detik ini pun, banyak sekali orang-orang yang datang dari penjuru dunia hanya untuk menuntut ilmu pengetahuan Islam. Maka kita akan menemukan beragam jenis dan watak umat Islam dari berbagai belahan dunia. Begitu pula dengan pemahaman tentang Islam yang beraneka madzhab juga akan jelas terlihat. Namun keragaman itu bukan berarti Islam itu terpecah, melainkan itu lah wujud dari Islam yang &lt;i&gt;rahmatan lil 'alamin&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Selain itu banyak sekali bukti-bukti sejarah dari kebudayaan Islam yang masih dapat kita saksikan dengan mata kepala kita. Banyak sekali objek-objek wisata sejarah di sini. Salah satunya adalah The Old Cairo, atau Kairo Lama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Perjalanan untuk memasuki wilayah Kairo Lama ini bisa dimulai dari Masjid Sayyidina Husein yang terletak di Husein, atau juga bisa start dari Babul Futuh. Kalau kita mulai dari Masjid Husein, maka kita terlebih dahulu akan memasuki kawasan pasar wisata Husein. Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak turis-turis yang berkunjung. Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; terdapat berbagai macam cendramata Mesir yang bisa dibeli sebagai kenang-kenangan dari Mesir. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Selanjutnya kita akan menemukan bangunan-bangunan klasik yang masih berdiri kokok. Bangunan-bangunan terlihat masih sangat artistik. Pokoknya kalau ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, yang penting jangan lupa bawa kamera deh. Karena bangunan-bangunan itu sangat bagus sekali sebagai objek foto-foto. Apalagi yang sifatnya klasik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kita juga akan menemukan peninggalan rumah sakit mata dan gigi pertama yang didirikan oleh Ibnu Sina. Kita juga akan menemukan berbagai masjid-masjid tua peninggalan Kairo zaman dulu. Dan akhirnya kita akan menemukan Babul Futuh. Itu merupakan salah satu dari pintu-pintu besar yang terdapat di Kairo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kalau kalian yang sudah tinggal di Kairo, maka jangan lupa deh berkunjung ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dan bagi kalian yang sewaktu-waktu nanti akan mampir ke Kairo, jangan lupa juga ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Oke…!?[]&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4167084838780943168?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4167084838780943168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4167084838780943168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4167084838780943168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4167084838780943168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/kairo-lama.html' title='Kairo Lama'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/Sj04Xkdu4UI/AAAAAAAAABI/R1iHwgcT0uo/s72-c/DSC01548.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-6391816018291864653</id><published>2009-06-18T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T09:29:53.782-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjprF7Sy05I/AAAAAAAAAAw/csyYNtbAXNY/s1600-h/hati.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348705257015923602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjprF7Sy05I/AAAAAAAAAAw/csyYNtbAXNY/s320/hati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://customersrock.files.wordpress.com/2006/12/keys-heart.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://j3n1s3t14w4n.blogspot.com/2009_04_01_archive.html&amp;amp;usg=__LhST1KgriSRCI85ZkMpl7RoEYf4=&amp;amp;h=648&amp;amp;w=741&amp;amp;sz=166&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=8&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=fbK5w-wNT_dmiM:&amp;amp;tbnh=123&amp;amp;tbnw=141&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dhati%2Bcinta%26hl%3Did%26sa%3DG%26um%3D1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-6391816018291864653?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/6391816018291864653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=6391816018291864653&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6391816018291864653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/6391816018291864653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/blog-post.html' title=''/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjprF7Sy05I/AAAAAAAAAAw/csyYNtbAXNY/s72-c/hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4298229592881803988</id><published>2009-06-18T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:46:27.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Bukan Penghalang</title><content type='html'>Kesalahan bukan penghalang kebenaran. Keburukan bukan penghalang kebaikan. Kekurangan bukan penghalang prestasi. Jangan terjebak oleh itu semua, lalu berhenti untuk berbuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4298229592881803988?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4298229592881803988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4298229592881803988&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4298229592881803988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4298229592881803988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/bukan-penghalang.html' title='Bukan Penghalang'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1183414462732276195</id><published>2009-06-18T08:41:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:44:59.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>Bilal bin Rabbah berkata:&lt;br /&gt;"Jangan memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tapi lihatlah pada kebesaran Dzat yang engkau lakukan kemaksiatan terhadap-Nya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1183414462732276195?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1183414462732276195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1183414462732276195&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1183414462732276195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1183414462732276195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-8451557561223363629</id><published>2009-06-18T08:38:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:38:30.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Ujian</title><content type='html'>Dalam kesakitan teruji kesabaran.&lt;br /&gt;Dalam perjuangan teruji keikhlasan.&lt;br /&gt;Dalam ukhuwah teruji ketulusan.&lt;br /&gt;Dalam tawakkal teruji keyakinan.&lt;br /&gt;Hidup akan sangat indah jika segala perbuatan hanya untuk Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-8451557561223363629?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/8451557561223363629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=8451557561223363629&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8451557561223363629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/8451557561223363629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/ujian.html' title='Ujian'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-5934597923703757450</id><published>2009-06-18T08:37:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:37:44.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Do'a</title><content type='html'>Do'a memberikan kekuatan pada orang yang lemah. Membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-5934597923703757450?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/5934597923703757450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=5934597923703757450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5934597923703757450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/5934597923703757450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/doa.html' title='Do&apos;a'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-2179710199088736673</id><published>2009-06-18T08:30:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:30:50.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Pilihan Pasti</title><content type='html'>Jangan tukar emas dengan sampah, yang besar dengan yang kecil, harapan dengan penyesalan, kebahagiaan dengan tangisan, masa depan dengan kenikmatan sesaat, dan akhirat dengan dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-2179710199088736673?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/2179710199088736673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=2179710199088736673&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2179710199088736673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/2179710199088736673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/pilihan-pasti.html' title='Pilihan Pasti'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-9043434943048922220</id><published>2009-06-18T08:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:29:29.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Arti Sahabat</title><content type='html'>Sahabat akan terus ada di hati, menunjukkan cinta sejati, menemani hidup ini, menunjukkan jalan menuju Ilahi Rabbi. Jasad boleh tiada, tapi pemberian sahabat harus selalu ada. Baik itu ilmu maupun cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-9043434943048922220?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/9043434943048922220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=9043434943048922220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/9043434943048922220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/9043434943048922220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/arti-sahabat.html' title='Arti Sahabat'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1997871969837225125</id><published>2009-06-18T08:17:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:20:14.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Antara Tiga Masa</title><content type='html'>Masa lalu adalah sejarah. Sekarang adalah masa depan. Akan datang adalah impian. Jas Merah, kata Bung Karno, itu berfungsi sebagai motivasi dan evaluasi. Tapi orang besar banyak melihat ke masa depan dan sedikit melihat ke belakang. Hidup kita adalah sekarang dan yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1997871969837225125?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1997871969837225125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1997871969837225125&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1997871969837225125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1997871969837225125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/antara-tiga-masa.html' title='Antara Tiga Masa'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-972696374725342837</id><published>2009-06-18T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:16:59.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikam'/><title type='text'>Falsafah Angin</title><content type='html'>"Tau gak falsafah angin? Ia memberikan kesejukan dan banyak kebaikan bagi kita, tapi kita tidak dapat melihatnya, namun hanya dapat dirasakan. Seperti itu juga cinta. Dan kalau kita kiaskan kepada manusia, itu lah orang-orang yang ikhlas"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-972696374725342837?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/972696374725342837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=972696374725342837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/972696374725342837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/972696374725342837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/falsafah-angin.html' title='Falsafah Angin'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4916327053823782093</id><published>2009-06-18T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:12:15.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Tentang Cinta</title><content type='html'>Cinta sesungguhnya adalah ruh kehidupan. Tanpa cinta kita seakan tak hidup. Tanpa cinta segalanya jadi suram, layaknya jasad tak bernyawa. Tanpa cinta hidup ini benar-benar terasa hampa.&lt;br /&gt;Cinta memberikan hawa segar dalam setiap hembusan nafas kita. Cinta memberikan motivasi dalam setiap tindakan kita. Cinta memberikan kekuatan kepada kita tuk dapat selalu menjadi yang terbaik. Cinta memberikan kesenangan dalam setiap pekerjaan kita. Cinta akan selalu memberikan keindahan dalam hidup.&lt;br /&gt;Tapi jangan lupa! Cinta itu laksana sebuah pisau. Bila ia digunakan untuk hal yang bermanfaat, maka ia akan membawa kebaikan. Tapi bila ia digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, maka ia akan membawa keburukan. Dan jangan lupa juga, ia juga bisa melukai kita.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4916327053823782093?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4916327053823782093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4916327053823782093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4916327053823782093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4916327053823782093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/tentang-cinta.html' title='Tentang Cinta'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-4115927238788741378</id><published>2009-06-17T13:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T13:55:02.741-07:00</updated><title type='text'>Hina</title><content type='html'>Ya Allah…!&lt;br /&gt;Betapa hinanya hamba-Mu ini&lt;br /&gt;hina dengan kejahilan&lt;br /&gt;hina dengan kemaksiatan&lt;br /&gt;hina dengan hafsu setan&lt;br /&gt;hina dengan kedunawian&lt;br /&gt;hina dengan sifat-sifat tercela,&lt;br /&gt;amarah, sombong, iri, dengki, kikir, bakhil, dusta, lalai,…&lt;br /&gt;Harus berapa ribu kali hamba haturkan kata taubat kepada-Mu?&lt;br /&gt;Batin ini malu dengan kemunafikan terhadap-Mu&lt;br /&gt;Tapi hamba yakin, pintu taubat-Mu selalu terbuka lebar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-4115927238788741378?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/4115927238788741378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=4115927238788741378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4115927238788741378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/4115927238788741378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/hina.html' title='Hina'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3469133735838638423</id><published>2009-06-17T13:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T13:37:36.219-07:00</updated><title type='text'>Filosofi Diri</title><content type='html'>Hidup itu adalah sebuah perjalanan. Perjalanan itu ada yang panjang, ad yang pendek. Ada yang lurus, ada yang belok. Ada yang berbatu-batu, ada yang mulus. Ada yang berliku, ada yang biasa. Semua itu adalah komponen dari kehidupan itu sendiri.&lt;br /&gt;            Layaknya sebuah perjalanan, maka dalam hidup kita perlu sebuah tujuan. Kita jalan tuk sampai pada tujuan itu. Kita juga perlu usaha dalam menjalaninya. Dan yang penting keistiqomahan dalam setiap usah itu.&lt;br /&gt;            Istiqomah adalah sebuah kontrol diri. Karena terkadang kita akan dihadapkan dalam berbagai situasi yang membuat usaha kita itu goyah, tak bersemangat, bahkan berpaling haluan. Kontrol itu adalah sebuah tolak ukur kita dalam berbuat di setiap langkah kita. Kontrol itu juga lah yang mengingatkan kita di saat kita lupa. Yang mengembalikan kita kepada tujuan kita semula, tatkala kita mencoba tuk berpaling. Yang terus setia membimbing kita sampai titik tujuan akhir kita.&lt;br /&gt;            Filosofi hidup adalah kuncinya. Filosofi hidup itu sangat penting bagi kita. Ia lah yang bertindak sebagai control dalam perjalanan kita. Filosofi adalah sebuah prinsip hidup yang harus selalu dipegang, digenggam, dan diamalkan.&lt;br /&gt;            Filosofi hidup itu dapat kita ambil dari apa saja. Dari semua unsur kehidupan. Karena Allah tidaklah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Semua yang ada dalam kehidupan ini mempunyai fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;            Misalkan air. Air adalah unsur terpenting dalam kehidupan. Bahkan air adalah salah satu sumber kehidupan itu sendiri. Maka kalau kita mau ambil filosofi air secara umum saja, niscaya kita akan selalu berusaha untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Berusaha menjadi orang yang selalu dibutuhkan orang lain. Dan banyak lagi makna-makna lainnya.&lt;br /&gt;            Sekarang sudahkah kita mempunyai filosofi itu? Sudahkah kita menerapkannya? Dan sudahkah kita mengukirnya di dalam dada kita, agar tidak akan terhapus lagi?[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3469133735838638423?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3469133735838638423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3469133735838638423&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3469133735838638423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3469133735838638423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/filosofi-diri.html' title='Filosofi Diri'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-71426588296700252</id><published>2009-06-16T12:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T13:21:06.693-07:00</updated><title type='text'>Cahaya Hati</title><content type='html'>Setiap percikan cahaya yang masuk ke dalam rumah kita adalah anugrah Ilahi yang takkan pernah datap kita ukur kadarnya. Cahaya itu telah banyak membantu kita. Cahaya itu telah memfungsikan mata kita. Cahaya itu telah merasuk menjadi sahabat kita yang akan selalu sitia menerangi hidup kita di siang hari. Cahaya itu telah merubah menjadi kebutuhan hidup kita. Cahaya itu telah menerangi sisi gelap dalam setiap hidup kita.&lt;br /&gt;    Begitu indahnya cahaya yang telah banyak berjasa dalam setiap langkah kaki kita di bumi Ilahi ini. Tapi alangkah lebih indah lagi bila cahaya itu benar-benar ada dalam hati kita. Alangkah lebih menakjubkan bila cahaya itu benar-benar menerangi hati kita. Dan dari cahaya hati kita itu, dapat menerangi hati di setiap orang lain.&lt;br /&gt;    Cahaya hati itu pada hakikatnya adalah keimana yang dibelut dalam selimut ketaqwaan, yang terjaga dengan ma’firatullah. Yang selalu diwarnai dengan ihsan di dalam setiap nafasnya. Yang selalu dibelenggu dalam belunggu dzikir kepada-Nya. Yang selalu merendah diri dengan bertaubat kepada-Nya.&lt;br /&gt;    Adakah cahaya itu dalam hati kita?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-71426588296700252?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/71426588296700252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=71426588296700252&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/71426588296700252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/71426588296700252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/cahaya-hati.html' title='Cahaya Hati'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-1346251826036220884</id><published>2009-06-15T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T14:15:25.869-07:00</updated><title type='text'>Antara Cinta dan Ukhuwah</title><content type='html'>Ukhuwah tanpa cinta layaknya jasad tanpa ruh. Begitu indahnya ukhuwah yang dibina atas landasan cinta kepada Sang Pencinta. Begitu cantiknya ukhuwah yang dijalankan atas dasar taqwa kepada Allah SWT. Ukhuwah yang hakiki adalah ukhuwah yang memberikan manfaat kepada setiap orang yang ada di dalamnya. Yang dapat menyirami hati-hati gersang pemiliknya. Yang dapat menambahkan ilmu tuk membimbingnya hidup di dunia ini. Yang dapat menunjukkan indahnya kehidupan setelah kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-1346251826036220884?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/1346251826036220884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=1346251826036220884&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1346251826036220884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/1346251826036220884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/ukhuwah-tanpa-cinta-layaknya-jasad.html' title='Antara Cinta dan Ukhuwah'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1616207858119702790.post-3726788030568193346</id><published>2009-06-15T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T08:25:30.985-07:00</updated><title type='text'>cinta_ukhuwah</title><content type='html'>Cinta dan ukhuwah adalah sebuah kesatuan komponen yang takan pernah terpisahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1616207858119702790-3726788030568193346?l=bauntung-batuah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/feeds/3726788030568193346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1616207858119702790&amp;postID=3726788030568193346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3726788030568193346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1616207858119702790/posts/default/3726788030568193346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bauntung-batuah.blogspot.com/2009/06/cintaukhuwah.html' title='cinta_ukhuwah'/><author><name>Ahmad Sadzali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05405180124465190468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_QH0VuV78tEM/SjgA6qO7-NI/AAAAAAAAAAM/Q4xGE4oF78w/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
